
Suster itu hanya melihat saya dan tersenyum tanpa ada maksud. Dia hanya bilang ,baik nanti kita lihat. Ketika itu banyak pengunjung pasien yang jalan-jalan di depan rumah sakit meskipun sudah malam. Saya mencoba untuk bertanya pada mereka apakah mereka pernah jua mengalami hal seperti saya. Anehnya lagi mereka rata-rata berwajah pucat , tak menjawab , dan ketika saya Tanya terus berjalan seperti menggangap saya tidak ada. Itu saya lakukan pada beberpa orang dan tanggapan mereka sama. Saya kembali lagi ke kamar untuk memastikan mereka apakah hanya saya yang berhalusinasi. Pas di depan kamar ,saya bilang
“ mama……adik……. Dimana? Dikamar mandi ya “
Tak juga ada suara yang menjawab , saya bertanya dengan pertanyaan yang sama tapi nada yang lebih keras.
“MAMA……..ADIIIIKKK……..DIMANA? JANGAN BERCANDA , TIDAK LUCU “
Saya lihat di setiap sudut kamar ,mulai dari kamar mandi dan sekitarnya. Hasilnya sama yaitu nihil. Perawat yang berjanji ke saya untuk melihat keluarga saya juga tak kunjung datang. Saya keluar kamar dan menunggu perawat tersebut ,saya berusaha berpikiran positif mungkin perawat itu lelah dan lupa kamarnya. Saya duduk di balkon lorong rumah sakit yang ada di depan kamar. Setelah saya amati dengan serius ,suasana kala itu tiba-tiba sunyi sekali ,sangat sunyi. Biasanya rumah sakit selalu ada yang menunggu pasien , apalgi di kelas III rata-rata mereka menunggu di depan kamar. Tapi ini aneh ,sepi sekali seperti bangunan tua tak berpenghuni. Dari kejauhan saya mendengar ada suara tangisan , seperti tangisan perempuan yang merintih kesakitan. Sya berputar-putar di area rumah sakit untuk mencari dimana sumber suara tersebut. Ada perempuan tersungkur , memojon dengan memeluk kedua kakinya. Saya langsung berlari menuju kesana dan lebih mendekat dengan orang tersebut. Rambut panjangnya menutupi wajahnya sambil memiringkan badannya. Saya bertanya
“ ibu………….ada apa ,apa yang terjadi? Kenapa ibu bisa mojok disini seperti orang yang frustasi dan ketakutan “
Saya penasaran dengan wajahnya tapi merasa tidak sopan bila saya mengangkat rambutnya untuk melihat wajahnya. Dia tetap saja menangis hampir mirip seperti orang gila. Saya pegang kedua bahunya untuk saya hadapkan menghadap saya.
__ADS_1
“ haloo bu………….maaf………….apa yang terjadi.kenapa ibu sendiri disini? “
Perempuan itu tiba-tiba melepas ikatan pelukan ke kedua kakinya dan dan mengangkat rambutnya. Dia kaget dan bilang
“ lohhh…………papa…………… papa kemana saja lama sekali berhari-hari meninggalkan saya dengan anak “
Saya reflek bilang
“ lohhh mama………….(sambil memeluk erat dan menangis ) “
“ papa…….( sambil menangis )…. Ketika papa pergi ada sesosok datang dan mengerikan dan seorang perawat di sampingnya ,dia mengambil anak kita dengan paksa. Saya mencoba melawan tapi ini hasilnya. Sesosok itu melempar saya hingga saya ad disini dan barusan ada pocong lewat. Saya stress papa……… ( sambil menangis ) “
Saya merasa marah dan tidak terima dengan rumah sakit ini. Saya tetap memeluk istri dan berkomitmen akan mencair anak kita bersama-sama. Saya bercerita pula dengan mama
__ADS_1
“ mama………..padahal saya meninggal mama ke perawat hanya sekitar tidak lebih dari 20 menit. Tapi mama merasa saya udah meninggalkan papa berhari-hari “
Kami berdiri dan berusaha mencari anak kami yang tak tahu dimana. Kami berputar mengelilingi rumah sakit ini. Terhitung sudah hampir 10 x kami mencari anak kami yang hilang ke seluruh penjuru rumah skit tapi tak ketemu sampai suatu ketika saya mendengar ada suara ritual persis terjadi seperti hari ini. Dengan formasi yang sama pula. Ketika saya melihat ,betapa kagetnya saya ,terlihat seperti anak kecil yagn berada di tengah dengan dikelilingi orang berjubah hitam. Saya dan istri tak mempedulikan siapa dan apakah itu , langsung berlari menuju tempat tersebut untuk mengambil istri say. Tiba-tiba saya ditahan oleh baju bejubah hitam tersebut. Mereka membuka penutup jubah tersebut dan mereka adalah
DOKTER DAN PERAWAT.
Dengan rasa yang marah dan penuh emosi , saya mencoba untuk memukul mereka tapi tangan saya seperti tidak bisa digerakan. Dari belakang ada yang memeluk kami , kami berteriak sekeras-kerasnya. Pelukan itu betapa sakit ke kami sampai ada kuku besar menusuk ke tangan dan dada kami. Kami pingsan dan ketika bangun saya sudah berada di kebun tebu yang tidak di ketahui dimana itu. Ketika kami sadar ,istri saya kesakitan sekali karena kakinya patah , entah karena apa. Matahari masih gelap waktu itu , dan saya menggendong istri saya yang terkapar kesakitan. Kami berjalan perlahan-lahan untuk keluar dari kebun tebu tersebut. Terlihat ada suara keramaian dipinggir jalan , dengan kondisi yang terluka dan istri saya yang ada di pundak saya , saya mencari orang itu bertanya di mana tempat ini berada. kebetulan ada seorang dengan menggunakan pakaian dinas pegawai negeri berjalan pagi-pagi. Saya mendekati dan bertanya
“ permisi..apakah ada puskesmas atau rumah sakit terdekat , saya minta tolong kami terluka dan istri saya patah kakinya “
Orang itu menutup mulutnya dengan mulut tanda kaget dan shock. Orang itu bilang
“ astagfirullah……..kenapa pak dan bu? Dan habis dari mana kok keluar dari kebun tebu di shubuh-shubuh seperti ini? “
__ADS_1
Saya bercerita tentang apa yang terjadi pada kami kepada orang tersebut. Orang tersebut ternyata petugas puskesmas di daerah sini. Tanpa mengomentari apa yang terjadi pada kami , petugas itu langsung menelepon ambalnce puskesmas untuk membawa kami di puskesmas terdekat. Ambulance datang 15 menit setelah di panggil , di mobil ambulance , saya memperkenalkan diri