
“ mas Govi…………ketika saya awal kesini untuk mencari ibu saya…bangunan rumah sakit masih terlihat utuh dan tidak ada tanda-tanda kebakaran ,disitu juga jelas terlihat ada garis polisi berwarna kuning yang di pasang “
Karena kami bertiga sudah lelah , kami terus berjalan menuju rumah Rudi dan tidak lagi menghiraukan apa yang terjadi pada rumah sakit itu. baru berjalan sekitar 100 meter menjauh dari rumah sakit , ada suara lonceng kecil
KRINGGG……..KRRIIINGGG………KKRRRIIING…….
Saya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sumber suara tersebut. tidak ada satupun orang yang ada di sekitaran kami. Saya menoleh kembali ke Rudi dan dia juga tak melihat ada seorangpun ada di sekitaran kita. Beberapa menit kemudian locneng kecil itu berbunyi kembali
KRRIIINGG……………KKRRIIIINNGGG………..KKRRIINNGGGG..
Kami bertiga berhenti sejenak , berpikir dan dan bersikap siap bilamana terjadi sesuatu. Setelah kami lihat dengan detail , suara itu berasal dari seorang tukang becak yang datang dari arah rumah sakit ,beliau terlihat sudah tua , berjenggot putih ,memakai kopyah hitam , berbaju seperti orang lama dengan kaos putih polos dan Handuk yang melingkar di lehernya. Sejenak berpikir
“ malam…malam.. jam 01:20 WIB , hawa yang dingin.. buat apa ada tukang becak yang lewat , memakai handuk lagi seperti orang yang telah mengayuh becaknya dengan keras “
Tukang becak untuk semakin mendekat dan menyapa kami
__ADS_1
“ Dikk…… ngapain malam-malam jalan di dekat rumah sakit? Apa kamu mau periksa ke rumah sakit ini? “
Rudi secara spontan menjawab
“ iya pak.. saya mengantar kakak dan adik saya , tapi ternyata rumah sakitnya tutup “
Tukang becak itu menjawabnya
“ ( dengan wajah datar ) rumah sakit ini baru beberapa hari kemarin terbakar besar disini , kabarnya membunuh semua dokter dan perawat yang ada disini. Mari saya antar kembali kalian pulang , daripada jalan kaki “
“ Pak…maaf bukan lewat sini , bapak tersesat agak jauh ini. Mungkin bisa putar balik menuju kerumah “
Tanpa berekspresi dan membalas ucapan dari Rudi , becak tersebut langsung putar balik kea rah yang ditunjuk oleh Rudi. Saya bilang ke Rudi untuk tidak tidur dan menjadi penunjuk jalan ke tukan becaknya. Tidak lucu kalau malam-malam tersesat. Ketika di perjalanan , saya melihat ada orang yang berkendara motor dijalan dan menunjuk ke becak kami sambil berteriak. Rudi menujukan gang rumahnya dan menunjuk untuk berhenti dirumah itu. ketika berhenti di depan rumah , saya menanyakan harganya berapa untuk tarif becaknya. Dia menggeleng-gelengkan kepala seperti bilang tidak.saya tegaskan sekali algi berapa tarifnya tapi di jawab. Tukang becak itu berbalik arah dan menuju ke becaknya untuk meninggalkan kami. Rudi bilang ke saya
“ ya sudah mas Gov… bila memang tidak mau di bayar tidak apa-apa. Kita sudah menawarkan tadi “
__ADS_1
Tanpa ambil ribet ,saya pun juga langsung berbalik arah untuk membuka pintu. Pas pintu terbuka ,tukang becak itu berbalik arah ke arah kami lagi dan berkata
“ mas….saya sebenernya juga mau perika jahitan di leher saya tapi sudah terlanjur putus mau bagaimana ( sambil memegang kepalanya sendiri yang sudah putus dan di pegang di dada kanannya ) “
Saya mendengar suara itu dan langsung menoleh ke arah tukang becak itu dan sontak berteriak keras
SETAAANN……..SETAAANNNN…SETTAAANN,,,,,,
Rudi pun yang awalnya membuka pintu lansgung berteriak sama seperti saya. kami berteriak dan berlari ke dalam rumah sambil menutup pintu ,mengunci dan mengganjal apapun dengan benda. Pintu kamar kami buka dan kami tidur selimutan bertiga. Selintas ada suara orang tertawa dari luar rumah
XIIIXXIXIIIIXXIII….,………HIIIIIHHHIIIIIIIIII
Lalu suara lonceng yang berbunyi
KRINGG…..KRRIINNGGG………KKKRRRIIIINGG….
__ADS_1
Suara itu perlahan semakin menjauh dan menjauh lalu menghilang. Saya menoleh kepada Rudi dan berbicara tak usah dipikir karena dia sudah pergi.