
Syifa pun bergegas membuatkan ervan kopi hitam. Sesuahnya dia kembali ke ruangan ervan karena takut bosnya tersebut terlalu lama menunggu. "Permisi pak, ini kopinya" ucapnya sambil meletakkan kopi tersebut di atas meja ervan.
"Hemmm" ervan hanya berdehem saja dan masih membaca berkas yang tadi diantarkan oleh syifa lalu menandatangani nya.
kemudian di serahkan ke syifa lagi untuk di tindak lanjuti.
"ini" ucapnya.
"baik Pak saya permisi" balas syifa.
Sambil membawa berkas yang tadi selesai di tanda tangani syifa pun melenggang pergi dari ruangan bos nya tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya sendiri.
Sementara ervan sendiri diruangan nya merasa badmood gara-gara ibu mertuanya dan mantan adik iparnya sehingga memutuskan menghubungi Andre sang sahabat nya sendiri yang tak lain seorang model terkenal siapa yang tidak mengenal sosok model tampan dan murah senyum tersebut.
"Halo, andre bisa temani aku keluar cari angin segar sekarang? " ucapnya via telepon di jawab kekehan oleh sahabatnya tersebut.
"wihhh tumben nih kenapa bro masih masalah yang biasa? " jawabnya dengan candaan.
" udah jangan banyak tanya mau nggak? '' pintanya lagi.
"santay bro, oke-oke dimana no ketemunya? "
jawabnya lagi.
"Ketemu di kafe linton f, tempat biasa"
" oke''
jawab andre santai.
setelah deal menyusun pertemuannya dia memencet tlpon menghubungi sekretaris nya lagi untuk memastikan bahwa tidak ada jadwal penting lagi di kantor.
"Halo, syifa tolong di cek tidak ada jadwal penting lagi kan di kantor untuk saya? " tanyanya.
"Iya Pak untuk hari ini jadwal bapak sudah kosong " jawabnya lagi.
"oke kalo ada hal-hal yang mendesak tolong di handle dulu ya, saya ada kerjaan di luar" pintanya.
"baik Pak" jawab syifa yakin.
__ADS_1
sementara di tempat lokasi spot foto model berlangsung terlihat andre beranjak menghampiri sang manajer untuk menanyakan jadwal pemotretan nya. bagaimanapun juga dia punya jadwal deadline juga.
"gung, saya permisi izin keluar sebentar ya harini tolong kosongin jadwal saya pemotretan" pintanya.
"Mau kemana? " tanya sang manajer.
"ada urusan biasa, oke" ucapnya lagi.
" oke, besok full ya kita ada deadline soalnya minggu ini selesai pemotretan dan minggu depan sudah jadwal di Korea" ucapnya memberitahukan jadwal sang model.
" aman " jawabnya lagi. "yaudah saya pergi dulu ya" tambahnya.
di anggukkan saja oleh agung.
Ditempat lain ervan sudah menunggu andre di kafe sambil meminum caffucino nya, tak lama nampak lah andre datang dengan tampang cool seperti biasa. " Hai bro ada apa ni " ucapnya sambil duduk di kusi depan ervan.
" Biasa pusing, mantan mertua sama adik ipar saya masih aja kayak kemarin pengenya "
jelas nya.
melihat Andre blm memesan minum ervan pun berinisiatif untuk memesankan minuman untuk sepupunya sekaligus sahabatnya itu.
"pelayan " panggilnya,
" tambah satu lagi caffucino nya ya mbak" jawabnya lagi.
"baik mas mohon di tunggu'' ucap pelayan itu lagi
sambil menunggu mereka mulai mengobrol kan obrolan ringan tentang kisah mertuanya yang menginginkan dia menikahi adik iparnya tersebut yang tak lain bernama sita, lanjut ke sita nya yang seperti kebelet banget dengan ervan yang mana membuat kepala ervan serasa ingin pecah saja.
Andre sebagai pendengar yang baik memberikan beberapa usulan dan saran agar ervan bertindak tegas kepada mereka sehingga tidak lagi mengganggu hidup sahabatnya tersebut.
