Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Liburan Usai


__ADS_3

Jimmy terus menjajah bagian gunung kembar Rere, tangan kanannya mengikuti hasratnya menyentuh ke bagian sensitif Rere yang lain. Menelusupkan jari telunjuknya ke rongga sensitif Rere secara perlahan.


Jimmy merasakan cairan kental membasahi rongga mulut sensitif Rere semakin menambah kegilaan Jimmy untuk memperdalam gerakan jari tangannya masuk ke dalamnya tanpa henti.


Menjadi gila saat menatap wajah Rere merasakan kepuasan, Jimmy membawa turun kepalanya. Mendaratkan kecupan di setiap inci bagian perut Rere hingga sampai ke pintu rongga sensitif Rere, membiarkan lidahnya melakukan aksinya masuk ke dalam rongga sensitif Rere.


“Ah..Ah.”


Suara mesra keluar dari mulut Rere, menambah gairah Jimmy untuk tak menghentikan gerakannya.


Jimmy menuntun Rere mengikuti langkahnya meninggalkan kamar mandi menuju tempat tidur. Menuntun tubuh Rere untuk membelakanginya seraya membawa turun tubuhnya.


Jimmy menelusupkan miliknya masuk ke dalam rongga sensitif Rere secara perlahan dan mulai menghentakkannya berulang kali. Miliknya yang besar membuat Rere selalu puas ketika melakukannya bersama Jimmy. Kali ini Jimmy tak menggunakan pengaman saat bermain.


Dan,


“Arrgg.”


.


.

__ADS_1


.


Pagi hari,


Seorang petugas kebersihan kamar masuk ke dalam Villa untuk melakukan tugasnya. Menikmati dua cangkir teh panas dengan sarapan diatas sofa ruang tamu seraya memperhatikan petugas kebersihan menyelesaikan tugasnya.


Rere mendadak berlari masuk ke dalam kamar dan mencari ponselnya karena terus berdering.


Jimmy dengan cepat menghampirinya dan lalu menutup pintu kamar, “Are you cheating me?” Tanya Jimmy tiba-tiba tengah berdiri di belakang Rere.


Rere kemudian meletakkan ponselnya dan berkata, “No.”


“Why?” Tanya Rere.


Bagaimana dia bisa berkata Rere adalah miliknya, sedangkan sebenarnya bukan Rere satu-satunya.


Rere yang semula patuh pada komitmen, merasa perlu untuk memberi pelajaran pada Jimmy bahwa dia juga bisa menemukan yang lain selain dirinya.


Ya, Rere melakukan komunikasi dengan beberapa pria asing melalui akun chattingnya. Tentu saja itu akan dilakukan semua wanita.


Rere sudah merasa muak dengan sikap Jimmy padanya. Terlebih setelah beberapa kali melakukan adegan dewasa, Jimmy selalu menggunakan pengaman dengan alasan yang tidak masuk diakal.

__ADS_1


Rere merasa orang yang paling dirugikan disini, belum lagi ia harus mengalah tentang pacar dan sekarang ia harus mengalah demi wanita yang lain pula.


Jimmy membohongi Rere, semua yang mereka lalui sekarang jauh dari komitmen awal untuk memenuhi keinginan Rere mempunyai momongan.


Aku mempertaruhkan pekerjaanku hanya untuk memenuhi kesenangan pria yang salah.


.


.


.


Liburan telah usai, sampai di Apartemen Rere mengeluarkan isi koper milik Jimmy. Memilih beberapa pakaian yang masih bersih dan kotor lalu memisahkannya.


Mengemasnya di dalam kantung plastik besar untuk ia bawa ke kosan dan mencucinya.


“What time you will go?” Tanya Jimmy seraya menatap jam pada layar ponselnya, waktu menunjukkan pukul tujuh malam.


“Oh, GOD!” Gerutu Rere seraya menyelesaikan yang sedang ia kerjakan.


Jimmy seakan memaksa Rere untuk segera keluar dari kamar Apartemen, karena ponsel Jimmy terus berdering tanpa henti.

__ADS_1


Usahanya seakan tak mampu membuat Jimmy sedikit saja menghargainya. Mengapa Jimmy tak memberikan waktunya sebentar untuk bersantai di Apartemen mengingat mereka baru saja sampai satu jam yang lalu.


Rere dengan menarik koper beserta kantong plastik besar itu meninggalkan kamar Apartemen tanpa menatap Jimmy.


__ADS_2