Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 37


__ADS_3

Secara refleks Doni mundur dan menutup alat pribadinya itu dengan kedua tangan nya,. Tentu saja dia takut nggak kebayang bagaimana sakitnya si Madun kalau sampai di tendang ke dua kalinya apalagi sekarang dalam keadaan marah bisa-bisa nggak bagun lagi nanti kan bahaya.


" Etsss enak aja sembarangan "


" Kanapa nggak jadi ayok, hahaha mangkanya jangan sok jadi orang. "


Ucapnya merasa menang dari Doni


" Amel di lawan nggak tau aja kecil-kecil begini jagonya kampung ni haha"


Tambahnya membanggakan diri.


" Dasar manusia bar-bar" Ucapnya sambil meninggalkan Amel bersama Sindy setelah sadar kalau Sindy seperti sedang mengerjai nya saja.


" Dan luh sih awas ya gue balas ntar lu, gue jodohin ama si Udin tau rasa! "


Dia pun berlalu


" Enak aja siapa yang mau sama Udin!! Gila lo kok jadi bawak-bawak gue sih? Dasar Gue doain lu pada berjodoh aamiinnn! "


Dengan di akhiri kata aamiin yang panjang sambil mengusap kedua tangan di wajah nya. Sontak Amelia melotot mendengarnya.


" Kupluk " Sebuah tas berisi make up mendarat di lengan gadis itu.


" Enak aja kaka nggak jera juga doa nya yang jelek awas doa yang kita ucapkan akan berbalik ke kita loh, kena karma ntar! "


" Lah lagian dia duluan ngatain aku sama si Udin sedunia, gimana nggak sebel? ".


" Kan gak bawak- bawak aku juga kak"


protesnya lagi.


" Iya, Iya nggak deh YaAllah doa nya nggak jadi yaAllah mohon di batalin aja, tapi kalau udah tercatat nggak apa-apa aamiin".


" Selesai kan".


Dengan cengiran nya itu dia tetapeledek teman nya itu yang jauh lebih muda darinya, menurutnya lucu saja melihat raut muka Amel yang biasa garang tiba-tiba jadi imut begitu.


" Kakak, ihh nggak sudah- sudah kan".


" Hehe, yaudah yuk kita makan aja gimana? Semua orang dah pada selesai tu acara juga dah hampir selesai kamu nggak lapar? "

__ADS_1


" ayok, nah kalo di ajak makan kan aku mau hehe"


" Dasar, "


Kedua nya berlaku menuju makanan yang tertata dimana sudah nampak sepi karena sesi makan sebenarnya sudah selesai namu karena merek terlambat jadilah sisa mereka saja.


...****************...


Di kamar pengantin terlihat seorang gadis sedang terlelap karena kelelahan setelah drama panjang yang di laluinya untuk melepas gaun pengantin saat hendak mandi dan juga saat berganti baju dimana ternyata tidak ada baju sama sekali di kamar tersebut, hanya ada baju tidur tipis menerawang dengan berbagai macam bentuk dan warna lebih tepatnya seperti tidak memakai baju kalau seandainya memaksa memakai nya.


" Sayang, kok lama kali di kamar mandi sudah belum mandi nya katanya capek tadi mau istirahat? "


Tak ada sautan di kamar mandi membuat Ervan kembali menggedor nya karena merasa khawatir takut istri nya itu tertidur di dalam kamar mandi pikirnya.


" Tok tok tok "


"Sayang, kalau kamu nggak jawab aku dobrak loh". Ancam nya siap-siap dengan ancang-ancang mau mendobrak kamar mandi.


Namun Tiba-tiba pintu terbuka menampakan penampakan yang membuat Ervan bertanya dan cukup tercengang juga. Bagaimana tidak istrinya yang sudah hampir setengah jam di dalam kamar mandi tadi sekarang masih utuh dan lengkap dengan gaun di tubuhnya.


" Loh sayang, kok nggak jadi mandi? "


" Anu mas, aku nggak bisa lepasin gaun nya dari tadi aku puter-puter nggak bisa, ku coba tarik juga nggak bisa. "


Keluhannya dengan wajah yang sudah nampak lebih lesu itu.


" Ya ampun sayang kenapa nggak panggil aku dari tadi, kan mungkin udah selesai sekarang dan kamu bisa istirahat lihatlah kamu nampak lelah gitu. "


Omel nya lagi sambil meraih ujung gaun istrinya yang sangat panjang dan berat itu.


