Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 36


__ADS_3

Teriakan keterkejutan Sitta mengagetkan bik Lia.


" Eh copot non kenapa sih mengagetkan saja".


" Melamar siapa bik, siapa yang melamar? di mana mereka melakukan acara lamaran nya? "


Rentetan pertanyaan itu membuat bik Lia pusing dan serba salah, ' Untuk apa juga dia menanyakan hal yang seruntut itu pikirnya'


"Anu non, bibik nggak tau jelasnya dimana, bibik cuman bantu siapin keperluan nya saja, "


" Trus yang mau melamar siapa, dan siapa yang di lamar bik? " pertanyaan itu di ulang lagi oleh Sitta.


" Itu non, Den Ervan mau melamar Non Syifa di Desa Semarang, tepatnya bibi ndak tau non"


"Whatt......? "


" Nggak, Nggak mungkin perempuan itu, ini nggak mungkin ".


Sita pun berlari keluar rumah megah itu dan memasuki mobilnya kemudian menghilang dari sana.


" Aneh sekali masak gitu aja kaget,? "


bik Lia pun berlalu menutup pintu rumah dan kembali kedalam melanjutkan acara menyiram kebun belakang yang belum kelar itu.


(Bibik memang nggak peka sekali hahaha)


...****************...


Jam menunjukkan pukul 12.00 siang terlihat penganten tadi kelelahan dan para tamu undangan sedang menyantap makan siang mereka yang sebenar lagi acara akan selesai.


" Sayang nampaknya istrimu kelelahan coba kamu ajak istirahat aja dulu nak, "


Nasehat mama Widya yang menghampiri sepasang pengantin di kursi pelaminan karena sejak tadi dia melirik menantu baru nya itu terlihat menguap dan matanya sayu.


" Iya mah, ayok sayang kita istirahat dulu aja kan acara juga mau selesai biar orang tua aja yangengantar para tamu menutup acara nanti".


" Tapi kan tanggung mas"


Syifa nggak enak karena masih banyak para sahabat dan orang tua yang berada di gedung tersebut, namun kelelahan juga tidak bisa dia tepis,Karena matanya terasa sangat berat.


" Nggak apa-apa sayang kan ada mama juga ibu, papa dan abah di sini biar kami yang urus, kamu istirahat aja ya".


Timpal mama Widya kembali membujuk menantunya karena tidak tega melihatnya kelelahan menahan kantuk itu.


" Tapi mah, akhhhh"


" Udah sayang ayok, kita kekamar aja"

__ADS_1


karena tiba-tiba Ervan menggendong hubungan ramping istrinya itu di depan semua orang membuat Syifa malu setengah mati, wajahnya sudah merah padam dan dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


" Ah pengantin baru kenapa sosweet sekali sih, jadi pengen nikah juga".


Celetuk seorang gadis remaja yang mana mamou di dengar oleh pria bujang lapuk yang berada tak jauh darinya itu.


" Ckk masih kecil juga, bauk kencur undah mikirin nikah, belajar sono".


Cibir seseorang lelaki itu


"Eh ada makhluk astral di dekat sini, seksi lagi usil aja sama orang. Serah aku lah mau nikah umur 12 tahun kek, mau 20 tahun kek, mau nikah sekarang juga itu urusan aku. Sewot aje loh. Awas ntar naksir loh secara aku ini gadis primadona loh di desa ini".


Ucapnya dengan ke pede an yang hakiki, juga ditekan kan kepada lelaki itu.


" Ehh sembarangan ngatain orang makhluk astral, lagian ni ya mau nikah umur bau kencur emng dah siap apa bedain ketumbar sama sahang?,


Dan juga gue gak bakalan naksir lu, duhh lewatt cewek gini mahhh!?.


Balas Doni dengan pedas tanpa menatap lawan bicaranya yang kini sudah seperti singa yang hendak menerkam mangsanya itu.


