Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Perpisahan


__ADS_3

Ceklek!


Pintu terbuka, Jimmy melangkah masuk perlahan. Mendapati Rere yang tengah terbaring. Jimmy perlahan mendekati Rere, duduk disamping Rere seraya mendaratkan kecupan di kening dan pipi Rere.


“Ah, you arrived.” Ujar Rere dengan perlahan membuka kedua matanya.


Jimmy kemudian menyodorkan satu kantong plastik besar berwarna hitam untuk Rere. Menarik tubuhnya dari atas tempat tidur dan meraih plastik tersebut.


Perlahan membukanya, kedua matanya terbelalak saat menatap isi di dalam kantong tersebut. Jimmy membawa satu buket bunga Edelweis berukuran besar, Rere memang menginginkannya. Ia berpesan berulang kali pada Jimmy untuk tak melupakannya.


Jimmy berkutat dengan isi di dalam kopernya. Mengeluarkan semua isinya dan menempatkan barang-barang yang ia bawa kembali ke tempat yang seharusnya.


Rere kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya pada Jimmy karena ia memenuhi keinginan Rere dan Jimmy tak melupakannya.


Rere kemudian meminta Jimmy untuk membersihkan dirinya lalu Rere bergegas mengemas dan memilah mana pakaian kotor dan yang masih bersih.


Satu pouch kecil bersisi obat-obatan menarik perhatian Rere, menarik rasa penasarannya untuk memeriksanya.


Rere menghampiri meja dan membuka pouch tersebut, tentu saja ia memeriksa berapa lembar pengaman yang tersisa. “Masih sama jumlahnya.” Ujar Rere.


Mendadak menyesali apa yang ia sangkakan saat berada di Bali, bahwa Jimmy mungkin mengurungkan niatnya bertemu wanita lain selain Rere.


Dengan perasaan lega, Rere merapikan kembali semua barang-barang ke tempat semula. Jimmy meminta Rere untuk membersihkan beberapa pakaian kotornya dan sepatu yang ia kenakan saat di Bromo.

__ADS_1


Selesai dengan ritual mandinya, Rere mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan soup untuk makan malam Jimmy.


Rere menghidangkannya di dalam mangkuk beserta nasi di atas piring. Menyiapkannya di atas meja dengan satu cangkir teh hangat.


“Are you buy this from the shop?” Tanya Jimmy.


“Haha. No, I cook.” Jawab Rere.


“It tastes good, like in a restaurant.” Ujar Jimmy memuji


“Thank you.” Jawab Rere seraya tersenyum.


Jimmy mengira Rere membelinya dari restoran, karena rasanya sangat lezat.


Lagi-lagi Rere besar kepala, ia merasa hal itu Jimmy lakukan karena ingin mengobati rasa rindu Rere padanya.


Berpelukan saling mengobati rasa rindu. Memadu kasih di atas ranjang, meluapkan emosi gairah hasratnya dengan adegan dewasa yang sudah kesekian kali mereka berdua lakukan.


.


.


.

__ADS_1


Satu bulan berlalu, ini adalah hari dimana Jimmy harus pergi meninggalkan Indonesia. Tiket penerbangan ia ambil melalui bandara Solo.


Rere sedikit bingung, mengapa Jimmy mengambil penerbangannya melalui Solo. Yang mana di tempatnya berada juga mempunyai bandara menuju Jakarta.


Sebelum perpisahan Jimmy mengatakan bahwa ia ingin menikmati liburannya, jadi mungkin akan sangat lambat menjawab pesan dari Rere.


Rasa penasaran Rere, ia tepiskan dari pikirannya. Ia percaya Jimmy mengatakan yang sebenarnya. Bahwa ia benar ingin menikmati liburannya.


Rere berusaha selalu berpikir positif mengenai hal itu. Jimmy juga mengatakan tidak membatasi untuk berkomunikasi melalui panggilan telepon maupun video call.


Namun saat kembali ke Australia, ia meminta Rere untuk tidak menghubunginya lebih dulu.


Tentu saja Rere tidak akan melakukannya, ia malah menyombongkan diri di dalam hatinya. “Memangnya kau siapa?” Batin Rere.


Rere tidak merasa sedih bahkan merengek belas kasihan dari Jimmy untuk memintanya tetap tinggal bersamanya.


Membantu Jimmy mengemas beberapa barangnya yang masih tersisa, memeriksanya dua kali ke setiap sudut ruang kamar Apartemen apakah semua sudah terbawa.


Setelah selesai semuanya, Jimmy memberikan pelukan terakhirnya. Pelukan perpisahan selamat tinggal.


Rere tak mengatakan apapun selain, “Nice to meet you.”


Rere merasa senang bertemu dengan Jimmy, dan juga sebaliknya. Tak ada kesedihan di perpisahan tersebut, dan tangis pun tidak ada di keduanya.

__ADS_1


Jimmy membiarkan Rere berlalu melewati pintu kamar Apartemen setelah pelukan dan kecupan terakhirnya.


__ADS_2