Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Mencairkan Suasana


__ADS_3

Tujuan awalnya hanya ingin mempunyai anak seakan ia sesali dengan jalan yang ia pilih sekarang. Hari demi hari Rere menaruh rasa pada Jimmy tanpa ia sadari.


Benteng pertahanan yang ia bentangkan untuk menahan agar ia tak menaruh rasa pada Jimmy sia-sia. Rere merasa baru kali ini bertemu pria sebaik Jimmy, meskipun Rere juga harus menelan pil pahit karena posisinya sekarang.


Tetapi kini ia semakin sadar bahwa Rere bukanlah satu-satunya setelah yang pertama. Ya, seiring berjalannya waktu Rere berharap suatu saat Jimmy akan menghargai usahanya dan datang kepadanya dengan Cinta.


“You don't want to join me?” Tanya Jimmy saat menghampiri Rere.


“No.” Jawab Rere dengan kesal.


Jimmy kemudian mengambil duduk disamping Rere, menatap Rere dan kemudian bertanya.


“Are you Ok?” Tanya Jimmy.


“Yes, I am Ok.” Jawab Rere ketus.

__ADS_1


Jimmy kemudian meraih ponselnya dan memeriksa pesan tersebut dan membalasnya. Dia membalas untuk Sonia dengan isian “Sure.”


“You still want to meet another girl?” Tanya Rere.


“What? You look at my phone?” Tanya Jimmy


“Are you forget we had a commitment when this started?” Ucap Rere.


Jimmy tak menjawab.


Namun sekali lagi Rere menenangkan hatinya dengan selalu mengingatkan bahwa tujuannya hanya untuk mempunyai anak. Suasana menjadi canggung sekarang, namun Rere berusaha netral.


Sesampainya di Villa,


Rere membersihkan diri di dalam kamar mandi, berdiri dibawah pancuran air hangat yang keluar dari lubang shower. Berdiri dalam diam, menyalahkan diri kenapa ia mengambil keputusan ini.

__ADS_1


Jimmy menyadari seketika perubahan sikap Rere saat itu merasa perlu mencairkan suasana dengan menghampiri Rere ke kamar mandi, ia berdiri di belakang tubuh Rere. Terus memandangi Rere yang tengah mengusap rambut panjangnya, sesekali menutup kedua matanya seraya mengusap leher panjangnya dengan gerakan tangannya penuh kelembutan.


Bentuk tubuh yang ideal dibalut dengan kulit sawo matang nan eksotis membuat gairah Jimmy memuncak dan tak ingin melewatkan kesempatan dengan adegan di dalam kamar mandi.


Jimmy melangkah perlahan mendekati Rere, melingkarkan lengannya dari tubuh belakang Rere. Mendaratkan kecupan lembutnya ke bagian tengkuk serta leher Rere.


Menyatukan rambut panjang Rere dan membawanya ke bagian depan tubuh Rere. Jimmy terus mendaratkan di setiap inci bagian tubuh belakang Rere tanpa jeda, membuat hasrat Rere memuncak.


Jimmy memutar tubuh Rere perlahan, menyatukan bibir mereka dan mulai menjelajah hingga rongga mulut Rere. Sesekali Jimmy menggigit bibir tebal Rere seraya memainkan lidahnya hingga ke rongga terdalam mulut Rere.


Suara mesra dari rongga mulut Rere mulai terdengar, terlebih saat Jimmy mulai memanjakan gunung kembar Rere menggunakan tangan Jimmy. Sentuhan lembut itu membuat Rere semakin panas.


JImmy meraih kedua tangan Rere menggunakan tangan kirinya, lalu ia tempatkan diatas kepala Rere. Menempelkannya ke tembok.


Jimmy tau Rere menyukai sentuhannya, terus melakukan gerakan mesra nya tanpa jeda. Mendaratkan kecupan di kedua gunung kembar Rere. Mendaratkan gigitan kecil di ujung gunung kembar Rere, membuat Rere seakan ingin berteriak. Menumpahkan kepuasannya dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2