Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 44


__ADS_3

Disebuah rumah mewah tepatnya di taman belakang yang nampak indah dan luas nampak sepasang anak muda yang sedang bersantai sambil menikmati indahnya pagi dengan mesra. Hingga suara seringan HP di meja yang terdapat beberapa cemilan dan teh mengalihkan pokus keduanya.


Drrrt Drtttt Drrt


Nampak nama Doni tertera di layar handphone itu, dengan malas Ervan menggeser tombol hijau di layar itu.


" Halo, ada apa kenapa menelpon di waktu pagi-pagi begini? bukannya tadi abis dari sini? "


Tanya nya sedikit penasaran karena tidak biasanya asisten nya tersebut menelpon di waktu jam kerja di tambah tadi asisten nya itu habis dari rumah nya waktu sarapan dan mengurus berkas-berkas yang di perlukan.


" Ck dasar penganten baru nggak mau amat di ganggu" Decaknya.


" Udah langsung aja, kayak nggak pernah muda aja luh"


" Eii aku emng belum pernah nikah bambang"


" Bawel banget, ini aku mau bilang kalau noh adik ipar luh awas buat ulah barusan aja abis dari sini ngamuk-ngamuk kayak Macan kehilangan jantan nya"


" Eh bentar, tadi si Sitta maksud luh, ke kantor dia? ngapain? ".


" Ya nyariin luh lah bambang, masak nyariin kan usep! Saran aku kamu ati-ati tuh sama si Sitta kayaknya dia nekat aja akut takutnya dia bakal nyelakain Syifa, abis nekat dia mana mau dia tambang emas nya hilang".


" Hemm kenapa nggak kamu urus aja dia smpai tuntas? kan kmu asisten aku dah bayar mahal-mahal lagi gimana sih"


" Heh, nggak maulah gue berurusan sama mak codet mana adek kesayangan luh lagi, kan dah dari dulu gue bilang kalau jangan sering-sering ngasih yg lebih ke orang yang tamak kayak gitu takutnya dia mintak lebih, nah kan sekarang kebukti tu orang nggak mau lepasin lu".


" Yaudah trus sekarang gimana nih jadinya? "


" Yah mending lu siap-siap aja pasti bentar lagi tu cewek pasti kerumah lu, lu kemana gitu mau ngehindar atau mau lu selesain aja tu masalah biar kelar".


" Oke deh ntar aku urus sendiri aja"


" Iya tapi..... "

__ADS_1


tut tut tut


" eh dasar codet kenapa di matiin lan belum kelar ngomong? hemm yaudah deh kan dia mau urus tu semoga aja bisa libas tu manusia gila harta, ".


...****************...


Di rumah keluarga kusuma terlihat seorang wanita cantik yang tadinya sedang asyik sendiri dengan dunia taman nya kini menoleh kan kearah sang suami yang tengah mengangkat telpon dengan mimik muka serius.


" Siapa mas? "


tanyanya penasaran


" Doni, ini nelpon ngasih tau kalau Sitta abis dari kantor ".


" Sitta yang cewek cantik itu ya mas? "


" Cantik kan kamu kok sayang, "


Ucap ervan sambil mencubit hidung bangir istrinya.


Ucap Syifa malu-malu karena di puji suaminya tentu membuat hatinya berbunga-bunga.


" Iya, Iya deh bener Sitta mantan adik ipar aku kemarin, Kamu kan tau gimana dia terobsesi sama aku, lebih tepatnya sama harta, aku tau kalau dia sebenarnya nggak suka sama aku cuman karena desakan orang tuanya ya mertua ku itu sampek membuat dia kayak terobsesi dengan kemewahan yang hendak di capai nya".


Terang Ervan dengan terbuka kepada istrinya itu karena takut nanti ada salah paham di kemudian hari. Ervan tau betul bagaimana sifat mantan mertua dan adik iparnya itu pasti akan membuat kegaduhan dan berusaha bermacam cara untuk mendapatkan yang dia mau, tentu Ervan tidak mau kalau sampai istrinya yang menjadi korban.


' Aku harus secepatnya mengurus danenyelesaikan masalah ini, jangan sampai mereka mengganggu dan mengusik Syifa'.


Dengan lembut di genggamnya tangan istrinya itu yang baru 3 hari menjadi istrinya sungguh rasa bahagia menguak di dalam dadanya namu terdapat juga rasa khawatir akan sesuatu yang mungkin akan terjadi.


