
“ tinggal 1 tugas kita yaitu mengambil buku sekte yang ada di Rania dan membakarnya “
Dalam benak saya , bagaimana ibu rania bisa mengetahui jika Rania salama ini menyimpan sebuah buku sekte yang di simpan di kamarnya selama berpuluh-puluh tahun?. Ibu Rania menceritakan secara sekilas jika Rania telah berubah semenjak kejadian dia menghilang selama 3 bulan itu.dan Rania terkadang entah sadar atau tidak , seperti melakukan sebuah ritual di kamarnya itu. saya bicara pada ibu Rania
“ lohh…bu , mohon maaf sebelumnya , Rania bercerita ke saya bahwa dia tidak pernah berinteraksi dan tidur di kamarnya lagi semenjak dia menghilang “
Ibu itu memahami cerita yang diceritakan kepada saya , tapi relitasnya dia seperti punya
KEPRIBADIAN GANDA SEMENJAK TRAGEDI ITU
Saya bingung ketika ibu Rania menceritakan hal tersebut. Kepribadian ganda? Tak terbayang itu seperti apa. Apakah dia bisa berubah menjadi orang lain dalam waktu-waktu tertentu? Atau hanya sifatnya yang berubah. Sejenak ku berpikir ,dia bisa yang tiba-tiba dari menolong saya menjadi berbalik berkhianat pada saya dalam tempo yang sangat cepat.
Dari kejauhan , terdengar suara gemuruh nyanyi-nyanyi semacam ritual tapi dengan suara yang lebih besar dan terkesan banyak ayng mengucapkan. saya menunjuk pada sumber cahaya dan lampu kuning yang menyala cerah kepada ibu Rania dan istri pak Sukonto. Saya katakan kepada mereka
“ itu bu……sumbernya mereka ada di dekat sumur dan pohon beringin tua “
Ibu Rania bilang
“ bagaimana dengan bukunya? Tanpa hal itu semua akan sia-sia. Kita kesana dibunuh oleh mereka pula “
Telrihat dari kejauhan tinggal 1 orang yang tergeletak di tengah-tengah ritual ,siapakah itu? apakah itu pak Sukonto atau Adiatma? Waktu menunjukan waktu kurang dari 3 menit utntuk puncak ritual. Cahaya bulan begitu terang dan jelas terlihat ketika malam itu. di telinga kiri saya ada suara rintihan yang bukan dari ritual tersebut. Saya mengatakan kepada mereka
__ADS_1
“ bu……….ada rintihan , seperti dari kamar itu.. ayo bareng-bareng kita lihat , barangkali kita bisa menyelamatkan orang dari ritual ini “
Ibu Rania melihat dengan mata melotot , dan bilang
“ ITU RANIAAAAA!!!!”
Dalam hati saya berkata ,mengapa rania menangis tersedu-sedu dengan posisi di pojok dan baju yang terkoyak-koyak seperti habis diserang oleh hewan buas dan apakah itu kemungkinan di serang oleh setan. Ibu Rania langsung berlari menuju ke Rania dengan cepat , ketuk sepatu yang terdengar oleh orang yang berjubah hitam , jendela yang ada di atas rania dimana rania memojok , terbuka dan pecah dengan sendiri. Dari balik jendela itu para jubah hitam berbaris seperti akan menyerang kami. Ibu Rania mencoba menenangkan Rania , tapi Rania memeluk Kedua kakinya sambil memojok dan berkata
“ JANGAN…………….JANGAN…………..JANGAN…………AMPUN……………AMPUN……. “
Ibu rania berteriak kepada kami
“ CEPAT TUNTASKAN INI “
“ LARILAH NAK…………….engkau harapan kami semua , waktu saya sudah habis. Saya akan berkorban untuk menyelamatkan temanmu karena saya tidak ingin apa yang terjadi kepada saya dan pak Sukonto terjadi padamu ( sambil menetaskan air mata ) “
Saya tak kuat menahan tangis dan haru , ketika mendengarkan apa yang dikatakan mereka. Saya bergegeas lari menuju ke sebuah tanah lapang yang ada di tengah rumah sakit dan akan membakar semua in. tangan saya merogoh kantong yang ada di kiri saya.
“ waduuuuhh………….. korek yang diberikan pak Sukonto menghilang “
Toleh kanan dan kiri ,bingung harus mencari kemana ini korek. Saya menoleh ke tempat ibu Rania dan istri pak Sukonto ,mereka tak terlihat , hanya rontahan kesakitan dan teriak. Hati ini menjadi pegal ,ingin berteriak ,emosi meluap-luap ,sungguh rasanya seperti tak mau memaafkan apa ayng telah terjadi ini. Saya terus berlari dengan sisa tenaga ini untuk mencari korek. Ruangan tiap ruangan saya lihat tapi tetap hanya tangan kosong yang saya dapat. Apakah semuanya hanya berakhir seperti in ( dalam benakku berkata seperti itu ). Tiba disuatu titik yang di depan saya berderet
__ADS_1
KUNTILANAK
Saya berbalik arah ke belakang dan ketemu
ORANG BERTUBUH BESAR BERAWARNA HITAM DAN BERMATA MERAH
Saya berlari kea rah kiri saya. dari belakang serasa ada yang mendorong dengan hembusan yang keras sekali. Saya terpental terbentur balkon setinggi 1 meter. Tersungkur dan tak kuat berdiri , badan ini sudah di titik ambang lelah. Terasa tiba-tiba kaki saya ada yang memegang erat , sangat eratnya sampai saya berteriak kesakitan
“ AGGGHHHHH……….AGGGHHHHH………… LEPASKAN……….LEPASKAN…….. “
Dari balik balkon setinggi 1 meter itu , terdengat suara
GOVII.,………….GOVIIII…………LEMPAR TASNYA KESINI
Saya lihat tas ,dan untuk masih melingkar di tangan saya , tangan yang menggenggam erat kaki kananku tiba-tiba menarik saya seperti akan dibawa ke suatu tempat. Saya berteriak minta tolong , dan saya mengetahui yang berteriak-teriak itu adalah
ADIATMA SAHABAT TERBAIK SAYA….
Saya langsung lempar buku itu sekuat tenaga ,lalu mengangkat sedikit kepala dan melihat kea rah kaki kanankku. Itu adalah sosok jin yang akan memakan kami ketika di ritual tersebut. saya berteriak dengan tenaga terakhir saya ke Adiatma
“ DIT……. CEPAT BAKAR BUKU ITUUU DI ATAS TANAH………. “
__ADS_1
Raga sudah pasrah karena sudah mencapai di titik akhir. Jin itu melempar saya kembali sampai saya pingsan dan tersungkur.sejak saat saya tak sadarkan kembali tentang apa yang terjadi setelah itu.