Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 23


__ADS_3

Setelah kami memutari ruangan tersebut. kami tak menemukan apapun yang bisa di jadikan petunjuk. Tak ad pula gambar-gambar aneh yang berada di tembok area sekitar. Kita berbalik arah untuk membuka pintu dankeluar ruangan , tak lama berselang ketika kita mau membuka pintu , ranjang itu terdengar seperti bergerak dengan suara yang melengking


KRREEKKK………………KKRRREEEEKK………..


Saya langsung menoleh ke belakang dan tak terlihat ada gerakan apapun. Saya meoleh dan memberi kode kepada Rania apakah dia juga mendengar suara yang sama dengan saya. dia menganggukan kepala bahwa dia juga mendengar. Lama-lama suara itu semakin jelas dan keras. Saya melihat lagi ke belakang dengan Rania , ranjang tersebut bergerak membentuk sebuah bentuk dan berusaha mendekati kami. Saya langsung membuka dan mengggerakan handle pintu tapi seperti terkunci dari belakang. Kami mulai panik dan binugn. Berkali-kali pintu tersebut tidak bisa membuka , saya mencoba mendobrak dengan sekuat tenaga tapi tak juga bisa menggetarkan pintu tersebut. ranjang itu semakin medekati kami dan berusaha menghimpit kami. Rania bilang


“ Govii…tolonggg….benda-benda ini seperti dirasuki setan untuk membunuh kita disini “


Saya membalas


“ iya mbak Ran…….sepertinya mereka tahu kita ada disini dan coba membunuh / mencelakai kita disini.. coba mbak lihat di sekitaran mbak , apakah ada jende untuk di buka “


Rania menjawab


“ ada…………ketemu. Itu berada di atas pintutersebut ada jendela berbentuk kotak yang tidak seberapa luas. Sepertinya kita kudu mencoba keluar lewat situ “


Saya melihatnya dan benar memang ada jendela kecil di atas pintu tersebut. saya melihat kembali ke kanan dank e kiri untuk mencari sesuatu hal yang bisa untuk di naiki. Ada sebuah kursi 2 buah di pojokan ruangan ,tapi ranjang-ranjang itu mengikuti kami dan mencoba menabrakkan ke kami. Saya mencoba menghindar dan berhasiil mengambil kursi tersebut. ketika akan membawa kursi , kaki saya kena hambtap rnajang rumah sakit. Meskipun tidak sampai terkena parah , tapi membuat biru dan nyeri luar biasa di betis. Saya melempar kursi tersebut dengan sekuat tenaga ke arah Rania. Sambil terpincang-pincang saya menghindari ranjang-ranjang tersebut. saya bterteriak ke rania untuk segera keluar dari tempat ini. Kaki saya yang sangat sakit ini tetap tak paksa untuk terus berusaha keluar dari ruangan ini setelah Rania keluar. Rania berusaha memanjat jendela itu dengan 2 kursi disusun. Rania menggapai pinggir dari jendelan dari berusaha mengeluarkan badannya ke arah luar dari jendela itu.


Rania berhasil keluar dari ruangan tersebut tapi setelah dia berhasil kelaur dari ruangan ini , taka da suara dari Rania. Saya berteriak untuk meminta tolong pada Rania untuk membantu membukakan pintu tersebut. Rania tak juga membalas teriakan saya untuk membuka pintu tersebut. saya tetap berteriak

__ADS_1


“ Rania…..Raniaaa……….Raniaa… tolong bantu bukakan pintunya ? “


Pintu itu kembali bergetar keras seperti ada yang mencoba mendobrak dengan keras. Pintu itu terbuka dengan kerasnya


GUBRAAKKK.,,…………. BRAAKK…..


Awalnya saya senang karena pintu itu bisa terbuka dan saya segera keluar dari tempat ini. Ketika berlari menuju ke pintu keluar , bukan semangad unutk keluar malah saya mundur untk menjauhi pintu. Ekspektasi saya jauh berbeda dnegan keadaan yang saya alami , karena ternyata yang ada di depan pintu adalah


