Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Malam Terakhir


__ADS_3

Kamar Hotel,


Rere kelelahan, kali ini emosinya benar-benar tinggi. George hanya memikirkan dirinya tanpa peduli Rere kelelahan.


Rere memilih diam tak memulai obrolan, dia hanya mengambil waktu mandinya daripada menatap wajah George membuatnya semakin kesal.


Selesai dengan ritual mandinya, giliran George masuk ke kamar mandi. Hari menjelang petang.


Rere perlahan mengemas barang yang ia bawa masuk ke dalam tas koper miliknya. Tubuhnya seakan remuk karena perjalanan hari ini.


Hal yang sama juga dilakukan George karena mereka berdua punya waktu penerbangan kembali ke negara asal di pagi hari.


***


Makan malam terakhir, George memilih satu restoran dekat Merlion Park. Kali ini mereka memilih Korean Food.


Salah seorang pelayan memberikan daftar menu setelah mempersilakan mereka duduk. George yang paling paham tentang hal ini.


Ia memilih menu daging dan seafood. Pelayan perempuan tersebut menatap Rere seraya tersenyum, lalu berkata dengan bahasa Indonesia.


“Wow.” Ucap Rere.


“Datang dari mana kak?” Tanya pelayan.


“Saya dari Jawa.” Jawab Rere.


"Saya dari Medan." Ucap Pelayan.

__ADS_1


“Ah senangnya ada orang Indonesia disini.” Imbuh Rere.


“Iya, saya sudah tujuh tahun di sini.” Jawabnya.


“Oh, Ya ya.” Ucap Rere.


Pelayan tersebut lalu berlalu meninggalkan mereka setelah mencatat sesuai pesanan.


“Your friend?” Tanya George.


Rere kemudian mengatakan bahwa ia tidak mengenalnya, namun pelayan tersebut berasal dari Indonesia.


George kemudian berkata, sekarang Rere punya teman di Singapura. “Haha.” Rere tertawa.


Menikmati hidangan makan malam yang mulai siap di meja makan, “This your job.” Ucap George saat menyodorkan gunting pada Rere.


.


.


.


“Kenyang.” Ucap Rere saat tiba di kamar hotel.


Menanggalkan pakaiannya dan melangkah naik ke atas tempat tidur. Berkata pada George malam ini ia ingin istirahat tanpa George mengganggunya.


“But I want to have a cuddle.” Ucap George.

__ADS_1


“Ok. U can.” Jawab Rere.


George kemudian menghampiri Rere setelah membersihkan dirinya, menarik selimut dan terbaring di belakang Rere. Memeluknya dengan lembut penuh dengan kehangatan.


Hingga terlelap bersama.


***


Bangun lebih pagi dari hari-hari sebelumnya, keduanya bergegas membersihkan diri dengan ritual mandinya.


Mereka kembali mengemas sisa barang yang belum masuk ke dalam koper, memeriksa sekali lagi  jangan sampai ada yang terlupa.


Melangkahkan kaki meninggalkan kamar hotel setelah semua sudah siap. Menarik tas koper masing-masing masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya ke lobby hotel. Melakukan chek out ke bagian resepsionis hotel.


Kemudian masuk ke dalam taksi yang sudah siap untuk mengantar mereka berdua. Sopir membantu membawa masuk tas koper mereka ke dalam bagasi. Dan,


Ngeeeenggg!


Sampailah mereka di depan pintu lobby keberangkatan bandara. Menarik kopernya melewati pintu keberangkatan bandara setelah George membayar ongkos taksinya.


Kemudian membantu Rere untuk melakukan check in tiket. Dan menemani Rere sampai jadwal pesawatnya tiba.


Berulang kali George mengatakan bahwa ini liburan yang paling menyenangkan, jiwa muda nya terasa kembali saat mereka menghabiskan liburan bersama.


George juga mengatakan ingin datang ke Indonesia suatu hari nanti untuk mengunjungi Rere. Rere hanya meng iya kan yang George katakan.


Hingga lama mengobrol, pengeras suara bandara memanggil para penumpang dengan nomor pesawat yang akan Rere gunakan.

__ADS_1


__ADS_2