Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 32


__ADS_3

“ Gov…….jika kita tidak terus bergerak ,dia bisa membbunuh kita disini karena kita tidak punay tenaga lebih untuk melawan mereka “


Saya menguatkan diri untuk menggendong Dimas , dan mencoba terus mencari dan berlari meskipun dengan lari yang sedikit pelan karena beban dimas ada di pundak saya. saya berkata pada Adiatma


“ Dit………ambil buku yang ada di Dimas dan Simpan itu……. ‘mereka’ mencoba menyakiti dengan untuk mengambil buku itu “


Sekilas saya melihat buku yang diambil dari Adiatma dari dimas masih belum hilang darah yang mereka teteskan untuk di bakar. Saya meyakinkan pad Adiatma kalau mungkin secepatnya kita segera membakar sebelum noda darah itu menghilang dan kita harus memulai dari awal. Leher ini seperti penasaran melihat ke belakang karena suara gemuruh seperti orang yang mengejar kami , ketika saya menolehkan kepada saya untuk melihat kebelakang.


GEROMBOLAN HANTU DAN JIN MENGEJAR KAMI


Dalam hati saya kenapa hal ini terjadi untuk kedua kalinya. Berlari sambil berpikir untuk mencari tempat untuk membakar ini semua sampai mengancurkan jin dan hantu itu. hati ini sudah capek dan pegal untuk sesegera mungkin mengakhiri ini. Saya bicara pada Adiatma


“ Dit……… kita cari sebuah pintu tralis besi yang ada di tanah bawa kita ( sambil saya menceritakan ketika saya mencoba kabur dengan membuka pintu tralis dan sampai kepada tahanan [erawat dan dokter di bawah gorong-gorong itu “


Berputar-putar dan sampai Adiatma kesandung smapai tersungkur sambil mengerang kesakitan. Adiatma langsung melihat saya dan berkata


“ Oke tenang saya tidak apa-apa.. sambil melihat kakinya tidak ada yang patah hanya berdarah lumayan deras karena robek di tulang kering “


Saya mengulurkan tangan untuk membantu Adiatma berdiri kembali sambil sedikit terpincang-pincang karena perih di tulang kering itu. tak sengaja melihat ada pintu besi tralis yang mseperti menuju ke gorong-gorong bawah tanah.dan kebetulan ada sebuah besi agak panjang dengan dimensi yang lumayan besar. Suara hantu dan jin itu semakin dekat , saya bilang kepada Adiatma

__ADS_1


“ ayo Dit……….kita hitung bersama-sama dan buka pintu tralis itu dengan besi 1….2……..3…….. ( sambil membuka pintu tralis itu ) “


Pintu tralis bisa terbuka dan saya mengingatkan ke Adiatma untuk membawa besi itu. Tanpa ragu kami langsung masuk gorong-gorong itu tanpa lupa untuk menutup tralis itu kembali.di pertengahan lorong tersebut , saya dan Adiatma tak melihat jalan karena semakin jelas dan tidak terlihat cahaya rembulan yang masuk.


GEDUBRAKK………..BRUUJKKK……


Kami terpeleset dan terjun terjatuh ke suatu tempat yang luas yang mirip dengan awal saya terjatuh dan bertemu dokter dan perawat yang seperti di penjara itu. saya yakin kalau itu adalah tempat yang sama. Saya bicara lagi kepada Adiatma


“ Dit……….. aku yakin , ini tempat yang ceritakan ke kamu tentang dokter dan perawat itu “


Saya dan Adiatma mencari lokasi itu , tapi tetap saja tidak ketemu dimana para dokter dan Perawat itu. apakah mereka semua sudah dijadikan tumbal?. Kami terus mencari karena keyakinan akan tempat yang sama seperti sebelumnya. Masuk ke jalan dengan lorong-lorong yang tidak kami ketahui kemana tujuannya ,dan masuk ke lorong yang ada sebuah sumber suara sedikit lirih. Saya bersemangad karena berpikir itu adalah penjara dokter dan perawat itu. tenryata benar itu adalah mereka tapi dari 2 tempat seperti penjara yang di pagari dengan tralis besi , hanya 1 yang berisi dokter dan perawat yang sudah setengah dari mereka pingsan dan Nampak mati karena kelelahan atau kelaparan. Mereka mengemis-ngemis dan menangis untuk meminta air dan makanan pada kami. Adiatma berinisiatif untuk menggunakan besi panjang itu untuk memukul gembok pintu. Sudha 2 sampai 3 x memukul tapi juga tak bisa terbuka. Kami berdua mencoba memegang bersama tongkat besi itu. sebelumnya Dimas saya taruh di bawah untuk sejenak istirahat dan dia terlihat sudah lebih baikan meskipun masih terasa sakit dari raut wajahnya. Kita pukul dengan keras dan bisa terbuka. Pelan-pelan kita buka pintu tralis itu


