Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 24


__ADS_3

Tubuh ibu itu pun yang awalnya seperti manusia biasa menjadi menyusut perlahan-demi perlahan seperti orang yang kekurangan air. Tangannya menjadi kecil ,badannya menjadi kecil namun mengapa ibu itu tidak memberikan tanda seperti menjerit dan sebagainya?. Ini adalah pembunuhan yang sangat-sangat kejam. Terlihat juga di sekeliling kita orang berjubah hitam yang hanya duduk dengan melipat kaki tak berbuat apa-apa.


TUUUKKK………..TUUUKK……….TUUUKK……….


Ada terdengar seperti suara tapak sepatu yang berjalan dari telinga kanan saya. Siapa ini? Apakah ada sesuatu hal baru yang datang kembali? ( sambil mendengarkan suara sepatu itu ) saya mencoba terus untuk membangunkan Adiatma untuk berusaha kabur dari tempat laknat ini. Saya mencoba membalikan badan setelah mengarah ke tubuh Adiatma yang ada di sebelah kiri saya. Saya sedikit melirik , ternyata itu adalah sesosok orang yang juga berjubah hitam namun dia hanya sendirian. Ketuk sepatunya semakin pelan dan dia duduk di antara orang berjubah putih juga. Tak lama setelah itu , dia berdiri sendiri di Antara jubbah hitam lain yang masih duduk. Dalam pikiran saya , jangan-jangan dia adalah sesosok setan seperti yang memakan ibu tadi untuk mengeksekusi saya. Saya mencoba menjerit sekencang-kencangnya , tapi suara ini seperti membisu dan tidak keluar. Segala upaya saya lakukan mulai berguling-guling tapi tetap saja hanya berguling-guling di tempat. Saya sambil melotot dan menggeleng-gelengkan kepada dan berkata dalam hati ( tolong saya , saya tidak tahu menahu soal ini jadi lepaskan saya ). Tangan keluar dari orang berjubah hitam tersebut dan terlihat tnagan manusia biasa bukan setan. Saya di genggam dengan tangan kirinya dengan kuat dan tangan kanannya juga menjulur untuk menggenggam Adiatma. Gelagat aneh terlihat dari orang itu , saya ditarik sekencang-kencangnya dan dilempar jauh sampai ke luar lingkaran ritual tersebut. Orang berjubah hitam yang lain langsung menengok kea rah jubah hitam itu. Setan yang sedang menggerogoti darah dari ibu tadi terlihat mengangkat kepala seramnya dan menoleh juga ke arah jubah hitam. Jubah hitam itu langsung berbalik arah dan mengarah ke kami lalu menyeret kami sambil berlari sekuat tenaga untuk menjauhi mereka semua. Tubuh saya yang awalnya tidak bisa di gerakkan dan tubuh Adiatma yang seperti orang pingsan tiba-tiba bangun kembali. Saya langsung bilang


“ apa yang anda lakukan pada kami? Tapi say ucapkan terima kasih banyak. Anda mau membawa kami kemana? “


Dia bergeming tetap tak berkata apapun. Semakin curiga saya dengan dia meskipun dia sudah rela menolong saya dan Adiatma. Saya membentak sekali lagi pada dia


‘ SIAPA ANDA DAN APA TUJUAN MENYERET KAMI ?”


Tenaga dan tubuh saya sudah kembali normal ,tangan saya menggengam dari tangan orang itu yang sedang menggengam saya sambil menyeret. Saya bilang untuk lepaskan saya dan karena saya bisa berlari sendiri. Dia berhenti dan membuka jubah tersebut dan say melihat itu adalah


DOSEN PEMBIMBING SAYA

__ADS_1


Saya langsung berucap


“ Bapak………. Kok bisa bapak tiba-tiba datang kesini?( sambil terkaget-kaget )”


Sudah jangan banyak bertanya , yang penting kita pergi dulu dari tempat ini. Ketika saya menoleh kebelakang ,tenryata mereka gerombolan hitam berjalan dengan cepat untuk mengejar kami. Saya dan dosen saya langsung membopong Adiatma dan mengajaknya berlari pula. Adiatma sudah setengah siuman dan berkata


“ Gov…………….aku tadi di serang oleh sesosok makhluk besar dengan kuku yang panjang dan tangan yang besar , dia melukai perut saya da nada juga seorang perawat yagn membungkam mulut saya dan tersenyum lebar , saking lebarnya sampai merobek kulit pipinya hingga telinga. Setelah itu saya tidak sadarkan kembali padahal saya menocba menjerit sekencang-kencangnya “


Dosen pembimbing saya ikut mendengar ceritakan yang di katakan oleh Adaitma. Dia seperti menghela nafas panjang , entah apa maksud dna tanda dari dosen saya itu. Kita menemukan sebuah tempat yang kecil di Antara bangunan-bangunan rumah sakit itu. Saya merasa aneh melihat ada bangunan rumah sakit yang terbakar di sepanjang saya berlari ,padahal rumah sakit ini terlihat bagus awalnya ketika masuk sini. Kami masuk keruangan itu dan bersembunyi. Terdengar suara lonceng kecil dari luar seperti orang tua-tua zaman dahulu


Dan dari suara lonceng kecil itu juga ada yang berkata


“ waktunya minum obat………xixxixi………”


Tertawanya membikin bulu kuduk kami semua merinding , dosen saya menggunakan tangannya unuk menutup mulut kami. Ruangan tempat sembunyi kami gelap , tapi kami menahan diri agar tak bertemu rombongan orang berjubah hitam tersebut. Dan itu siapa yang berkata seperti itu barusan dari luar pintu. Siapa yang akan di berikan obat malam-malam seperti ini?

__ADS_1


Dari atap ruangan kami terdengar pula ada suara orang yang melompat-lompat. Semakin lama ,suaranya semakin cepat. Saya bicara dengan Adiatma


“ apa ini pocong? ( sambil berbisik-bisik )”


Adiatma hanya menjawab dengan kode angguan kepala yang menandakan dia menjawab


“IYA”


Saya berbisik kepada dosen saya , apa yang terjadi pak? Apakah bapak tau dengan kondisi seperti ini?. Beliau hanya menjawab dengan angguan kepada sama seperti Adiatma yang jawabanya juga sama yaitu


“IYA”


Suasanya mulai hening dan tak ada suara , kami bertiga masih merasa bahwa semua jin dan setan berkumpul disini. Tak lama setelah itu pintu tempat kita bersembunyi bergetar


Krootoaaakk………krrooottaaaakkk…….kkrroootttaaakkk

__ADS_1


seperti ada orang yang ingin membuka dari luar tapi tidak bisa, kami semua salin berpelukan sebagai tanda rasa takut dan saling melindungi. Dosen saya belum bisa menceritakan sekarang kenapa dia bisa tau ada kejadian ini dan menyelamatkan kami semua. Saya punya ide untuk membakar buku tersebut agar jin dan setan-setan cepat menghilang. Tapi saya terpikir ,dimana buku itu setelah saya membaca bareng dengan Rania di tempat mengintip tadi. Saya ingat-ingat kembali , ketika di lingkaran tengah , tak juga melihat para jubah hitam membawa buku untuk di bacakan. Saya menceritakan ide saya kepada pak dosen dan Adiatma. Mereka sebelumnya tidak tahu bahwa semua proses ini berasal dari buku tersebut.


__ADS_2