Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 43


__ADS_3

Ditengah tengah proses sarapan mereka, tiba-tiba sepasang pengantin datang bergabung dengan mereka, penampilan syifa yang nampak segar dengan rambut basah sontak saja menjadi sorotan kedua paru baya tersebut terutama bu Widya yang terlihat jelas dengan menampilkan senyum merekah bak bulan purnama, terang benderang bahkan dengan antusiasnya membantu menantu nya tersebut dalam menyiapkan makanan nya.


Berbeda dengan Doni yang nampak kusut mukanya, selain karena meradang akibat kejombloan nya yang boleh dibilang akut hingga usia ke 28 tahun belum menemukan tambatan hati, Di pagi-pagi sudah di suguhkan pemandangan yang cukup membakar jiwa nya tersebut. Jelas terlihat di wajah bos sekaligus sahabatnya tersebut muka sumringah yang cerah ditambah tampilan yang mendukung turun bergandengan tangan dengan rambut basah dan wajah segar. Sungguh dapat di tebak apa yang sudah di alami oleh sepasang pengantin baru tersebut.


"Dasar teman sekaligus bos nggak punya akhlak, nyesel gue numpang sarapan disini pagi ini"


Umpat nya sontak mengundang tawa semua yang ada di meja makan tersebut, kecuali Syifa yang sekarang wajahnya sudah panas bahkan memerah seperti kepiting rebut karena menahan malu.


" Mangkanya nikah udah tua juga"


Cibir Ervan sambil menunggu untuk mengambil nasi yang kini sedang di kuasai oleh mamah nya tersebut. Dengan sibuknya dia membantu mengambilkan makanan terenak di meja makan tersebut dan memasukkan ke dalam piring menantu nya tersebut sampai-sampai Syifa bingung bagaimana menghabiskannya, terlihat semua jenis lauk pauk hampir masuk ke piring Syifa oleh ulah wanita itu.


" Mah, jangan gitu juga kali nanti Syifa nya jadi merasa terbebani loh jadi nggak nyaman kalo kelakuan mamah kayak begitu".


Tegur papa Angga karena melihat porsi yang di masukkan istrinya melebihi porsi kuli dan Syifa nampak meringis melihatnya.


" Ih, papah mah ini tu pas buat mantu mama, dia pasti kelelahan ya kan dari kemarin sudah perjalanan jauh dan banyak lagi yang harus dia lakukan, pokoknya harus menyiapkan vitamin dan tenaga yang banyak biar tambah sehat".


Temannya jadi tambah posesif.


' Ahh aku akan segera punya cucu, '


Geregetan nya sendiri sambil membayangkan menggendong cucu pertama. Tanpa di sadari dia tersenyum-senyum sendiri dari tadi.


" Ehh iya ma, tapi Syifa nggak akan habis kalo makan sebanyak ini"


Sela Syifa sedikit tidak enak takut menyinggung mertuanya itu.


" Yahh maaf yah sayang padahal mamah tu ingin biar kamu makan banyak biar sehat loh, tapi kalo kamu nggak bisa gimana ya"


Dengan menampilkan wajah sok sedih andalannya tentu saja Syifa jadi tidak tega, dan memilih menuruti keinginan mertuanya tersebut.

__ADS_1


" eh mah, jangan sedih gigu dong, maafin Syifa ya, ini makasih ya, ini Syifa mau makan nya kok, " dengan pelan dia menoleh ke piring jumbo nya lagi sambil menelan saling nya sendiri.


" Sudah, sudah sayang makannya bareng mas aja, kebetulan mas belum ambil nasi, sepiring berdua kan lebih soo sweet"


dengan cepat Ervan sudah berpindah tepat di samping sang istri bersiap menyatap makanan jumbo porsi 2 kuli itu akibat ulah dang mamah yang terlampau lebay itu.


" Sepiring berdua? " Ucap Syifa tak percaya.


" Iya sayang, aku tau kamu itu nggak akan habis, dan keberatan juga ngabisin ini semua kan, tenang suami tampan mu ini suka makan akan ludes, ih mamah so sweet sekali ya biar kita bisa sepiring berdua" bisiknya tepat di telinga Syifa hingga sang empunya merinding.


