Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 36


__ADS_3

Saya iseng bertanya apda salah satu dari mereka


“ Permisi pak, perkenalkna saya Govi, saya ingin tanya pak bagaimana kronology kebakaran dirumah sakit tersebut karena ada kroban teman saya di rumah sakit tersebut.”


Polis tersebut diam dan melihat saya dari ujung rambut sampai ujung kaki dan seksama seperti melihat seorang *******. Lalu dia membalas pertanyaan saya


“ Maaf dek, apakah anda tidak salah tempat ? lihat bagaimana keadaanmu yang seperti orang habis kecelakaan. Maaf sebelumnya, kamu tidak ada urusan dengan apa ayng terjadi dengan rumah sakit tersebut meskipun temanmu menjadi korban. Itu adalah mutlak urusan kepolisian dan bersifat privasi sampai hasil investigasi keluar.”


Mendengar polisi yang berkata seperti itu, emosiku sedikit naik karena mereka tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya di dalam rumah sakit tersebut. Akhirnya saya memberanikan diri untuk berkata jujur dan tidak mau bertele – tele

__ADS_1


“ Jelas saya punya kepentingan pak ( dengan nada yang agak tinggi dan tegas ), saya sebenarnya adalah korban dari kebakaran tersebut dan sebenarnya apa yang terjadi di dalam rumah sakit tersebut bukan hanya kebakaran. Tapi hal ayng lebih mengerikan. Bapak tidak akan pernah rasanya di kejar pocong ketika berjalan sendirian di dalam lorong rumah sakit, bapak tidak akan pernah rasanya ada yang memanggil dari atap rumah sakit yang ternyaat itu adalah seorang Genderuwo. Bapak tidak akan pernah merasakan ada seorang perawat dengan lumuran darah dan berwajah rusak mengetuk pintu kamar mandi anda yang dimana anda sedang mandi.”


Polisi tersebut langsung berdiri dan memegang tangan saya lalu menarik saya dengan sedikit keras menuju sebuah ruangan dan pintu tersebut ditutup.Polisi mendudukanku di sebuah kursi dan beliau duduk pas di depanku. Hanya kita berdua yang ada di ruangan tersebut. sampai si polisi menelepon pimpinannya untuk di ajak berdiskusi bareng di ruangan tersebut. selang beberapa menit, Polisi itu datang dimana dia adalah pimpinan kantor polisi sector setempat. Mereka berdua duduk di depanku. Polisi yang sudah saya beri keterangan tersebut bercerita kepada kapolseknya. Kapolsek tersebut bertanya pada saya kembali


“ apa benar tentang apa yang di katakan sama anak buah saya ini ?. jika apa yang kau ucapkan dari mulutmu tersebut adalah sebuah kebohongan, maka kamu di anggap mencemarkan nama baik rumah sakit dan menyebarkan berita kebohongan.”


Saya menjawab pertanyaan bapak kapolsek tersebut


Sebelum berbicara lebih lanjut kembali, polisi tersebut memperkenalkan diri. Bapak yang mengobrol dengan saya pertama kali bernama pak Samuji dan bapak kapolsek tersebut bernama pak Sukasto. Pak Sukasto mulai mempercayai terhadap apa yang saya katakan ketika melihat bagaimana saya menyampaikan hal tersebut. Pak sukasto berbicara secara pribadi kepada pak Samuji. Entah apa yang mereka bicarakan tapi terlihat begitu intens dan penting. Setelah mereka saling berbicara, mereka berbicara dengan saya dengan menawarkan untuk mengikutsertakan saya sebagai investigator dalam pengusutan kebakaran rumah sakit tersebut. pak Samuji yang juga selaku tim evakuasi di rumah sakit tersebut bercerita bahwa dia menemukan hal aneh ketika dia mengevakuasi mayat di dalam rumah sakit tersebut. pak samuji bilang kepada saya

__ADS_1


“ Ehmm. Ketika saya mengevakuasi mayat yang ada di dalam rumah sakit tersebut, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya. Banyak sekali mayat yang menggunakan pakaian seperti perawat dan identitas mereka juga untungnya tidak hilang sehingga bisa di identifikasi dengan ceapt. Ketika kita samakan dengan data nama perawat dirumah sakit tersebut. Tidak ada satu pun mayat yang seperti perawat tersebut terdaftar sebagai perawat resmi rumah sakit. Dan saya juga bingung mayat ini siapa dan jika memang dia bukana dari kalangan rumah sakit, terus mengapa dia menggunakan pakaian selayaknya seorang perawat.”