"Sayang dengarkan aku ya, apapun yang terjadi, kamu harus percaya sama aku, cuman kamu satu-satunya wanita yang aku cinta sekarang nggak ada yang lain. Ngerti kan? "


" Iya mas, aku percaya sama kamu kok, "

__ADS_1


Syifa tahu betul apa yang di rasakan suaminya kekhawatiran dan juga sifat adik ipar suaminya yang mempunyai rasa obsesi yang tinggi itu, ia berjanji akan mempercayai suaminya sepenuhnya dalam hal ini apapun yang terjadi.


Benar saja tak lama terdengar ribut-ribut di ruang tamu tepatnya, karena penasaran Syifa dan Ervan keluar dari ruangan guna mengecek semuanya secara langsung apa yang terjadi. Yah betapa kagetnya Syifa karena yang datang adalah orang yang baru saja di bicarakan. Berbeda dengan Syifa yang nampak kaget Ervan malah nampak biasa saja karena sudah menebak akan hal ini pasti terjadi.


" Kalian kasih tau dimna kak Ervan dan wanita itu berada aku ingin bicara"


Sentaknya kepada bik Lia karena dari tadi mereka tidak mau menjawab nya.


Terlihat para Art menunduk karena bingung mau menunjukkan dengan benar atau bagaimana mereka tidak mau lancang karena tau majikan merek sedang menikmati waktu berdua sebagai pengantin baru tentu mereka tidak mau hal itu di rusak begitu saja apalagi oleh orang seperti Sitta. Tentu mereka tau siapa Sitta, bagaimana niatan Sitta mendekati majikan mereka, selain angkuh wanita itu juga sangat kasar kepada setiap asisten maupun pekerja yang ada di rumah mewah tersebut karena merasa akan menjadi nyonya di rumah itu.


" Ayo jawab, atau kalian mau di pecat, hah? " bentak nya lagi.


" Kamu punya hak apa mecat mereka, memang nya kau siapa? "


Suara dingin itu mengalihkan netra semua orang yang ada di ruang tamu tersebut termasuk Sitta sendiri.


" Eh kak Ervan, mereka membantah aku kak, mereka kurang ajar sama aku, masak aku nanya kakak dimana mereka nggak ada yang mau buka suara"


Rengeknya yang beringsut mau mendekati Ervan. Tetapi netranya beralih melihat sosok wanita cantik yang tentu dia tau sekarang berstatus istri dari kaka ipar nya tersebut menyulut api kemarahan dalam diri Sitta yang sebelumnya sempat dia pendam.


" Kamu kira aku tidak melihat apa yang kamu lakukan pada mereka, lagian apa tujuan kamu kemari merek benar karena aku memang menyuruh mereka untuk tidak memberi tahu keberadaan ku karena tidak mau di ganggu oleh orang yang tidak penting. "


Ervan menegaskan lagi sambil menahan kemarahan


" Oh maksud kaka aku nggak penting, wanita ini, apa kelebihan wanita miskin ini sampai kaka nggak bisa menoleh ke aku sedikitpun, wanita ini benar-benar tidak pantas ada di samping kaka dia pasti ingin menguras harta kaka saja" berang nya dengan menggebu-gebu sambil menunjuk-nunjuk Syifa.


" Tutup mulutmu Sitta, Dia jauh lebih baik dari pada kamu, dia istri tercinta ku, tidak sepantasnya kamu mengatakan hal semacam itu kepada istriku"


" Tapi apa kurang nya aku kak, aku mencintai kaka"


"Aku sudah memberitahumu sebelumnya sudah ju tekan kan kalau kamu itu adikku dan aku tidak menyukai kamu sedikitpun jadi berhentilah mulai dari sekarang cari kebahagian kamu diluaran sana. "


" Aku nggak Terima, aku akan buat perhitungan buat dia"

__ADS_1


Teriaknya sambil berlalu meninggalkan kediaman kusuma.


Setelah kepergian Sitta yang sempat membuat heboh kediaman kusuma nampak semua pekerja yang tadi menyaksikan menunduk karena takut dan bingung mau bagaimana, yang lebih penting adalah Syifa nampak sedikit merasa lemas dan takut akan yang di katakan oleh Sitta tadi.


__ADS_2