
Nampak seorang lelaki gagah itu berdiri di depan kamar mandi menatap kearah Syifa dengan tampilan masih seperti sebelumnya. Perlahan tubuh Syifa merasa merinding ditambah nampak jelas dari mata pria itu yang tidak berkedip menatap wajah polosnya tanpa make up sama sekali, ditambah lelehan air mengalir dari rambut basahnya di sekitaran wajah menambah kesan seksi di nata pria itu.
Tanpa sadar tubuh mereka sudah tak berjarak bahkan napasnya pun teras di wajah Syifa. Perlahan Syifa merasakn sesuatu menyentuh bibirnya refleks Syifa menutup matanya tanpa niat membukanya.
" Arghh"
Syifa menjerit karena terkejut tiba-tiba dirinya merasa terbang, diapun membuka matanya ternyata Ervan menggendong nya ke arah ranjang dan menurunkannya secara perlahan.
Ketegangan nampak terlihat jelas di matanya karena ini pengalaman pertamanya se intim itu dengan seorang pria. detak jantungnya bertalu-talu seperti ingin meledak saja namun di sela ketegangan itu sebuah suara mebisik di telinganya sehingga menenangkannya.
" Sayang kamu terlihat sangat cantik malam ini, aku sangat beruntung memiliki kamu, aku sangat mencintai mu, jadilah pendamping ku untuk selamanya, jadi ibu dari anak-anak ku,"
Pov Syifa:
Kubuka mataku perlahan dan kutatap matanya yang tampak sayu, kulihat jelas ketulusannya hingga aku tanpa sadar menyentuh wajah tampan nya dan ku kecup keningnya perlahan dan cukup dalam.
" Aku juga mencintaimu mas, "
Mendengar ucapanku, matanya berkaca terharu. Hatiku menghangat belum pernah merasa di cintai sedalam ini semoga ini adalah awal dari kebahagiaan keluarga kecil ini tanpa halang rintang yang berarti di kemudian hari.
Perlahan jarak di antara kami pun kian mengikis tak terasa kini wajahnya sudah tepat di depan wajahku, secara naluriah aku pun menutup mataku meresapi sentuhan kelembutan yang di berikan mas Ervan padaku, karena ini pengalaman pertamaku tentu tubuhku merespon dengan ketegangan yang over, tidak bisa menyesuaikan dengan mudah, tubuhku nampak kaku hingga malam yang di nantikan setiap pengantin baru itu pun terlewati dengan tumbang nya Syifa akibat kelelahan karena melewati malam yang bersejarah dan cukup panjang.
Pov Syifa and.
...****************...
Sedikit demi sedikit cahaya matahari mulai mengintip di sela-sela tirai jendela kamar pengantin baru. Terlihat dua makhluk berbeda jenis kelamin itu masih tertidur pulas dengan sang pria memeluk posesif tubuh wanitanya di balik selimut tebal tanpa merasa terganggu sedikitpun.
Berselang beberapa jam matahari kian terang, cahaya yang tadinya hanya mengintip kini sudah menerobos ke celah-celah yng cukup menyilaukan mata, perlahan mata indah itu mengerjap dan terbuka secara perlahan.
Ketika kesadarannya terkumpul sempurna dia terkejut mendapati dia terbangun di sebuah tempat yang asing, dan melihat kearah perutnya yang terasa do timpa beban berat, ternyata tangan suaminya yang tengah memeluk nya posesif di balik selimut, dia terkejut karena merasa tangan itu menyentuh kulit nya secara langsung tanpa penghalang bahkan dia belum menyadari kalau tidak mengenakan pakaian selembar benang pun.
Ketika menyadari apa yang dia alami diapun menutup wajahnya karena terasa panas jika di lihat pastilah wajah itu sudah berubah menjadi merah seperti kepiting rebus karena menahan malu yang teramat.
Setelah berhasil berdamai dengan keadaan dia menoleh kepada wajah lelap suaminya di pandangnya wajah itu Lama-lama dan perlahan mengingat kejadian semalam dimana dia menjadi seperti cacing kepanasan ulah dari perbuatan suaminya itu, secara tidak sadar dia tersenyum- senyum malu hingga tidak menyadari bahwa suaminya sudah terbangun dan menatap tingkah lucunya itu sambil tersenyum.
__ADS_1
" Eh mas, sudah bangun? sejak kapan? "
Kegugupan Syifa membuat Ervan merasa lucu, kemudian di tariknya tubuh ramping itu ke pelukannya hingga menempel di tubuhnya.
