Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang

Keringat Dingin : Sekte Rumah Sakit Malang
Chapter 25


__ADS_3

Kami semua perlahan mendekati pintu dengan pelan-pelan mengendap. Pelan-pelan sampai suatu ketika di ruangan yang gelap ini kaki saya menginjak ada sesuatu yang basah di bawah. Saya menoleh ke pak dosen dan Adiatma untuk berhati dan memberikan kode kea rah bawah kaki. Saya bicara


“ SSSSttttt……. Awas ada sesuatu di bawah ,lihat pelan-pelan menggunakan senter ( sambil berbisik pelan ) “


Pas dosen saya membawa senter kecil di saku kanannya , dilihatnya dan ternyata


SEPERTI SUNGAI DARAH MENGALIR DI BAWAH PINTU..


Saya yakin sekali hantu ada di depan pintu itu untuk menunggu kami. Saya menghitung dengan isyarat jari kepada pak dosen dan Adiatma untuk mendorong pintu dengan cepat dan berlari. Adiatma memberikan kode kalau badannya masih panas dan tak kuat berlari kencang-kencang. Saya memegang pundak Adaitma dan berkata


“ tahan sebentar…………….kita harus keluar dari sini dan saya berjanji akan membantumu untuk menyembuhkan sakitmu , yang penting kita harus SELAMAT!!! . sekarang kita hitung 1……….2……….3………“

__ADS_1


Seketika langsung kami dobrak dan berlari sekencang-kencangnya. Dengan sedikit menutup mata , kami bertiga lari kea rah yang sama dan ketika berlari. Saat saya membuka mata , kaki saya berat dalam berlari , pas saya toleh kea rah kaki ternyata ada sesosok jin dengan mata hilang 1 dan tangan yang mencengkram sakit sekali. Saya berteriak


“Pak dosen , Adiatma tolong ada yang memegang kaki saya “


Dosen saya yang awalnya juga tak memerhatikan sekitar , dia langung mendekati saya dan melihat kaki saya. Dia bicara


“ Tenang Govi……….sudah tidak ada apa-apa “


Saya melihat lagi kondisi kaki saya dan melihat sudah tidak ada apa-apa. Tapi saya yakin mereka semua ada di sekeliling kami.kami secara gak sengaha terjatuh , tersungkur karena kaki kami menyangkut sesuatu. Ketika di perhatikan ternyata


Saya mengucek mata dan meihat sekitar kalau kita sudah sanagt tersesat jauh dan bangunan ini berubah menjadi

__ADS_1


HUTAN


Tidak Nampak lagi puing-puing bangunan di sekitaran kami. Tanah yang kami pijak pun adalah rumput. saya menatap pak dosen dan bicara


“ Pak……mana Adiatma….. “


Dosen menjawab


“ ( sambil menoleh ke balakang ,ke kanan , dan ke kiri ).. hahhh………tadi ada di samping saya “


Kami mendengar suara minta tolong ,tak ada siapapun selain kami berdua. Kami terus mencari sumber suara dan ketika kami mendongak pelan ke atas , Adaitma di peluk dari belakang oleh sesosok Jin bertubuh besar ,berwarna merah , seperti kuntilanak yang saya lihat ketika memangsa ibu yang hamil tadi. Sambil menjulurkan tangan kanannya ke arah kami ,Adiatma memberi sinyal untuk minta tolong ke kami. Kuntilanak itu merangkul Adaitma dengan erat dan menjauh dari kami sambil terbang. Kami mengejar tapi menghilang begitu cepat. Saya akan berusaha untuk tidak akan kehilangan teman terbaik saya. Saya tertunduk dan terjatuh di tanah dengan tumpuan lutut saya , saya merasa terpukul karena tidak bisa menolong teman saya. Dosen itu mendekati saya dan bilang jika akan bersama-sama membantu untuk menyelesaikan semua ini. Saya menoleh ke arah dosen dan bialng mengapa bapak menolong saya seolah-olah tau semua ini akan erjadi. Apakah bapak sebelumnya pernah mengalami hal yang sama. Bapak Dosen sambil berurai air mata yang menetes ketika tangannya memegangi pundah saya. Akhirnya mencurhatkan isi hatinya

__ADS_1


( ditemani suara jangkrik karena di Antara hutan sengon dan yang lainnya ). Tepatnya 10 tahun yang lalu , saya ( dosen ) mempunyai anak berumur 5 tahun , dia adalah anak bungsu saya yang paling saya sayangi. Suatu ketika dia lagi bermain dengan anak umur sebayanya sekitar sore hari. Menjelang maghrib anak saya pulang tapi dengan kondisinya yang panas badannya. Karena panasnya , dia sampai lemas dan pingsan di karpet depan TV. Saya dan istri langsung membawanya ke rumah sakit. Kebetulan rumah sakit yang kami tuju adalah rumah sakit yang dekat dengan rumah yaitu rumah sakit ini. Awal masuk ,rumah sakit ini begitu ramah ,baik dan pelayanan cepat. 2 hari pertama kami dirumah sakit semua berjalan dengan lancar dan tidak da masalah. Anak kami di diagnosa terserang virus tapi pihak dokter tidak bisa mengungkap virus apakah itu. Masuk hari ketiga , ada kondisi yang berbeda dengan pelayanan rumah sakit ini ,seperti dokter yang jarang berkunjung dan seperti anak saya dibiarkan tanpa ada obat selain penurun panas dan infus saja. Saya ke tempat petugas rumah sakit untuk mengurus semua ini mengapa anak say di telantarkan. Istri saya saya suruh untuk menunggu di kamar untuk merawat anak saya. Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan,saya memutuskan untuk memindahkan anak saya kerumah sakit yang lebih bagus. Pas saya sampai di tempat kamar anak saya ,saya terheran-heran karena istri dan anak saya menghilang. Tak mungkin mereka pergi sendiri dengan kondisi malam hari hujan seperti ini. Saya berlari lagi ke arah petugas rumah sakit dan perawat. Saya bilang pada mereka


“ ( sambil ternegah-engah karena berlari ) sus……..anak dan istri saya tidak ada….. kemana mereka “


__ADS_2