Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Anak Tanpa Ayah


__ADS_3

Terlebih setelah Ayahnya tiada, hidupnya semakin tak terarah.Sebagian hidupnya seakan hilang.Gairah hidup seakan tak tumbuh lagi dalam dirinya.


Saat Ayahnya meninggal, sayangnya Rere tak dapat menghadiri pemakaman karena Rere tengah bekerja di luar pulau jawa.Pemerintah membatasi perjalanan saat pandemi covid.


Rere kemudian mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mempunyai anak tanpa suami.


"Hah!"


Jimmy kaget mendengar apa yang dikatakan Rere.Bagaimana tidak, sudah sekian wanita yang ditemui Jimmy, namun semua mengatakan ingin memilikinya seutuhnya.


Jimmy berpikir Rere cukup unik.Rere pun menjelaskan bahwa dia hanya ingin punya anak dari orang asing.


Rere juga mengatakan, Jimmy tidak perlu bertanggung jawab atas anak tersebut.Karena Rere mampu merawatnya.


Jimmy diam sejenak, lalu..


"Aku tertarik dengan pikiranmu."


Jimmy tertarik dengan keinginan Rere, dengan cepat Jimmy mengutarakan lebih dalam rencananya.Bahwa Jimmy akan tetap memenuhi kewajibannya sebagai Ayah.


“Tapi, aku punya pacar.Ini tidak masalah bagimu?”


Jimmy mengatakan bahwa dia masih punya pacar dan dia berkata apakah Rere tidak masalah tentang hal itu.Rere tak menjawabnya, namun dia mengalihkan pembicaraan yang lain.

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat, sudah dua jam mereka berkomunikasi.Banyak hal yang mereka temui.Hingga ponsel berbunyi, dan ia mulai memeriksanya.


Ya, George mengirimkan pesan singkat padanya mengenai pemilihan tanggal liburan mereka ke Singapura.


Rere hanya membaca isi pesan singkat tersebut namun tak membalasnya.


"Bisakah kamu datang ke tempatku?"Tanya Jimmy tiba-tiba.


"Tidak.Maaf, saya tidak bisa.”Jawab Rere.


Jimmy meminta Rere untuk datang ke penginapannya, namun Rere menolaknya.Jimmy pun tak memaksanya.


Setelah menyelesaikan pembayaran di restoran tersebut dan memesan taksi secara online, Jimmy kemudian pergi meninggalkan restoran.


"Oke.Ayo lihat.Terima kasih untuk makan malamnya.”Jawab Rere.


Jimmy hanya melempar senyum manisnya dan berlalu pergi setelah pengemudi mulai melaju perlahan meninggalkan restoran.


.


.


.

__ADS_1


Keesokan paginya,


Pukul enam pagi, Rere kembali menerima pesan singkat dari Jimmy.Ucapan selamat pagi yang biasa juga disampaikan oleh George padanya.


"Oke.Sekarang kamu punya selamat pagi dari dua orang Re, baiklah.”Gumam Rere dengan kedua matanya masih membaca pesan singkat dari layar ponselnya.


Kali ini Rere harus lebih berhati-hati, jangan sampai salah mengirim pesan.Ia kemudian membalas dengan sapaan selamat pagi untuk Jimmy, dan selamat malam untuk George.


Seperti biasa dengan ritual pagi hingga sore, berkutat dengan panas terik matahari.Melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.Membuktikan dengan hasil penjualan yang diharapkan perusahaan.


Menjelang sore setelah pulang kantor, Jimmy mengirim pesan untuk mengajak Rere kembali makan malam.


Setelah sampai kosan Rere kemudian membalas pesan singkat Jimmy, dan bersedia memenuhi pertemuan yang kedua.


Kali ini bukan di restoran yang sama.Mereka berdua bertemu di restoran dengan tipe rooftop bar.


Jimmy kemudian memesan dua minuman, dengan alkohol di dalamnya."Aku tidak bisa minum ini."Ucapkan Rere sambil menolak untuk meneguk minuman tersebut.


"Ini hanya terasa oranye."Ucap Jimmy.


Rere sadar betul jika dia minum alkohol, dia tidak akan mengingat apa-apa dan lepas kendali.Namun Jimmy tetap memaksa karena dia sudah memesannya.


"Alright."Ucapkan Rere sambil meraih gelas berisi minuman jeruk dan mulai meneguknya.

__ADS_1


__ADS_2