" Sejak aku melihat istriku tersenyum sendiri sambil geleng-geleng dan menutup wajah merah nya itu".
Ucap Ervan sengaja menjahili istri nya itu sambil menjawil hidung mancung nya dengan gemas.
" Ih mas, jangan di jelasin detil dong kan aku malu"
Karena malu diapun beringsut kepada bidang suaminya itu.
" Jadi kita di kamar aja nih seharian? nggak mau mandi atau bersih-bersih,? "
Ervan Taj habisnya menjahili istrinya
" Nggaklah mas, ini aku mau mandi! "
Buru-buru dia bangkit dan melupakan tubuhnya yang masih polos sehingga ketika selimut terbebas dari tubuhnya saat dia berdiri otomatis tubuh polosnya nampak di depan mata Ervan tanpa yang menghalangi.
Ervan refleks berdiri kali ini dia ingin menggoda istrinya itu habis habisan.
" Argggggg, mas mesummm"
Teriak Syifa dan berniat berlari ke kamar mandi akan tetapi rasa sakit di bagian sensitif nya membuatnya terjatuh.
Gubrakk
" Auuuu"
" Sayang, kamu kenapa lari sih, sini mas gendong" secepat kilat tubuh ramping dan polos Syifa sudah dalam gendongan pria tampan itu.
" Ihhh mas, kok di gendong, Syifa bisa jalan sendiri "
Tolaknya namun Ervan tak mengindahkan, dengan cepat dia membawa istri cantiknya itu kedalam kamar mandi dan menurunkannya di atas closed kemudian mengisi bathup dengan air hangat dituangkan juga aromaterapi agar istrinya itu bisa merilekskan tubuhnya serta menghilangkan rasa sakit di area sensitif nya.
__ADS_1
Setelah selesai diapun mengangkat tubuh itu dan membawanya memasuki bathup yang sudah di siapkan tadi.
" Nah sekarang berendam dulu ya nanti kalau sudah selesai jangan lupa panggil mas, biar mas gendong lagi oke, "
" Iya mas makasih ya, udah sana keluar Syifa mau mandi l, malu tau dasar mesum"
" Eh di bilangin mesum suaminya, apa emang mau di mesum in lagi ini hemm? "
Godanya lagi dan berlalu keluar dari kamar mandi dan membersihkan diri di kamar sebelah setelahnya dia mengganti seprei yang sempat kotor karena darah akibat perbuatan nya semalam. Ketika mengganti seprai diapun tersenyum penuh bahagia karena dia merupakan yang bernama bagi istrinya itu, bangga tentu saja.
' Huhhh, rasanya aku tidak ingin keluar kamar seharian ini'
Gumamnya dalam hati sambil terus tersenyum. Wajahnya tanpak lebih sehari dengan pakaian santai celana pendek dan kaos berwarna putih sangat pas di tubuh kekar nya itu, sangat tampan.
Sementara di luar tepatnya di ruang makan semua sudah berkumpul untuk sarapan bersama seperti biasa untuk mengisi amunisi sebelum menjalani hari-hari yang melelahkan ketika siang menyongsong nanti. Namun terlihat kursi yang di sediakan untuk sang anak dan menantu nampak kosong mengundang pertanyaan wanita paruh baya tersebut.
" Loh pa, si Ervan sama Syifa mana, kok nggak ikut makan? "
" Udah biarin aja ma, namanya juga pengantin baru, kayak nggak pernah muda aja, "
" Eh tapi kan nanti menantu mama kelaparan loh, masak baru sehari jadi mantu udah kena mag karena nggak di kasih makan"
Protes bu Widya.
" Ya enggak lah ma, bentar lagi juga palingan turun kalau sudah lapar, Udah ya mama tenang aja mending mama habiskan sarapannya baru kita ke butik buat pesan kostum buat keluarga nanti"
Bujuk pak Angga, karena istrinya itu memang terkadang posesif melebih pria kalau mengenai orang yang di sayang.
" Eh Don, semingguan ini si Ervan nggak masuk kantor kamu tolong handle ya urusan kantor Ervan, tante nggak mau ni kalau baru nikah si Ervan sibuk dengan kerjaan, yang ada nggak jadi jadi tu cucu lucu nya"
Bu Widya memberi instruksi karena dia ingin menjelang resepsi anaknya itu tidak melakukan kegiatan kantor baik pekerjaan maupun sebagainya.
" Iya tante, siyap laksanakan "
Jawabnya sambil melanjutkan sarapan nya.
__ADS_1