Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 20


__ADS_3

Ya orang itu yang tak lain adalah Ervan.


Tadi dia tidak sengaja melihat Syifa pergi keluar dari kost dengan di jemput oleh rekan kerjanya itu yang tak lain adalah Ryan, kemudian dia pun mengikutinya hingga ke taman ini.


Terus terang saja Ryan adalah kandidat yang menjadi saingan terberat bagi Ervan selain dia seorang pengusaha yang cukup sukses juga walaupun di bawah Ervan, Ryan juga memiliki rupa yang menawan serta latar belakang yang terbilang cukup baik dia salah satu pemuda yang menjadi rebutan juga selain dia tentunya.


" Kenapa lelaki itu selalu menempel kepada Syifa sih, mana statusnya masih lajang lagi, aku harus bertindak cepat ini" gumamnya dengan tangan terkepal sempurna menahan rasa gejolak dan rasa takut akan kehilangan takut sudah pasti dia insecure dengan Ryan tetapi tekat nya sudah kuat untuk memperjuangkan Syifa bagaimanapun dia harus mengambil hatinya.


" Jika harus bersaing maka akulah yang akan menjadi pemenang nya" seringai nya dalam.


***


Dikediaman Kusuma terlihat ervan yang baru pulang entah dari mana dengan muka yang kusut seperti kain lecek yang belum di setrika itu, tentu saja mengundang perhatian nyonya Widya dan papa Angga.


" Kamu dari mana Van, tumben muka mu kusut seperti itu" tanya bu Widya


" Nggak ada apa-apa mah, aku cuman capek aja besok banyak kerjaan yang menunggu" jawabnya ngeles


" Ohh biasanya banyak kerjaan juga nggak sekusut itu, coba kamu berkaca sana kalau tidak percaya" mama Widya pun menimpali dengan sedikit candaan


" Kayak abis patah hati saja" cibir nya


" Udah mah kok anak pulang di tanya-tanya terus sih " papa Angga menengahi dia tahu betul sifat istrinya yang kepo tingkat dewa itu.


" Tahu ni mama kepo, bukanya di sambut kasih kue kek kan aku lapar" jawab Ervan,


ternyata bisa manja juga dia.


" Ih mama kan cuman tanya, memang ya kalau anak laki komplotan tu sama papa nya, coba saja aku punya anak perempuan pasti dia akan membela aku, " dia menggerutu sendiri


Ervan dan pa angga hanya saling pandang dan geleng-geleng kepala, selalu begitu sifat sang mama yang selalu bertingkah manja begitu. Itulah wanita yang paling mereka sayangi

__ADS_1


Dikamarnya Ervan berbaring sambil mengingat kembali apa yang dia lihat di taman tadi bagaimana Syifa terlihat tertawa dan terus tersenyum saat bersama Ervan, berbeda saat bersama dia selalu bersifat kaku dan formal sekali.


" Apa sih kelebihan si Ryan itu pengusaha kunci itu tukul keren an aku kamana- mana kali" gerutunya


Dia pun berdiri di depan cermin dan berkaca lenggak lenggok bagaikan model papan atas nya " kalau dari kanan aku ini sperti Lee Min Ho, kalau dari kiri aku mirip jungkook haha " aku tampan sekali"


Diapun berbicara sendiri sambil menilai penampilannya.


Sebagai seorang lelaki dia tau bagaimana tatapan Ryan terhadap Syifa penuh damba dan pemujaan yang mendalam, caranya memperlakukan nya cara menyapa, berbicara, semuanya sudah sangat jelas,


" Bagaimana pun caranya aku harus lebih dari si juragan kunci itu"


Dia pun mengambil HP nya dan mulai mencari nama Syifa ingin menghubunginya dia ingin membuktikan bahwa dia jauh lebih baik dan bisa lebih romantis di bandingkan si Ryan juragan kunci menurutnya itu.


tuttt tuuut tuuut


Suara dering sambungan telpon menandakan telpon terhubung. Namun sudah dua kali menelpon tetapi tidak juga ada yang mengangkat nya diapun penasaran kenapa kok tidak di angkat.


