
Hari yang di tunggu pun tiba, di sebuah rumah sederhana di desa kota semarang nampak ramai orang-orang berdatangan mulai dari tamu jauh hingga kerabat dan tetangga.
Rumah yang awalnya hanya sebuah rumah berpantai semen dan berdinding tembok kini di sulap bagaikan gedung yang sangat megah dengan berbagai hiasan serta dekorasi di susun begitu elegan oleh para EO yang di pesan khusus oleh keluarga Kusuma tentu saja dengan harga yang pantastis.
Semua tamu undangan nampak terkagum bagi mereka selama di desa ini termasuk pernikahan kilat termewah dalam tahun ini, terlihat mulai dari dekor hingga hidangan yang di sajikan nampak berkelas dan serba mahal, tak jarang ada tetangga yang memuji bahkan ada pula yang penasaran siapa calon suami Syifa ini.
" Wahh ruangan nya sudah seperti gedung saja ya bu,? hebat bener si Syifa cari suami udah ganteng kaya pula. "
Ucap bu Neneng tetangga nya itu.
" Iya bu, bener ini mah pernikahan termegah di desa ini. Anak pak Gatot aja yang kemaren nikah sama dokter itu kalah megahnya sama acara ini. " Jawab bu susi pula
"Eh bu, Kira-kira seperti apa ya calon suami nya Syifa? katanya ganteng loh".
Timbal bu Irma yang kebetulan kemarin tidak datang di acara pertunangan Syifa
" Oh iya Bu Irma kemarin nggak datang ya, bener bu orang nya ganteng sekali kayak cowok-cowok di film Korea itu loh bu" Jawab bu Neneng sambil membayangkan ketampanan Ervan kemarin.
" Iya bu ir, calon nya Syifa itu mirip Le min ho hehe klo kata anak saya tu bu, udah ganteng tinggi putih behh jauh banget lah sama anak-anak desa sini" Tambah bu Susi pula.
"Wah saya sudah nggak sabar ni nunggu mempelai nya datang"
...****************...
Tak lama suara riuh mobil datang beriringan terdiri dari 3 mobil yaitu keluarga mempelai pria datang tak lupa pula seorang penghulu yang di bawa oleh pihak keluarga Ervan untuk mempermudah prosesnya.
Terlihat seorang pria tampan turun di ikuti mata kagum para ibu-ibu serta gadis-gadis yang kebetulan berada di sana. Akan tetapi mereka lebih kaget lagi ketika yang turun barusan kemudian membuka pintu mobil penumpang tak lama kemudian turun lah seorang laki-laki yang sangat tampan melebihi lelaki yang tadi turun pertama.
" Astaghfirullah apakah aku salah lihat kenapa bisa seorang artis Korea datang di pernikahan Syifa di kampung begini"
seorang gadis remaja yang imut itu refleks berbicara cukup keras kebetulan dia berada di dekat Doni sehingga suaranya di dengar dengan jelas oleh Doni. Secara refleks Doni menoleh sehingga membuat gadis itu tersadar dan sedikit malu di tambah ekspresi Doni yang nampak memelototinya seakan mengisyaratkan protes nya kepada gadis itu.
' Dasar gadis bocil bau kencur, tidak pernah melihat cowok tampan apa' seolah tatapan itu mengisyaratkan kata-kata nya.
__ADS_1
' Yeh sewot dasar cowok gila, sensi amat sana cewek awas aja ntar suka loh sama aku, heh' seolah memberi jawaban atas tatapan Doni sebelum kemudian gadis itu menunduk karena takut memalukan diri sendiri.
Tak lama kemudian ada seseorang yang menyadarkan nya dari perang Dingin dan situasi yang menegangkan itu.
" Astaga Amelia kamu itu kemana aja sih, kenapa malah bengong aja di ujung sini mana sendirian aja lagi" tanya Syndi.
Yah perempuan tadi bernama Amelia sepupu Syifa di desa dia sekarang sudah lulus kuliah usianya lebih muda dari Syifa 2 tahun. Dia memang kenal dengan Syndi ya karena dari dulu syndi memang sering menginap kerumah Syifa di desa sehingga mengenal Amelia dan jadi sedekat ini.
