
Rania yang awalnya konsen untuk melihat tangannya yang terluka langsung mengalihkan perhatian kepada adiknya dan bicara juga kepada adiknya
“ Dik………kamu kenapa……apa ,masih kaget dengan apa yang dilihat di kamar kakak tadi? “
Adiknya hanya terdiam dan tak berkata sepatah kapanpun. Adik Rania langsung meemjamkan mata dan terjatuh di sofa kursi ruang tamu. Saya dan Rania langsung menolong dan menggotongnya ke kamar. Badannya panas , dan wajahnya pucat sekali. Berusaha untuk di bangunkan tapi juga tetap tidak bangun. Rania mulai menangis dan kebingungan tentang apa yang terjadi pada adiknya. Rania terus menggoyang –goyang badan adiknya itu dan memberikan bau menyengat seperti minyak kayu putih agar bisa siuman. Semau usaha telah dilakukan tapi tak terjadi apa-apa pada adiknya. Rania berinisiatif langsung menyelimutinya dan mengkompressnya. Rania bertolak ke kamar ibunya untuk membangunkanya dan memberitahu kalau adiknya sakit mendadak. Ibunya pun bangun dan melihat kea rah adik bungsunya. Ibunya langsung teriak dan terdengar olehku yang menunggu adik keduanya di kamar. Saya lnagsung menuju kamar ibunya tapi tidak masuk hanya berada di depan pintu. Rania kelaur dari kamar ibunya dan bercerita kalau adiknya tidak ada. Saya bicara pada rania kalau itu aneh sekali karena tadi rumah saudah dikunci dan tidak mungkin ada orang yang menculik anak di malam-malam seperti ini. Rania sambil menangis dan bilang
“ ini semua adalah perbuatan dari Jin sekte itu. Mereka pasti menjadikan adikku tumbal mereka tapi kenapa ini terjadi sekarang. Itu sudah berlangsung 20 tahun lalu semenjak saya melhat ada acara tumbal menumbal “
Saya bilang pada Rania untuk saatnya melihat apa isi buku tersebut dan mencari petunjuk yang bisa di cari. Ketika buku kami lihat bersama dengan adik Rania yang nomer dua pun juga ikut melihat. Ibunya hanya menangis tersedu-sedu di dalam kamar dan bersedih atas kehilangan adik bungsu Rania tersebut.
Rania membuka buku , di halaman-halaman pertama hanya menyebutkan tentang apa tujuan dari sekte ini dan cara melakukannya. Disebutkna pula bahwa tumbal untuk sekte ini adalah
__ADS_1
SEORANG BAYI DALAM KANDUNGAN BESERTA IBUNYA
Membaca tulisan ini ,wajah Rania langsung berubah menjadi pucat dan berkeringat seolah-olah dia mengingat masa lalu yang pernah dia alami. Halaman per halaman kita buka kembali. Ada hal yang membuat kita tertarik yaitu tambahan tumbal jika ritual dilakukan kembali 10 tahun semenjak kejadian ini. Namun tak disebutkan berapa jumlah tumbal tambahan yang diberikan. Di halaman berikutnya di ceritakan tentang lokasi yang digunakan untuk proses ritual ini. Terdapat gambar ilustrasi pada buku tersebut untuk menjelaskan langkah-demi langkah yang dilakukan. Terlihat dalam gambar ada orang dengan memakai pakaian hitam melingkari dua orang yang sedang terlentang dan satu gambar yang entah apa itu tapi yang jelas bukan seperti bentuk manusia. Gambarnya menyeramkan dan tinggi. dalam pikiran saya apakah ini jin yang di sembah oleh mereka-mereka yang berpakaian hitam di gambar tersebut. saya bilang pada Rania
“ mbak Rania…….. kita belum menemukan tentang apa ayng kita cari pada buku in yaitu mengapa ini terjadi sekarang ? “
Rania menjawab
“ Coba lihat tanggalan , tanggal berapa sekarang “
“ INI DIIAA.. KETEMU “
__ADS_1
Saya terkaget ketika Rania berteriak seeprti itu karena sedang melihat kalender. Saya menyebutkan tanggalan dan hari sekarang. Rania melihat saya untuk menunjukan kalimat yang merupakan jawaban dari kita semua. Ketika saya melhat tulisan tersebut , disitu tertulis bahwa
PUNCAK RITUAL AKAN BERLANGSUNG 20 TAHUN SETELAH RITUAL PERTAMA DILAKUKAN DAN AKAN BERLANGSUNG DENGAN TUMBAL YANG BANYAK. TAK AKAN ADA YANG BISA MELIHAT KEJADIAN INI KARENA HAKIKATNYA , INI SEMUA ADALAH GHAIB.
Saya bilang pada Rania jika ada yang aneh dari tulisan tersebut. jika hal tersebut memang ghaib , mengapa kita seeprti ada dalam arus dan kejadian ini. Rania menjawab
“ karena kemungkinan kita semua adalah target mereka “
Setelah berbicara seperti itu , dia menoleh kepada kamar ibunya dan menghela nafas panjang. Lama saya melihat perilaku Rania dan baru saya paham , apa mungkin target mereka bukan hanya kita? Tapi semua orang dirumah ini. Dalam kalimat tersebut juga saya memahami korelasi tersebut bahwa ketika kejadian yang saya alami berusan , memang kita seeprti terputus akses dari orang luar. Tidak ada seorang pun dirumah sakit ini , entah kemana mereka saya pun tak tahu. Saya melihat kembali ke arah Rania dan bilang
“ karena kita sudah masuk dalam dunia mereka , ayo kita selesaikan bersama dan akhiri ini semua. Saya juga tidak mungkin balik arah karena sahabat saya termasuk dalam korban ini semua “
__ADS_1
Rania langsung menutup buku tersebut tanpa ingin membaca buku itu sampai habis. Buku itu pun masuk ke dalam tasnya dan mengajak saya untuk bergegas menuju rumah sakit. Ketika berada di depan pintu , Rania terdiam dan menyuruhku menunggu sebentar. Terlihat dia menuju ke kamar ibunya , mungkin berkata sesuatu.
10 menit berlalu setelah Rania masuk ke kamar ibunya. Terlihat adik yang nomer dua juga keluar bebarengan dari kamar ibunya. Rania langsung mengajak saya berlari menuju rumah sakit. 15 menit kami berlari menuju rumah sakit dan sampailah di depan rumah sakit. Tanpa melihat bagaimana kondisi sekitar , kami langsung masuk melalui pintu depan.ketika kita mulai memasuki ruangan rumah sakit tersebut. memang benar apa yang tertulis di salah satu tulisan buku tersebut bahwa kami seperti berada di dimensi dan ruangan lain. Lorong-lorong rumah sakit dan tempatnya seolah asing bagi saya dan berubah. Rania seperti mempunyai insting kalau jika semua ini terjadi berarti kejadian puncak akan semakin dekat. Saya berputar-putar untuk mencari tempat di ritual itu dilaksanakan. Saya bilang pada Rania