" " Aku malu mas masak lepasin ini aja nggak bisa"


Jawabnya sambil menunduk dan meremas ujung gaun nya, keringat nampak membasahi kening dan pelipis nya itu.


" Sssttt kamu ini kayak sama siapa aja, aku suami kamu sekarang, jadi jangan sungkan oke,. Sini aku bantu "


Dengan pelan Ervan memberi tahu istrinya sambil mengusap keringat di pelipis istrinya dan menenangkan nya. Dia sadar istrinya itu belum terbiasa dengan kondisi mereka yang sekarang sepasang suami istri, berbeda dengan nya yang sudah pernah menikah sebelumnya jadi sudah bisa mengendalikan dirinya.


Setelah selesai kemudian Syifa kembali ke kamar mandi dengan berbalut handuk jubah berwarna putih, untuk melanjutkan sesi mandi yang tertunda tadi, terlihat air yang tadi disiapkan sang suami kini sudah terasa dingin kembali, namun Syifa tidak masalah dan langsung merendahkan dirinya untuk menghilangkan letih yang di rasakan nya.


Setengah jam pun berlalu setelah tersadar Syifa pun bangkit dan membilas tubuhnya di bawah shower karena tubuhnya sudah terasa dingin. Dengan berbalut jubah mandi yang tadi dia pakai, diapun keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


" Anu mas, pakaian ganti ku di mana ya kok nggak ada? "


Tanya nya setelah sadar kalau kamar yang mereka tempati sekarang ternyata tidak ada lemari pakaian Syifa yang biasanya tempat menyimpan pakaian nya itu.


" Ini kamarku kan, kok nggak ada lemarinya, di tarok di mana,? aku ganti baju apa dong? "


" Tadi mama pesan katanya baju kamu ada di koper berwarna pink"


Jawab Ervan sambil menunjuk sebuah koper berwarna pink tak jauh dari meja riasnya.


Dengan pelan Syifa berjalan menuju koper yang di tunjuk suaminya dan mulai membukanya tujuannya sekarng hanya satu yaitu mengganti pakaian dan tidur karena tubuhnya sudah sangat lelah sekali.


Tetapi ternyata drama baju pengantin belum berakhir kini beralih ke drama baju tidur wkwk,


Sontak mata Syifa melotot melihat berbagai jenis pakaian yang ada di dalam koper itu. Mulai dari pakaian dalam sampai bajunya sama tipis dan menerawang.


" Astaga mas, kok bajunya kayak saringan semua nggak ada baju yang bener ini, gimana dong aku udah mau tidur, aku pakai baju apa? "


" Mau keluar juga malu masih banyak orang ntar di kira mau ngapain kalau keluar pakai kimono ini? "


Sontak ucapan Syifa mengundang Ervan untuk mendekat dan benar saja Ervan pun nampak terkejut secara tidak lansung dia menelan salivanya secara naluri dia membayangkan Syifa memakai pakaian itu di malam pengantin nya hehe.


' Ini pasti kerjaan mama, lagian ibu mau aja di ajak kerja sama oleh mamah deh '


" Aduh gimana ya sayang, hemm gimana kalau kamu pakai kemeja aku aja yang besar kebetulan aku bawak banyak baju ganti sebelum kesini".


Ucapan Ervan seperti angin segar untuk syifa. Diapun refleks mengangguk setuju daripada pakai baju kurang bahan mending pakai baju suaminya yang besar itu menurutnya. Namun pikiran dan tebakan nya itu salah besar dengan memakai kemeja kebesaran itu justru membuat nya terlihat sangat seksi dan membuat Ervan tak mau berkedip.


" Sayang, kamu cantik sekali",.


Ervan pun men dekat kearah syifa yang sedang berjalan dari kamar mandi menggunakan baju berwarna putih milik suaminya itu. Karena sadar akan penampilannya dia pun dengan cepat naik ke atas kasur dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


" Mas aku istirahat dulu ya, nanti maghrib bangunkan aku ya boleh? "


pintanya yang kini telah terbungkus selimut itu.


" Iya istirahat yang nyenyak ya, ntar malam biar bisa begadang! " Godanya


Karena lelah Syifa tak membalas ucapan suaminya dan dia pun perlahan menutup matanya pergi ke alam mimpi.


Menyisakan Ervan yang terus menatap wajah mulus istri nya itu dengan penuh syukur.

__ADS_1


__ADS_2