Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 47


__ADS_3

Pak Sumaji reflek langsung berteriak dengan kencang ketika melihat sosok tersebut. saya pun juga sempat melihat meskipun tidak di depan pas mata saya. saya langsung mundur karena kaget. Rasa takut lagi – lagi menyeruak di dalam diri saya. betapa mengerikannya sosok tersebut. pak Sumaji sampai menjatuhkan senternya karena kaget tersebut. lalu beliau berkata kepada saya


“ Govi. Apa itu tadi yang ada di depanku ? kamu juga melihatnya bukan ?.”


Saya membalas perkataan dari pak Sumaji


“ Iya pak. Saya juga melihatnya tapi untung saya tidak berada di depan sosok itu pas seperti pak Sumaji.”


Pak Sumaji lalu mengambil kembali senter tersebut. dan mengarahkan sinar senter ke sosok yang dilihat tersebut. tapi ketika senter di arahkan ke arah sosok tersebut, tidak Nampak ada makhluk itu kembali. Pak Sumaji bingung kemana perginya sosok tersebut, dia takut tiba – tiba sosok itu hadir di sampingnya atau di belakangnya. Kami berdua menyinari area sekitar untuk memastikan dia tidak ada di sekitar kami. Lalu pak Sumaji berkata kembali kepadaku


“ Govi.. sepertinya kita bisa berjalan kembali, dia sudah menghilang. Ke depannya kita ahrus lebih berhati – hati dan langsung lari saja ke depan bila mendengar atau melihat hal yang sekiranya itu aneh.”


Saya berjalan lebih cepat dari sebelumnya sama pak Sumaji. Ketika kita berlari, suara gesekan dari sepatu terdenagr lagi, namun dengan suara yang lebih keras dan cepat


SRREEKKKK….SSSRRREEEKKKK…..SSSSRREEEKKK..SSSRREEEKKK….


Saya langsung berkata kepada pak Sumaji utnuk berlari ke depan saja tanpa melihat – lihat ke kanan dan ke kiri. Sepanjang lorong tersebut, kami tidak melihat ada jalan ke kana atau pun ke kiri. Hanya lurus saja yang terlihat di depan. Saya berkata kepada pak Sumaji


“ Pak Sepertinya kita harus berpikir sejenak, dari awal kita berjalan melalui pintu yang jebol ini dan sampi sekarang hanya jalur kosong, gelap dan lurus saja yang terlihat. Jangan – ajngna mereka mempermainkan kita dan menjadikan kita tersesat.”


Pak Sumaji mulai memikirkan apa yang saya katakan kepadanya. Dia berinisiatif untuk mengambil kompas yang ada di tasnya. Dan mulai melihat arah di kompas tersebut. dan kagetnya pak Sumaji ketika melihatnya karena ketika saya ikut melihatnya, ternyata hasilnya


ARAH KOMPAS BERPUTAR TERUS DAN TAK MENUNJUKAN ARAH YANG PASTI


Pak Sumaji berkata kepada saya

__ADS_1


“ Dimana ini kita Govi.. kita seperti berada di alam yang berbeda, seumur hidup, saya baru melihat arah kompas berputar tanpa arah seperti ini. dan seharusnya ini tidak mungkin terjadi.”


Saya bercerita pula kepada pak Sumaji kalau saya juga pernah mengalami kejadian seperti ini ketika mencoba menyelamatkan teman saya Adiatma, lorong rumah sakit ketika itu seperti tak berujung dan sepanjang saya berlari hanya berputar – putar di tempat itu – itu saja.


Pak Sumaji terdiam sejenak dan berpikir untuk langkah selanjutnya. Suara gesekan sepatu itu yang tadinya menghilang jadi terdengar kembali. Suara semakin dekat dan dekat. Pak Sumaji langsung mengarahkan senternya kea rah suara tersebut. kebetulan kami berdua sedang berhenti untuk berpikir. Tapi ketika kami berdua melihat, tak terlihat ada siapa – siapa yang datang. Saya tidak percaya begitu saja dan bersiap – siap jika terjadi sesuatu hal. Saya berkata kepada pak Sumaji


“ saya yakin ada sesuatu pak di sekitar kita, kita tidak boleh lengah sediktipun dan bersiap dengan berbagai kondisi. Jangan sampai pula ada barang kita yang di ambil.”


Saya berteriak ke arah suara tersebut


“ HEYYY TUNJUKAN DIRIMU, JANGAN HANYA BERANI MENAMPAKAN SUARA SAJA.”


