
Ya, ia menemukan Jimmy tengah duduk menikmati secangkir kopi dengan alunan musik slow di dalam kafe tersebut.
“Hai.” Sapa Rere pada Jimmy seraya memutar kepalanya dan menatap Rere yang berdiri dibelakang duduknya.
“Hai.” Jimmy membalasnya seraya melemparkan senyum manisnya. Lalu ia bangkit berdiri dan mendekati Rere.
Meraih cup kopi nya dan kemudian membawanya bersama Rere menuju ke lobby apartemen. Mereka kemudian bertemu dengan pemilik unit apartemen tersebut. Berjabat tangan lalu berjalan menuju lift dan masuk ke dalamnya.
Menekan lantai sembilan, dan..
Ting!
Mereka berjalan bersama menuju kamar apartemen setelah pintu lift terbuka. Dibukakannya pintu kamar apartemen dan mempersilahkan keduanya masuk ke dalam.
Jimmy memeriksa isi ruangan tersebut seperti,
Tempat tidur,
Dapur,
Halaman,
Kamar mandi, dan bagian lainnya.
“You Oke?” Tanya Rere pada Jimmy seraya menatapnya.
__ADS_1
“No.” Jawab Jimmy yang merasa tidak cocok dengan kamar tersebut.
“You have anymore?” Tanya Jimmy pada Rere.
Namun saat memeriksa kamar tersebut, pemilik apartemen yang pertama menghubungi Rere kembali. Dan mengatakan bahwa konsumen yang sebelumnya memesan kamar itu membatalkannya.
Rere kemudian meminta kepada pemilik untuk dapat melihat unitnya sekarang juga, dan pemilik memenuhinya.
Tanpa menunggu lama, Rere kemudian memesan taksi online dan membawa Jimmy ke apartemen yang lain.
Rere kemudian mengatakan bahwa pemilik apartemen ini sebelumnya membatalkan janji temu, namun mereka berubah pikiran dan menghubungi Rere kembali untuk melihat unit kamarnya.
Hanya memerlukan lima belas menit perjalanan ke apartemen berikutnya, akhirnya mereka sampai di apartemen yang dimaksud.
Pemilik kamar sudah menunggu kedatangan Jimmy dan Rere di lobby. Setelah berjabat tangan dan memperkenalkan diri, pemilik apartemen membawa mereka menuju kamar yang akan disewakan.
“Oke.” Ucap Jimmy.
Rere kemudian menyampaikan kepada pemilik apartemen bahwa kami akan menyewa selama satu bulan.
Setelah sepakat dengan harganya, Jimmy kemudian menyerahkan tanda jadi lima ratus ribu dan sisanya akan diselesaikan besok sesuai kesepakatan.
Setelah selesai, lagi-lagi Jimmy meminta Rere untuk ikut dengannya ke hotel. Namun Rere menolaknya dengan alasan ia harus ke kantor sangat pagi karena ada yang harus ia kerjakan lebih awal.
Sebenarnya itu hanya alasan Rere untuk tidak melulu menghabiskan waktu bersama Jimmy.
__ADS_1
Jimmy kemudian mengantar Rere kembali ke kosan, “See you tomorrow.” Ucap Jimmy saat Rere melangkah keluar dari taksi.
.
.
.
Keesokan pagi, Rere kesiangan pagi ini. Bunyi alarm yang diatur di jam tujuh tak mampu membuatnya terbangun, itu karena cuaca yang terus mendung ditemani rintik air hujan.
“Sial!”
Sontak beranjak dari tempat tidurnya dengan wajah panik setelah menatap jam weker di samping tempat tidurnya sudah pukul delapan pagi.
Rere kemudian meraih handuk mandinya dan berlari ke kamar mandi. Membersihkan dirinya dengan cepat.
Berlari masuk ke dalam kamar setelah selesai mandi, meraih satu helai kemeja dan celana jeans yang ia kenakan semalam.
“Ah lumayan, hujan saja ku buat alasan kenapa terlambat ke kantor.” Batin Rere saat berlalu dengan motor bututnya meninggalkan kosan.
Ngeeeng!
Sesampainya di kantor, Rere menghentikan motornya di tempat parkir lalu berlari masuk ke dalam kantor.
Semua orang di dalam kantor menatapnya. “Tumben telat?” Tanya salah seorang rekan kerjanya.
__ADS_1
“Hujan.” Jawab Rere.