Tak lama pesenan andre datang dan mereka melanjutkan sambil menyesap kopi nya dengan berbagi cerita dan pendapat.
sampai tak terasa hari sudah mulai gelap dan mereka kembali pulang ke kediaman masing masing dengan perasaan lega.
sementara di kediaman syifa dia baru saja datang dari kantornya, dan mendapati Sindy sendang memasak untuk makan malam mereka. dia pun menghampiri hanya sekedar menyapa seadanya sebelum membersihkan badanya.
" Lagi masak apa? " tanya nya.
__ADS_1
" ini aku lagi masak pasta siput". ucapnya "Kamu baru pulang tumben lembur" Tambahnya,
"Iya tadi kerjaan numpuk karena pak ervan keluar ada acara jadi saya terpaksa handle kerjaan yang deadline" jawabnya.
"Oh" balas sindy seadanya.
" aku bersih-bersih dulu ya" ucapnya. dan segera berlalu kekamar untuk membersihkan diri yang serasa sudah lengket dan sangat letih tersebut.
Setelahnya mereka makan bersama di ruang makan dengan lahap karena selain lapar pasta siput memang salalah satu makanan favorit mereka.
" wah aku kenyang sekali" ucap syifa
" sama syukurlah yah rasanya tidak mengecewakan, akhirnya aku bisa memasak resep yang kemarin kamu ajarkan" jawab Sindy dengan senang.
karena kemarin yang biasa memasak Syifa sebagai seorang anak yang terlahir dari keluarga sederhana tentu memasak bukan hal yang tabu bagi Syifa, dia bisa memasak apa saja mulai dari desert sampai makanan berat khas yang sulit di masak sekalipun bisa dia buat baik seorang chef saja.
" iya ternyata kamu pandai sekali" puji Syifa.
Mereka memakan makanan penutup seperti buah di depan TV sambil mengistirahatkan diri sejenak dari rasa lelahnya tersebut.
Berbeda di kediaman nan mewah keluarga kusuma nampak ervan datang dan melihat orang tuanya sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV, terlihat sekali rumah sebesar itu terasa sunyi padahal ada orang yang menghuni nya namun seperti tidak ada penghuni saja. Sejujurnya ervan merasa kasian kepada orang tuanya dia tau kalau mereka sangat menginginkan dia berumah tangga lagi namun dia sendiri bingung sekarang siapa yang akan dinikahinya yang memiliki hati baik dan pas menurutnya sedangkan dia sendiri masih belum mempunyai kekasih.
Setelah selesai dengan lamunannya dia segera menghampiri kedua orang tuanya dan menyalaminya, " selamat malam ma, pah" ucapnya sambil mencium tangan nya bergantian.
" eh sudah pulang nak, kok kami tidak mendengar suara mobilnya" ucap sang mama sambil beranjak.
" Iya ma sudah dari tadi, soalnya mobil di letakan langsung ke bagasi belakang, " jawabnya.
" ervan ke kamar dulu ya ma, pah " ucapnya lagi, sambil berlalu pergi meninggalkan orang tuanya.
"di anggukan oleh orang tuanya saja.
Setelah selesai membersihkan diri ervan duduk sambil melihat-lihat HP nya untuk mengecek e-mail yang masuk dari asisten pribadinya yaitu doni. tapi ternyata tidak ada yang mendesak dan dia memutuskan untuk beristirahat, tetapi sedari awal memejamkan mata dia tidak bisa tidur sama sekali,
entah karena merasa bersalah kepada orang tuanya atau karena hal lain dia tidak tau. Namun seiring rasa itu tiba-tiba yang terlintas di pikirannya malah wajah cantik sang Sekretaris yaitu Syifa dengan senyum ramah tpi tetap profesional dalam bekerja dan bertindak.
Senyumnya, suaranya, wajahnya, dan lain-lain.
kemudian dia tersadar dan cepat- cepat menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan Syifa yang secara terus menerus mengganggu tidurnya.
__ADS_1
Hai readers maaf kan autor ya lama tidak aktif, tidak update, sedikitnya yang mendukung bahkan tidak ada like dan komen,
mohon bantuannya suport dong, 😌😌