Saya mendengar cerita dari pak Samuji tersebut dan mulai berpikir kalau mungkin itu adalah para pengikut sekte rumah sakit tersebut dimana mereka adalah perawat perawat yang sudah lama dan mungkin sudah pension atau bisa juga mereka perawat yang memang “ sengaja “ tak di daftarkan di rumah sakit akrena mereka hanya khusus mengikuti ketika ritual aja dimana menggunakan jubah hitam. Saya menawarkan ke pak Sumaji dengan pak Sukasto untuk investigasi hanya bertiga dengan saya saja.Pak Sukasto mulai berpikir dengan apa yang saya usulkan kemudian dia berbicara denganku


“ Govi.. tawarkan yang kamu usulkan merupakan hal yang berat untuk saya kabulkan. Tidak mungkin kita investigasi hanya bertiga sedangkan banyak kepentingan yang harus terlibat dalam investigasi ini. Tapi saya dengan pak Sumaji akan melepas jabatan saya sebagai polisi untuk bisa investigasi hanya dengan kita karena saya sendiri juga curiga ada sesuatu yang aneh dalam rumah sakit tersebut.”


Saya langsung bersemangad dengan ajakan kedua bapak polisi tersebut. dan saya langsung menawarkan untuk malam ini bisa investigasi ke rumah sakit. Untungnya tanggapan mreka positif terhadap usulanku dan setuju untuk mala mini menuju kerumah sakit. Pak Sukasto juga mempunyai rencana untuk meminta bantuan jika terjadi apa – apa di dalam rumah sakit. Tapi dia berharap semua berjalan aman dan lancer dan semoga hal – hal sebelumnya tertutup menjadi terungkap semua.


Akhirnya saya pulang dari kantor polisi tersebut dan kembali malam di depan rumah skait sesuai dengan janjian dengan kedua polisi tersebut. saya berjalan pulang dengan mengendarai motor. Ketika lewat di depan rumah sakit, terlihat masih ada garis polisi yang melintang di depannya. Namun ketika pas ada di depan rumah skait, saya mencoba memelankan sepeda motor dan entah kenapa saya seperti terpaku pada suatu titik di mana membuat saya terbius ketika melihatnya. Say menghentikan motor dan terus memandangi pintu masuk ayng besar tersebut, tiba – tiba ada seperti sesosok yang berpakaian merah dan terlihat pula rambutnya terburai sampai ke lantai dan melambaikan tangan dengan jari yang sangat panjang. Badanku langsung merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki, saya yakin mereka masih belum musnah dan hilang sepenuhnya semenjak tragedy saya membakar buku tersebut. saya lansgung menutup mata dan menoleh ke arah berlawanan lalu pergi meninggalkan rumah sakit itu. Di jalan, saya masih merasakan aura mistis di rumah sakit tersebut. yang saya khawatirkna, jangan – jangan masih ada korban tumbal di dalam tempat tersebut meskipun kondisi luar Nampak seperti habis kebakaran hebat. Sesampainya saya dirumah, saya mencoba mempersiapkan hal – hal yang diperlukan untuk kembali ke rumah sakit tersebut dengan harapan bisa menemukan jasad Adaitma, syukur – syukur kalau dia masih hidup meskipun dengan harapan kecil.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 18:30 WIB setelah maghrib. Selang beberapa menit dari jam tersebut, pak Sukasto menelepon saya dan berbicara


“ Govi.. bagaimana ? apakah sudah siap untuk ke rumah sakit tersebut. pak Samuji dan say akan berangkat 10 menit kemudian. Saya tunggu di depan rumah sakit ya. Kalau sampai terlambat, anda saya akan anggap bohong. Saya mempertaruhkan jabatan saya karena saya kesini tidak menggunakan atribut dan jika ketahuan maka saya akan di pecat dari instansti kepolisian.”


__ADS_2