Ketika saya berbicara lantang dan keras seperti itu, suara itu tiba – tiba menghilang. Selang beberapa menit setelah suara itu menghilang, suara itu muncul lagi dengan menjawab kata


SAYA DISINI TIDAK BERSEMBUNYI


PARA PEJUBAH HITAM DENGAN PEMIMPIN YANG MEMBUKA PENUTUP KEPALANYA


Saya hanya terperanga dan mengajak pak Sumaji langsung berlari kembali. Namun sekilas saya melihat dengan sinar senter, mereka begitu banyak. Mengapa dia bisa sampai ke tempat ini ? atau mereka memang sudah tau bahwa kita akan mengarah ke arah ini. sambil lari kau mengingat – ingat siapa yang saya lihat tadi. Wajahnya orang normal biasa namun dengan ekspresi dan tatapan dingin. Saya baru ignat, ternyata itu adalah


DOKTER YANG MEMERIKSA ADIATMA KETIKA AWAL DIA MASUK RUMAH SAKIT


Saya menceritakan hal tersebut kepada pak Sumaji dan beliau berkata


“ Berarti mereka adalah manusia biasa yang bisa kita lawan jika mereka berusaha mengangkap kita.”

__ADS_1


Akhrinya di depan ada jalan ke kanan dan ke kiri. Saya memilih untuk ke kiri karena terdengar ada suara orang menyanyi – nyanyi seperti algi mengadakan sebuah upacara ritual. Pas kami semakin dekat dengan upacara ritual tersebut dan berusaha menyelamatkan Daus, tak tau kenapa di depan kami yang awalnya terlihat gelap dan kosong tiba – tiba saya menabrak sesuatu yang besar dan smapai jatuh ke belaakng, begitu pula dengan pak Sumaji. Dia juga terpental. Ketika di senteri kembali, ternyata mereka para pejubah hitam ada di depan kita dengan pemimpin dokter itu tadi. Secara logika saya berpikir bagaimana bisa mereka yang awalnya di belakangku menjadi bisa di depanku dan tidak terlihat sebelumnya. Kami berusaha melawan beruda dan pak Sumaji menembakan pistolnya berkali – kali di kerumunan para pejubah hitam tersebut. tapi juga tak ada yang kena alias semuanya meleset, padahal dengan jarak dekat.kami di kepung dan tidak bisa berkutik lagi. Kami di bawa ke proses ritual itu dengan berjalan.pisau yang kebetulan saya bawa terus di saku, tidak sempat saya gunakan karena mereka terlalu banyak. Kami dipaksa untuk duduk tertunduk di depan pak Sukasto dan Rendi yang kondisinya juga hanya ada lampu minyak berwarna kuning di pojok – pojok ruangan. Kami tidak bisa meliaht dengan jelas mereka meskipun kami juga yakin itu adalah mereka. Saya berkata kepada pak Sumaji


“ pak Sumaji.. itu sepertinya sudah bukan pak Sukasto, lihat badannya sudah banyak perubahan. Wajahnya menjadi berubah, alisnya lebih panjang, matanya menjadi merah, kulit wajahnya menjadi lebih gelap, badannya menjadi lebih tinggi dan besar, tangannya menjadi lebih apnajng dan kukunya panjang, jarinya pula. Pola wajahnya juga tak berbentuk seperti manusia pada umumnya, mungkin dia sudah di rasuki jin / setan yang mereka puja.”


Pak Sumaji juga berkata


“ Benar apa yang kami katakan, dia sudah bukan lagi pak Sukasto. Lihat yang sebelahnya juga, dia juga bukan terlihat seperti sebelumnya. Entah apa yang mereka lakukan sebelumnya. Pak Sukasto juga tidak mungkin bisa menghindari tembakan saya dengan jarak yang sangat dekat sekali.”


Tak perhatikan kembali, tidak terlihat ada Daus disitu, kemanakah dia. saya bilang dengan keras kepada pak Sukasto


“ Kemana teman saya Daus, dia tidak ada ikut campurnya dengan kalian. Kami berdua yang punay masalah dengan kalian, bukan Daus.”


Pak Sukasto hanya menjawabnya dengan ketawa lantang dan keras


HAHAHAHA….HAHAHAHA….HAHAHA


Lalu dia berkata


“ ( sambil menunjukan robekan dari baju Daus ). Ini yang kamu maksud, dia sudah menjadi tumbal dari pemimpin kami dan memberikan tenaga kepada kami semua.kamu hanya anak kecil yang akan menjadi tumbal selanjutnya, bersiaplah nak!!”


Saya membalas perkataan dari pak Sukasto


“ ( dengan wajah yang marah meskipun dengan bekas luka dan perban di kepala ) kurang ajar kamu!!!!! Aku tidak akan sudi jadi tumbal ritual gila kalian.”


Pak Sumaji menyuruhku untuk dia saja karena percuma membalas perkataan mereka yang tak berujung. Pak Sukasto dan Rendi berjalan menuju ke arah kita berdua dan seperti bersiap untuk menjadikan kami tumbal dengan di taruh di depan tempat pemujaan.

__ADS_1


Kami digotong oleh mereka para pejubah hitam menuju ke tempat persembahan. Saya dan pak Sumaji sudah pasrah karena tidak bisa melawan apapun, jumlah mereka terlalu banyak dan kuat – kuat. Pak Sukasto dan Rendi menunggu di tempat persembahan, tiba – tiba mereka para pejubah hitam yang mengangkat kami berdua, menurunkan kami dan mereka pejubah hitam itu bilang kepada kami


“ UNTUK KEDUA KALINYA, KAMI AKAN MEMBANTU KALIAN!!!”


__ADS_2