Karena tidak di angkat diapun mengirimkan beberapa pesan yang berisikan ucapan-ucapan basa basi yang kalau orang lain melihat bukan nya terlihat romantis seperti yang dia gadang gadangkan tadi lebih ke datar dan dingin tetapi memaksa. bagaimana tidak isi pesan ya cuman menanyakan " (kamu kenapa tidak mengangkat telpon ku?),


"( selamat malam Syifa, mulai sekarang aku akan mengucapkan selamat malam padamu setiap malam"),


( kamu sudah makan kan tadi jangan bilang kamu keluar tidak makan sama sekali jangan jalan dengan orang sembarangan lagi) ".


Dan ada lagi yang lainya datar datar saja sayangnya Syifa tidak membaca pesat itu karena sudah tertidur seandainya Syifa belum tidur dan membacanya bisa di pastikan kalau dia akan merasa aneh dan juga darah tinggi.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam blm terlihat tanda tanda kalau pesan nya akan di balas oleh pujaan hatinya itu membuatnya semakin gelisah dan uring uringan.


karena lelah Ervan pun memutuskan memaksakan untuk tertidur hingga jam 1.30 dia baru terlelap dengan penuh.


***

__ADS_1


Kring kring kring


Suara alarm di kamar Syifa membuyarkan tidurnya yang di penuhi mimpi ntah mimpi apa yang jelas dia sudah terbangun.


Di liriknya jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul 5 pagi, diapun beranjak ke kamar mandi mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh nya. Setelah selesai sholat dia lanjutkan dengan mengaji ayat andalannya yaitu al-waqiah hingga matahari mulai nampak dia pun beranjak kedapur untuk membuat sarapan untuk dia dan Sindy, ternyata Sindy juga sudah bangun terdengar suara ribut-ribut di dapur menandakan bahwa sudah ada penghuni yang bangun dan beraktifitas, terlihat Sindy sedang berkutat dengan satu pisau beserta sayur mayurnya.


Perlahan Syifa menghampiri nya sepertinya sangat sibuk sekali tetapi terlihat sangat lincah. Masalah masakan jangan ditanya Syifa lah jagonya, tetapi karena sering nya bersama dan menghabiskan banyak waktu seperti keluarga akhirnya Sindy juga bisa memasak dengan enak tak jauh beda dengan Syifa walaupun masih kembali ke Syifa yang paling top.


" Selamat pagi,, tumben sudah bangun ini buk, ada apa nih gerangan? " gurau Syifa.


Dia pun melihat-sayuran yang hendak di masak Sindy tanpa protes sedikitpun.


" Ini aku mau praktek in hasil aku belajar tutorial tadi malam di youtube aku penasaran kok kayak nya mudah gitu hehe" dia pun nyengir kuda saja dan di anggukkan saja oleh Syifa.


" Kalau begitu aku mau buat minuman anget kamu mau susu atau teh aja,? " tanya Syifa beranjak menuju lemari gantung tempat penyimpanan gula teh kopi dan susu beserta bahan lainya seperti madu pun ada.


" Aku mau teh madu boleh? tolong yang cintaku yang baik hati hehe" jawabnya


" Iya baiklah itu masalah gampang"


" Oiya gimana kemarin kerja luar kitanya kok kamu nggak ngabarin kalau sudah pulang semalam? " tanya Sindy


" Aku nggak enak kamu sudah tidur semalam pas aku mau ke kamar kamu, jadi ya belum sempat deh " jawabnya


" Alhamdulillah semuanya lancar luncur " tambahnya lagi.


Acara masak pun berlalu dan kini disinilah mereka di meja makan, setelah tadi mereka membersihkan diri masing-masing kini waktunya sarapan pagi, dengan hening dan khidmat mereka menikmati sarapan nya ternyata hasil dari percobaan Sindy lumayan juga,.


Semoga saja mereka tidak sakit perut hehe


hay readers bantu dukungan nya ya like komen nya, ini karya pertama author makasih ya bagi yang selalu suport author🙏😁

__ADS_1


__ADS_2