" Apa kamu bilang!, Kamu belum pernah di tendang bang Madun ya? "


" Ihhh cewek galak, Atuttt sekaliii"


Ejek nya lagi dengan gaya sok ketakutan. Tanpa di sadari ternyata gadis itu sudah berada di belakang nya dengan bersiap-siap menendang si Madun. Dannnnnn


" Akh Hhhhh"


Ucap Amelia yang puas melihat wajah kesakitan Doni karena dia tendang si Madun nya di bawah sana, Bagi Amel, sudah cukup kemarin dia bersikap baik dan lemah lembut kepada semua orang lama-lama kesombongan Doni membangkitkan jiwa psikopat nya itu dan sekarang lah jadinya dengan bar-bar nya dia menendang masa depan Doni hingga empunya menahan kesakitan yang teramat di bawah sana.


" Cewek gila, awas aja loh kalau terjadi apa-apa sama gua loh harus tanggung jawab? "


" Idihh kayak anak perawan aja, yang ada aku ni yang minta tanggung jawab, kan aku anak perawan nya kamu ngatain aku dari kemarin loh kalau kamu lupa, ? "


Tekan nya lagi.


Keributan itu di dengar oleh Sindy yang baru keluar dari toilet, dan menghampiri keduanya.


" Loh ini kenapa si Doni? kok kayak sakit gitu mukanya juga merah, kamu demam ya? "


Pertanyaan beruntung Sindy layangkan sambil menatap heran. Lebih heran lagi ketika dia melihat kedua orang itu adu tatap -tatap an yang tajam dan melotot persis seperti ton dan Jerry.


" Diamm"


"Diamm"


Alih-alih menjawab keduanya malah menyuruhnya untuk diam secara serempak.

__ADS_1


" Ih kesambet ya kalian, kok bisa sosweet baget kayak gitu"


Ledekan Sindy menyadarkan keduanya dan dengan cepat Doni melengos mengalihkan pandangan dari depan Amel.


" Kamu nggak lucu tau kak, orang lagi perang juga, ni orang songong, bujang lapuk nggak bosan-bosan nya apa ngatain aku dari kemarin. Alhasil aku kan kehabisan kesabaran ku jadi ya gini akhirnya "


Jelasnya sambil menunjuk si Madun yang sedang di pegang oleh Doni dari tadi. Seketika mata Sindy membola sempurna.


" Whattt, jangan bilang kalo kamu..? "


Sindy tak melanjutkan ucapan nya


" Iya, aku menendang nya lagian itu mulut gak di jaga amat, aku kan esmosi, "


Kembali mata Sindy melotot dan menelan ludahnya ngeri-ngeri sedap sebab dia tau benar siapa Amelia juara 1 takwondo tingkat Nasional di masa sekolahnya, bisa di bayangkan seandainya dia menendang dengan kekuatan full apa yang akan terjadi dengan masa depan Doni.


" Tapi nggak sepenuh tenaga kan? "


" Nggak lah kak, kalau aku dilakukan sekuat tenaga bisa teler dia"


Doni yang mendengar percakapan mereka yang mengatakan itu tidak sepenuh tenaga kembalienelan salivanya,


'sekuat ini katanya belum sekuat tenaga, bagaimana kalau seluruh tenaga, mati dong si Madun'


Batin nya ngeri.


" Ohh syukur deh kalo gitu"


Ucap Sindy lega.


"Udah mending sekarang loh berdua baikan deh awas ntar jodoh loh, bisa aja kan (Jodohku bertemu di pernikahan kilat) haha"


Tawa Sindy menggelegar sampai membuat tamu di sekitaran mereka melirik nya, dan itu seketika membuatnya terdiam dan mengulum senyum nya.


" Sialan luhh dasarr"


" Ihh kak Sindy kok doa buat aku jelek banget, mana bisa hidup klo sampek aku jodoh sama makhluk astral ini".


Ucapan Amelia sontak membulatkan mata Doni yang tak Terima dengan omongan nya barusan.


" Apa loh bilang barusan? Apa hahh" dengan ancang-ancang ingin mencekik Amel.


" Ethh mau apa kamu mau ku buat mati si Madun gak berdiri lagi, mau? " Amel tak kalah siap dengan kuda-kuda nya.


Sementara Sindy santay seperti sedang menonton bioskop secara langsung, dengan santai dia mengambil semangkuk puding dan duduk di kursi menghadap kearah keduanya nya itu.


"Satu"

__ADS_1


"Dua"


"Tiga"


__ADS_2