Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Makan Malam


__ADS_3

Rere tampak lelah menarik dirinya dengan malas, membawa turun kedua kakinya dari atas tempat tidur menuntun langkahnya ke kamar mandi.


Ia masih bingung dengan perasaannya pada George, “Bukankah aku harusnya senang dengan pertemuan ini, kenapa pikiranku terus ke Jimmy.” Gumam Rere.


Menikmati aliran air hangat yang mengalir dari luban shower di dalam kamar mandi, terus berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi padanya.


Bukankah dulu kamu menginginkan George?


Bukankah kamu ingin suatu saat George menjadi milikmu seutuhnya?


Selesai dengan ritual mandinya, Rere mengeringkan tubuh dan rambutnya membalut tubuhnya menggunakan handuk lalu mengayunkan langkahnya keluar dari kamar mandi.


Ceklek!


Mendapati George yang tengah duduk diatas tempat tidur seakan sengaja menunggu Rere keluar dari dalam kamar mandi.


“Hmm Lovely.” Senyum merekah di bibir George dengan kedua mata nakalnya.


Rere tidak mampu membohongi perasaannya, semakin tak bergairah saat George mulai mengayunkan tangannya ingin menyentuh Rere.


“Babe, its too late for dinner.” Ucap Rere.


“Ah, Ok.” Jawab George.


Rere meraih dress yang sudah ia siapkan lalu mengenakannya. Memberi riasan tipis pada kulit wajahnya dan mempercantik bentuk rambutnya dengan membuat curly di ujung rambutnya.


“Hmm beautiful.” Ucap George saat memandang Rere yang seketika tampak anggun dan cantik.


Rere tersenyum tipis, bagaimanapun ia harus berterimakasih pada George. Karenanya juga Rere bisa punya liburan ke Singapura.


***

__ADS_1


George menggandeng tangan Rere selalu, dengan wajah sombongnya seakan mengatakan kepada semua orang yang tengah berada di lobby hotel bahwa Rere adalah miliknya.


Rere tersenyum tipis melihat tingkah lucu George. “Bukankah itu pongah.” Ujar Rere.


“What?” Tanya George.


“Nothing.” Jawab George.


Melangkah masuk ke dalam mobil taksi yang sudah siap akan mengantar mereka berdua ke tujuan yang diinginkan.


Hanya membutuhkan waktu dua puluh menit akhirnya mereka sampai di gedung restoran yang mereka inginkan.


George keluar dari dalam taksi bersama Rere setelah membayarnya, mengayunkan langkahnya bersama masuk ke dalam restoran dengan disambut seorang pelayan yang membukakan pintu untuk mereka.


Lalu mempersilahkan mereka masuk setelah George mengatakan pada pelayan tersebut bahwa ia sudah melakukan pemesanan tempat secara online.


Pelayan menuntun langkah mereka berdua ke meja yang sudah mereka pesan, ditariknya kursi untuk Gorge dan Rere kemudian mempersilahkan mereka duduk.


"What you want to eat?" Tanya George.


"Hmmm.. I want steak with barbeque sauce."  Ucap Rere.


"Ok. And for drink?" Tanya George lagi.


"Cold water." Jawab Rere.


George kemudian memesan sesuai dengan yang Rere inginkan untuk menu makan malamnya, begitu juga dengan George.


***


Selesai menikmati makan malam, mereka berdua kembali ke dalam hotel. Melenggang dengan anggun, melewati setiap pasang mata semua orang di dalam ruang lobby hotel.

__ADS_1


George meraih tangan Rere dan memintanya mengikuti langkahnya. "Your mine." Ujar George.


"I know." Jawab Rere.


Melangkah bersama masuk ke dalam lift yang hendak membawanya menuju kamar.


.


.


.


Keesokan pagi,


Rere meregangkan ototnya perlahan, dan juga perlahan membuka kedua matanya. Menatap kaca jendela kamar dengan tirai sedikit terbuka.


"Dinginnya." Gumamnya.


Cuaca tengah tak bersahabat pagi ini, langit mendung menyelimuti negara Singapura di temani rintik air hujan membasahi kaca jendela kamar hotel.


Rere memutar tubuhnya, menatap pria yang kini berada disampingnya dengan kedua mata yang mulai terbuka.


"Good Morning." Ucap Rere lembut.


"Morning Lovely." Jawab George.


Diam sejenak,


Rere kemudian bertanya apa rencana hari ini, George berkata akan mengajak Rere ke sebuah pasar tradisional di Singapura.


George juga mengatakan ingin mencoba masakan Indonesia yang ada di Singapura. "Ok." Jawab Rere.

__ADS_1


Lalu...


__ADS_2