Bagi mereka Amelia adalah sosok adik bungsu selain sifatnya yang baik dia juga seorang gadis yang penyayang.
" Eh nggak kok kak, tadi aku disini lihat setan loh mangkanya aku takut gitu deh jadi nunduk takut lihat ntar di plototin lagi" jawab asal Amelia tentu saja masih di dengan oleh Doni yang sudah memasuki ruangan namun belum jauh itu.
" Hah kamu itu ngomong nya asal aja, mana ada setan di siang bolong dan di hajantan ramai orang gini pula"
" Udah dari pada mikir yang nggak-nggak ayok kedalam aja aku tunjukin noh calon si Syifa ganteng kan tapi baik juga"
Syndi pun menggandeng tangan Amel memasuki gedung dan mendekati mempelai pria sebelum akhirnya ke kamar pengantin untuk menemani sahabatnya itu selama di rias dan juga guna untuk menenangkan nya.
Dan di lihat nya sekilas wajah Doni sebelum menghilang dari sana, jangan di tanya wajah tampan nya itu sudah berubah jadi kepiting rebus menahan kejengkelan nya karena habis di katain setan oleh ga dia bau kencur menurutnya itu.
'Awas kamu ya lihat aja nanti akan ku buat perhitungan'.
Sedangkan di kamar pengantin nampak dua orang MUA profesional sedang menyulap Syifa dengan sedemikian rupa sampai sempurna, yang mana wajah Syifa sudah dari orok cantiknya itu di tambah make up yang di bawa sangat lihat dalam menyulap nya sehingga tampak luar biasa pangling.
" MasyaAllah Syifa sahabat gue kenaoa salah turun" ucapan ambigu syndi mengalihkan tatapan orang-orang yang ada diruangan itu tak terkecuali MUA itu sendiri.
" Maksudnya gimana si ndy? "
" Yah salah turunlah loh tu kenapa jadi manusia, nggak kasian apa sama makhluk Allah yang lain kenapa kecantikan nya nggak di bagi-bagi gitu sama gue dikit kek "
jawabnya.
Tentu saja jawaban Sindy itu mengundang gelak tawa orang-orang yang ada disana ditambah Mukan nya yang dibuat-buat seakan sedang jengkel itu.
__ADS_1
" Udah deh usah nge drama gitu juga kan, kayak loh nya jelek aja, padahal no si Udin ngejar-ngejar terus tiap hari di kantor, itu tandanya lo itu cantik pakek banget usah ngerendah deh"
" Astaga gila ya lo Syifa, mentang-mentang ini dah mau nikah ni malah jodoh-jodohin sama si udin sedunia itu. Awas ya lo? "
Amelia dan MUA yang melihat kejadian perdebatan itupun dapat menebak sedekat apa hubungan keduanya, mereka tersenyum melihatnya.
" hiks hiks hiks"
Tak lama terdengar suara tangis mengalihkan fokus mereka yah Sindy tiba-tiba menangis.
" Eh kenapa lo malah nangis sih, ini hari bahagia gue loh,
" Selamat ya Fa, jangan lupain gue ntar gue di kost sendiri nggak ada lo lagi, pasti lo bakal di boyong tu sama si duda tajir Hiks hiks hiks"
tangis Sindy pun menjadi.
" Hei kok jadi cengeng bukanya nya kemarin selalu dukung gue ya, lo tenang aja nggak bakal lupa gue sama sahabat terbaik ku ini, semoga nanti cepet nyusul ya sama kang Udin. "
Kata-kata Syifa barusan mengalihkan suasana haru mereka hingga kembali tergelak melihat mimik wajah Sindy yang tiba-tiba berubah jadi sewot itu.
" Syifaaa nggak lucu jangan di bilangin sama Udin sedunia lagi dong"
" Iya, Iya mangkanya jangan mewek ya. Hehe"
Sedangkan sayup-sayup terdengar dari luar suara pak penghulu yang memimpin acara proses akad dan dengan jelas dan tanpa gugup Ervan mengucapkan ijab dengan sekali tarikan nafas tanpa ada kesalahan sama sekali.
Tak lama terdengar ucapan riuh semua tamu undangan dan keluarga besar mengucapkan sah
Sah
Sah
Sah
__ADS_1