SESOSOK ORANG DENGAN MENGGUNAKAN JUBAH HITAM


Tak terlihat sosok Rania di antara orang berjubah hitam tersebut. entah kemana dia setelah keluar melalui jendela itu , orang berjubah hitam itu mendekat dan terus mendekati saya sambil mengangkat tangannya seperti vampire. Mereka berjumlah banyak sekali dan karena banyaknya , sampai tidak ada tempat untuk saya kabur. Saya mencoba melawan dengan berlari , menghindari dan sesekali memukul mereka orang yang berjubah hitam. Mereka akhirnya berhasil menangkap saya dan menggotong saya untuk di bawa ke suatu tempat. Ketika para jubah hitam membawa saya , saya melihat ada Rania yang berada di luar pintu tersebut sambil memeluk seorang anak laki-laki yang terlihat masih kecil. Dalam pikiran saya , kemungkinan itu adalah adik bungsu Rania. Saya langsung berteriak kepada Rania


Rania hanya terdiam tak bergeming sedikitpun. Dan mereka yang berjubah hitam juga tidak menangkap Rania. Mengapa ini smeua bisa terjadi?. Saya kembali berteriak kepada Rania yang mulai terlihat jauh


“ RANIAA…..RAANIIIAAAA…….. TOLONG……..”


Rania akhirnya menjawab


“ Sorry Gov…. saya harus berkorban untuk menumbalkan kamu demi menyelamatkan adik saya “

__ADS_1


Mendengar cerita seperti itu , saya yang awalnya ingin membantu Rania jadi marah dan jengkel , tak kusangka dikhianati oleh orang yang malah telah menolong orang sebelumnya. Orang yang berjubah hitam ini tiba-tiba memegang saya dengan erat dan mencekik leher saya sampai tak sadarkan diri.


Saya tersadar setelah pingsan beberapa saat. Ketika saya membuka mata , saya ternyata sudah berada dalam terlentang di sebuah ranjang dengan posisi tangan dan kaki terikat. Sekilas saya menoleh ke kanan dan melihat ada mereka orang yang berjubah hitam lagi dengan posisi jongkok dan merunduk membentuk sebuah lingkaran dan saya berada di tengah. Ketika saya menoleh ke arah kiri itu adalah


ADIATMA


Saya kaget sekaligus bahagia ternyata teman saya masih hidup , tapi disisi lain saya juga bingung kenapa Adiatma bisa ada disni dengan kondisi yang tidak sadarkan diri. Saya berusaha untuk membangunkan Adiatma tapi kaki dan tangan saya terikat , tubuh saya terasa berat ketika ingin di gerakan. Saya hanya bisa berbisik pelan-pelan kea rah telinga kiri Adiatma tapi dia juga tak kunjung bangun. Ketika saya mengangkat sedikit kepala , saya melihat ada seseorang perempuan yang agak bertubuh besar dengan keadaan perut membesar seperti orang yang sedang hamil. Tiba-tiba terdengar suara orang berjalan namun sangat keras ketika menapak ke lantai


DUG…DUG..DUGGG..DUUUGGG…


Perasaan saya sudah tidak enak ketika mendengar suara tersebut. ada yang aneh dengan suara langkah itu. Saya mencoba untuk mengangkat lagi kepala saya untuk melihat apa yang terjadi. Saya terpana , berkeringat kembali ,hati berdebar , gemetar hebat dari ujung rambut ke ujung kaki dan ternyata saya melihat seperti


CAMPURAN KUNTILANA DAN GENDERUWO


Yang besar dan tinggi dengan bermata merah , tangan pendek dengan jari yang sangat panjang beserta kukunya. Saya menaruh kepala kembali berpura-pura seperti tidak melihat apa-apa. Sekali algi saya melirik dan mengangkat kepala sedikit penasaran tentang apa yang dilakukan setan tersebut. dia terlihat masuk ke dalam rok ibu itu dan menarik sesuatu. Dan ternyata itu


BAYI YANG MASIH BERWARNA MERAH


Tak kuat melihat hal tersebut dan membuat saya kepingin mutah karena sadisnya. Ibu itu hanya diam dengan mata terpejam seperti tidak merasakan rasa sakit kembali. Entah apakah dia sudah dalam keadaan mati atau seperti apa. Orang-orang berjubah hitam yang melingkari saya pun juga hanya mengangkat tangan saja tanpa berkata apa-apa. Terlihat setan itu mendekati saya dan memakan bayi itu. Saya langsung memejamkan mata karena ngeri. dia kembali berjalan menuju ibu itu dan memasukkan kepalanya ke rok ibu itu.

__ADS_1


__ADS_2