
Hingga waktu berlalu, hingga petugas bandara mulai mempersilahkan para penumpang masuk ke dalam pesawat.
.
.
.
Bali.
Hari pertama di Bali setelah perjalanan yang kurang sempurna itu, Jimmy dan Rere tiba di sebuah villa.
Villa dengan kamar besar dilengkapi swimming pool yang tidak besar. Bisa dikatakan hanya cukup untuk berendam, juga dilengkapi dengan mini kitchen. Di dalam kamar terdapat kamar mandi dan juga bathup.
“You like it?” Tanya Jimmy saat masuk ke dalam ruang kamar bersama Rere.
“Yes. This good.” Jawab Rere.
Membuka isi koper dan memindahkannya ke dalam lemari besar dilengkapi kaca di seluruh luar pintu lemari.
Jimmy semakin bergairah melihat Rere mulai membuka pakaian yang ia kenakan untuk mengganti dengan baju santainya, rasa ingin mencicipinya kembali memuncak.
Dengan cepat Jimmy menghampiri Rere dan memeluknya dari belakang dan mulai merajainya. Rere pun tak kuasa menolaknya, ia juga menginginkannya.
Mengangkat tubuh Rere dan meletakkannya di atas ranjang, Jimmy mulai merajai seluruh tubuh Rere dengan gairah yang membara.
Miliknya kini menjulang tinggi, tak mampu menahan hasratnya yang terus menuntun tubuhnya untuk segera menyelipkan miliknya ke rongga sensitif Rere.
__ADS_1
Jimmy lalu meraih pouch miliknya dan membukanya. Meraih sesuatu berbentuk segi empat dan kemudian membukanya, kemudian menarik isinya lalu dipasangnya ke bagian sensitifnya.
Jimmy seperti harimau yang kelaparan, sudah tak sabar memanjakan miliknya. Ia lalu menyelipkan miliknya ke rongga sensitif Rere. Menghentakkannya berulang kali hingga keduanya memanas.
“Ah.. Ah..”
Semakin bervolume suara mesra dari kedua sejoli yang tengah memanjakan hasratnya. Hingga Rere mendapatkan kepuasan berulang kali.
Jimmy kemudian meraih dan memutar tubuh Rere, kini posisi Jimmy berada di belakang Rere. Terus menghentakkannya bermula dengan gerakan lembutnya hingga cepat.
Dan,
“Arghh!”
Diikuti hembusan nafas yang tak beraturan, Jimmy mencapai kepuasannya. Menumpahkan semua miliknya.
“Terimakasih.”
Kata ini menggelitik di telinga Rere. Hatinya seakan tak terima setiap kali Jimmy mengatakannya selesai melakukan adegan panas dengannya.
“Aku seperti wanita murahan” Gerutu Rere dalam hati.
Rere yang mendadak mood nya buruk setelah itu, ia kemudian menarik tubuhnya dari atas tempat tidur setelah meminta Jimmy bergeser dari belakang tubuhnya.
Rere dengan langkah cepatnya menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Berdiri di bawah air yang mengalir dari lubang shower dengan penuh tanya di benaknya.
Apakah Jimmy tengah menganalisa dirinya,
__ADS_1
Apakah Jimmy sedang mempermainkannya,
Mengapa dia menggunakan pengaman kali ini,
Apa dia sedang membodohiku.
Melakukan aktivitas seperti para pelancong pada umumnya, mengunjungi bar dan pantai. Menikmati deburan ombak dan juga matahari tenggelam.
.
.
.
Hari kedua di Bali.
Pukul sepuluh pagi, Jimmy mengajak Rere kembali ke pantai yang sama seperti kemarin. Rere tidak ingin berenang kali ini, ia memilih duduk di atas kursi pantai yang sudah mereka berdua pesan.
Jimmy meminta Rere mengoleskan krim anti panas matahari ke bagian punggungnya, Rere melakukannya.
Setelah rata ke seluruh kulit Jimmy, ia kemudian bergegas masuk ke dalam air. Rere tengah asyik menikmati semilir angin pantai dan suara deburan ombak.
Ponsel Jimmy berdering tanda pesan singkat masuk, sangat menarik perhatian Rere. Hingga membuatnya semakin penasaran ketika dering ponselnya berbunyi kedua kalinya.
Rere merasa penasaran, kemudian meraih ponsel Jimmy dan membaca pesan singkat tersebut dari notifikasi di layar ponsel Jimmy yang dalam keadaan terkunci.
Rere mengernyitkan dahi nya saat membaca isi pesan tersebut.
__ADS_1