Dokter dan perawat itu langsung semua menghampiri kami dan bukannya mengucapkan terima kasih untuk ucapan awalnya , malah langsung merogoh saku dan baju kami untukmencari sesuatu yang bisa di makan atau diminum. Bahkan dia mengancam kami untuk segera memberikan makanan itu. saya bicara pada mereka


“ kami bertiga juga adalah korban.. tidak ada apapun pada kami……. Saya menyelamatkan teman saya yang telah membukan pintu untuk kalian pergi..”


Mendengar saya berbicara seperti itu ,merek tiba-tiba duduk dan menangis sambil meminta maaf karena perlakuan mereka. Saya mengerti bila merek bersikap seperti itu karena rasa lelah dan lapar. Mereka berdiri sambil menatap tajam ke arah belakang kita. Saya dan Adiatma menoleh ke belakang dan ternyata


GEROMBOLAN AHTNU DAN JIN ITU MENGIKUTI KITA DAN SEEPRTI AKAN MEMBUNUH KITA

__ADS_1


Para dokter dan Perawat itu berbicara kepada kami tentang apa yang akan dilakukan. Saya menceritakan semua rencana untu mengakhiri ritual ini. Mereka bergerak dan berjalan ke depan untuk menghadang hantu dan Jin itu. serta ada derap suara seperti sepatu yang muncul di Antara hantu-hantu itu


TUUKK…TUUUKK………TUUUKK..


Para sosok berjubah hitam datang dengan berbaris rapi yang seperti mau bertemu dengan saya.perawat dan dokter berbicara kepada kami


“ kami akan melindungi kalian sebagai balasan kalian telah menyelamatkan kami…. Lakukan apa yang seharusnya kalian lakukan. Saya akan berusahan menahan mereka “


Ketika saya akan membakar ada suara tapak sepatu yang lebh kencang dari sebelumnya. Terlihat ada 1 orang yang berjalan di tengah-tengah orang yang memakai jubah itu. yang berjalan itu juga orang berjubah hitam pula tapi seperti itu adalah pemimpin dari mereka. Orang itu mengangkat tangannya dan…….


MEMBAWA KEPADA DARI ISTRI PAK SUKONTO………..


Saya dan Adiatma langsung tertegun sambil terdiam ,melotot dan menggengam tangan dengan erat seperti ingin memukul. Adiatma berteriak dan berbicara


“ APA YANG KALIAN INGINGKAN….MEMBUNUH KAMI? KAMI YANG AKAN MENGHABISI KALIAN SEMUA DAN MEMASUKAN KALIAN KE JURANG NERAKA “


Orang berjubah hitam yang berada di tengah itu melepas potongan kepada yang ada di tangan kanannya dan kepala itu jatuh lalu menggelinding ke arah kami. Saya yang tak kuat melihat hal seperti itu langsung muntah di sisi kiri. Adiatma mengangkat tangan kanan tinggi-tinggi lalu berkata


“ APAKAH INI YANG KALIAN INGINKAN? SILAHKAN AMBIL SENDIRI JIKA KALIAN BISA “

__ADS_1


Saya menarik baju dari Adiatma yang sudah sobek-sobek dan ada beberapa yang terkoyak lalu bilang untuk berhenti mengatakan hal seperti itu karena akan mengundang mereka datang lebih banyak. Orang berjubah hitam yang menjatuhkan kepada dari istri pak Sukonto itu membuka penutup jubahnya. Perlahan membuka dan ketika terbuka kepaalnya masih menunduk. Dia mengangkat kepalanya dan para dokter dan perawat berteriak dan ada sebagian yang diam. Saya mendengar dari beberapa teriakan dokter dan perawat tersebut bahwa yang berjubah hitam itu adalah


__ADS_2