
Saat masih SMA, Rere pernah mempunyai hubungan pertamanya berjalan empat tahun dan yang kedua lima tahun lamanya, tetapi tak juga mendapatkan kepastian saat itu lalu kandas juga. Dan setelahnya ia terus berusaha dengan beberapa pria, namun saat mengetahui cerita hidupnya pria-pria itu memilih menjauh darinya.
Itu sangat menyakitkan. Seperti noda yang melekat di baju putih dan bekasnya tak akan bisa hilang. Rere trauma dengan perjalanan cintanya.
Ia bahkan pernah mengalami trauma hebat, di hubungan keduanya bersama pria posesif membuat ia menyesali sepanjang hidupnya. Jika waktu dapat ia putar kembali, Rere tidak ingin dipertemukan dengan pria tersebut. Selain mendapatkan kekerasan fisik, Rere juga mendapatkan kekerasan mental saat itu.
Belum lagi tentang bibit, bebet, bobot harus baik semakin membuat Rere muak dan lebih memilih sendiri dan berkeras hati tentang menaruh rasa nya untuk orang lain.
Terlebih keadaan keluarga yang tidak harmonis dengan ekonomi yang pas-pasan membuat Rere semakin menarik diri dan mengecilkan nyalinya untuk dekat dengan pria Asia.
Ceritanya buruk soal cinta, sehingga dia memutuskan lebih fokus dengan karirnya. Meskipun banyak orang lingkungan sekitarnya terheran kenapa ia memilih sendiri hingga di usianya sekarang.
Saat hubungannya dengan George ia publik ke lingkungannya, mereka masih tak terima dengan menganggapnya itu adalah bualan Rere saja.
Belum lagi beberapa teman bahkan orang sekitarnya menilai bahwa Rere hanya mengincar harta hingga ke bagian sensitif orang asing lebih strong dari orang asia.
Ketahuilah, sebaik apapun kamu menceritakan kebaikanmu pada orang yang salah. Kamu akan tetap dianggap buruk dan hina. Jadi bijaklah memilih orang untuk kamu ajak berbagi tentang cerita kehidupanmu.
__ADS_1
Rere juga mempunyai cerita buruk dalam hal memilih pertemanan, mereka hanya penasaran tentang kehidupan Rere lalu mereka bercerita buruk di belakangnya.
Setiap insan punya prosesnya masing-masing. Sekali lagi kita tidak perlu menyalahkan keadaan yang sudah kita lewati, baik buruknya itu adalah pilihan kita sendiri.
Kita hanya harus mampu melewati setiap proses dalam kehidupan yang kita lalui dan memberikan warna di dalamnya.
Jadikan sebagai pembelajaran bahwa yang salah tidak akan kita contohkan ke keturunan kita kelak.
Jatuh, bangun lagi.
Salah, perbaiki.
Jangan membuat semanagatmu padam berjuang setiap hari, sebelum Tuhan memintamu untuk pulang.
***
Rere kemudian menghampiri Jimmy seraya menyerahkan cup berisi kopi pesanan Jimmy.
__ADS_1
“Thank you.” Ucap Jimmy.
“Welcome.” Jawab Rere.
Jimmy tampak kesal karena tiba di bandara terlalu awal, berulang kali ia menatap jam di layar ponselnya. Rere merasa tidak enak hati saat itu.
Satu jam berlalu, sesekali berbincang Jimmy kemudian mengatakan pada Rere untuk membantunya memesan tiket menuju Jawa Timur.
Ya, Jimmy mengatakan akan mengambil tempat berkunjungnya terakhir kali di Indonesia. Yaitu ke Gunung Bromo. Rere kemudian memesankan tiket kereta menuju Surabaya untuk Jimmy pada waktu satu minggu sebelum ia meninggalkan Indonesia.
“Done!” Ucap Rere.
Jimmy kemudian menyerahkan beberapa lembar uang untuk Rere sebagai pengganti pembayaran tiket keretanya.
***
Dua jam sebelum keberangkatan pesawat, Jimmy dan Rere melakukan check in tiket. Begitu banyak orang yang sedang mengantri untuk melakukan check in tiket.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka berdua kemudian menuju ruang tunggu pesawat. Namun sialnya, jadwal keberangkatan diundur tiga puluh menit dari jadwal yang sudah ditentukan.
Tampak wajah Jimmy tambah masam. Rere yang merasa tidak enak memilih diam karena ia merasa salah memperhitungkan waktu sejak pergi menggunakan agen travel.