Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 27


__ADS_3

Orang puskesmas itu menyebutkan kalau kami terdampar terlalu jauh dengan kota Malang. Ternyata saya sekarang ada di daerah Kabupaten Malang , tepatnya Malang selatan. Mendengar ucapan orang puskesman itu , saya heran dan bingung ,bagaimana bisa saya terlempar begitu jauh sampai ke daerah ini.


Pegal dan lelah badan ini sudah tak tertahankan sambil menahan rasa sakit luka yang ada di dada , akhirnya saya tertidur di kursi di depan istri yang tertidur. Ketika bangun , tak sadar saya dan istri sudah di bawa dengan Kasur dorong untuk dilakukan perawatan. 4 hari kami dirawat di di puskesmas tersebut dengan pelayana yang sangat baik. Orang yang menolong saya itu bernama ibu Murti , ibu murti kesehariannya juga berjalan kaki menuju ke puskesmas melalui jalan tersebut tapi dia baru pertama kali kejadian yang saya alami. Setelah 5 hari kami di izinkan pulang dari rumah sakit tersebut namun batin dari istri saya masih terpukul semanjak kehilangan anak saya di rumah sakit itu. Kami berencana untuk menuntut rumah sakit itu atas upaya pembunuhan tersebut. Kami berangkat menuju ke kantor polisi di sekitaran rumah sakit dan membuat sebuah laporan upaya pembunuhan berencana.pihak kepolisian pun mengusut permasalah itu dan hasilnya


NIHILL!!...


Yang menambah emosi dan amarah kita adalah pihak rumah sakit membantah bahwa pernah merawat anak kami dengan bukti data medis. Usaha kami atas semua tuntutan kerumah sakit sia-sia. Tpi saya yakin saya akan membalas dan emngungkap suatu saat nanti. Istri saya pun tak henti-hentinya menangis. Kami memutuskan untuk tidak menempati rumah kami yang berada di kisaran rumah sakit dan berpindah jauh. Kami pindah ke daerah Malang selatan yang hening dari hiruk pikuk dan kami menetapkan mencari kontrakan di area puskesmas tempat kami merawat. Saya yakin , semuanya bisa di ungkap dari kebun tebu tersebut.


Ketika mendengar cerita yang panjang dari Pak dosen Sukonto , saya ( govi ) memutuskan untuk membantu bapak mengusut tuntas setuntas tuntasnya masalah ini. Saya dan pak dosen berlari mencari sebuah petunjuk untuk bisa kembali masuk ke tempat ritual tersebut sebelum terlambat. Bila melihat dari cerita pak dosen dan Rania , saya seperti dilempar ke dimensi waktu dan tempat yang berbeda. Saya terus berputar mencari petunjuk di sekitaran hutan itu. Saya berkeinginan menelepon Rania unuk meminta buku itu , tapi peluangnya kecil untuk berhasil. Dia sudha berkhianat ke saya dengan menjadikan kami ( Govi dan Adiatma ) menjadi tumbal. Pak Sukonto memanjat pohon ayng ada di sekitaran saya , dia bilang


“ Gov………..terlihat ada tembok yang tingginya sekitar 2 meter dan terdapat sinar terang di dalam tembok tersebut”

__ADS_1


Kami berlari menuju tembok tersebut ,tapi semakin kami berlari mendekati tembok tersebut , tembok itu terkesan semakin menjauh pula. Kami seperti mengejar barang yang bisa bergerak ,padahal itu hanyalah tembok. Saya terdiam dan bilang


“ Pak…. Coba kita mencari petunjuk di sekitar kita. Kita tersesat disini pasti ada sesuatu aygn bisa dijadikan petunjuk “


Saya terdiam sejenak dan berpikir. Lalu saya ingat. Di buku sekte halaman 100 menyebutkan jika untuk mengulang dan melakukan perjanjian dari awal ,harus membakar titik / tempat yang kalian pernah berada disitu namun bukan suatu tujuan atau keinginan anda. Saya yakin hutan ini bukanlah tujuan kami , dan pasti sesuatu yang bisa di bakar karena di buku tidak tertulis lagi apa yang perlu di bakar. Saya mengajak pak Sukonto untuk menuju ke titik awal bagaimana kami bisa tersesat di dalam hutan ini. Sampailah kita pada titik awal berada disini. Saya menghadap ke bawah / tanah , melirik ke kanan dank e kiri , dan menoleh kearah tempat Adiatma di culik oleh setan itu. Pak Sukonto menyalakan senternya untuk melihat sekeliling lebih jelas karena kami hanya mencari petunjuk menggunakn sinar rembulan saja. Ternyata ada suatu tanda di pohon itu. Tanda silang di setiap pohon yang membentuk sebuah lingkaran.bila kita Tarik garis untuk menghubungkan dari tiap pohon , maka akan muncul titik temu dari ke empat pohon tersebut. Dan hal itu lurus terhadap tanah yang pas ada di bawahnya. Kami mengamati lebih dalam tanah itu , membuang rumputnya dan melihat ada gundukan tanah yang setinggi mata kaki. Saya menggali tanah tersebut dan munculah


SEBUAH KERTAS BERISI MANTRA


“ Pak……..saya menemukan sebuah kaos dan celana.. kira-kira punya siapa ya pak di tengah hutan seperti ini? “


Pak Sukonto kaget bukan main ketika saya berbicara seperti itu ,matanya berkaca-kaca ,mulutnya tertutup oleh tangannya , badannya yang tegap dan berdiri tiba-tiba jatuh tersungkur duduk di atas tanah ,dia jatuh sambil menyeret badannya mundur pelan-pelan.. saya bilang

__ADS_1


“ pak…………pak Sukonto………apa anda baik-baik saja ? “


Dia menjulurkan tangannya dan melambaikan tangan eperti kode mengatakan tidak. Aneh sekali sikap pak Sukonto ini , mengapa hanya melihat baju danm celana saja sudah shock sekali seperti itu. Saya terus merayu pak Sukonto untuk berbicara tentang apa yang terjadi. Saya memegang pundaknya berkata , apa ini baju anak bapak (sambil berbicara pelan dan kalem ). Dia tetap menangis tak henti-henti. Ini semakin meyakinkan saya bahwa ini adalah benar baju dan celana anaknya semenjak kejadian 10 tahun yang lalu menurut cerita pak Sukonto sendiri. Dia lalu mengambil baju itu dan memeluknya , selama 5 menit dia menangis dan lalu berbicara


“ anak saya adalah anak terakhir dari korban kekejian rumah sakit ini.. saya BERJANJI.. “


Saya lalu membalasnya


“ apakah baju anak bapak ini akan saya bakar juga?.. atau akan bapak simpan untuk kenangan bapak? “


Dia menjawab bahwa bakar semua barang yang berhubungan dengan semua kejadian ini. Saya mendekap pundak pak Sukonto untuk menguatkannya , dan akhirnya kami bakar semua menggunakan korek beliau yang untungnya dia adalah perokok yang selalu membawa korek kemana-mana. Api semakin membesar dan membakar apapun yang ada di sekitaran area itu. Saya hanya melihat dari kejauhan dengan pak Sukonto , lama-kelamaan kami sadar ternyata api itu hanya membakar area lingkaran yang terbentuk dari tanda di pohon tersebut. Dengan mata melotot ,semangad saya menggebu-nggebu untuk membalas ini semua dengan tangan saya.

__ADS_1


__ADS_2