" Loh van, kamu ngapain? itukan mamah khususkan buat mantu mama? "


Protes bu Widya.


" Ih mamah, kayak nggak pernah muda aja, ini namanya ritual penganten baru, ih mamah pengertian sekali ya buat porsi makan sebanyak ini biar kita bisa sepiring berdua?, makasih mamaku sayang"


Dengan cepat Ervan menyanggah ucapan mamahnya takut berubah pikiran pikirnya.


Sedangkan Doni dan pak Angga sudah sibuk menahan tawa karena ulah wanita paruh baya tersebut. Terlihat sangat serasi sekali kedua pasangan itu seperti memang mereka yang menginginkan makan seperti itu, padahal tanpa sengaja karena ulah sang mamah yang super itu.


Di kantor nampak lah seorang wanita yang tak lain Sitta sudah datang lagi meneror kantor Ervan karena sudah tiga hari tidak berhasil menemui pria itu tetapi tetap tak membuatnya menyerah hingga dia memberondong staff kantor dengan banyaknya pertanyaan yang keluar dari tugas kantor semestinya itu. Kegeeran yang di lakukan oleh Sitta bertambah dengan kedatangan Doni sang asisten sekaligus tangan kanan Ervan itu seorang diri tanpa hadirnya Ervan yang biasa selalu mengintili nya.


" Akhirnya kamu muncul juga, kenapa saya menghubungi nomor kamu tidak di balas Don? kenapa nomor HP kak Ervan juga tidak aktif, kalian tidak sedang menghindari aku kan? Awas kalau kamu berani macam-macam akan aku singkirkan kamu ketika aku sudah menjadi nyonya kusuma! "


Berondong pertanyaan yang menyerang Doni tanpa tau malu, membuat sudut bibir lelaki dingin itu sedikit terangkat meremehkan setiap ancaman wanita gila tersebut.


" Hehh, "


Malas rasanya meladeni wanita seperti itu tapi mau bagaimana lagi ini menjadi konsekuensi baginya dan dia sudah bisa menebak bahwa ini akan terjadi.


" Apa maksud kamu ayo jawab,! "

__ADS_1


Ulangnya lagi dengan tegas mengintimidasi.


" Memang nya kamu siapa,? Aku bekerja untuk Ervan buak untukmu jadi untuk apa aku meladeni wanita ular sepertimu! ".


Balas Doni tak kalah sengit.


" Cepat katakan di mana kak Ervan sekarang, aku ingin bicara"


" Nggak perlu tau, dia sedang ada urusan pribadi yang tidak bisa di ganggu"


Jawaban Doni sontak menyulut api kemarahan dari diri Sitta dengan kasar diaengancam Doni akan membuat kegaduhan dan akan memfitnahnya dengan berbagai cara kalau tidak memberinya petunjuk.


" Jawab dan beritahu aku atau aku akan berteriak dan memfitnah mu, kamu tau kan kalau kak Ervan sangat menyayangi kak Yuna, jadi dia tentu akan melindungi aku yang mana aku adalah amanah dari almarhumah istri yang sangat di cintai itu? ".


" Dasar wanita gila, terlalu menuruti ambisi, Ingatlah sadar sifatmu itu akan menghancurkan dirimu sendiri"


" Udah deh kalau mau ceramah kemasjid saja sana, cepat katakan saja aku nggak ada waktu buat meladeni orang seperti kamu".


" Sudahlah jangan berharap dan berambisi, saya sarankan rubah lah cara pikir kamu, biarkan Ervan berbahagia bersama istri nya, "


Sontak saja ucapan Doni itu membuat Sitta terkejut bukan kepalang, dia tentu tidak Terima dan tidak akan tinggal diam jika Ervan memilih menikahi perempuan lain apalagi tidak selevel dengan nya, menurut dia sih itu.


" Apa,,,......!!! "


" Kamu tidak bercanda kan, jadi yang aku dengan dari pembantu bik lia itu benar?, Ervan lebih memilih menikahi wanita miskin itu,? Ini tidak bisa di biarkan".


Dengan cepat dia berbalik dan keluar dari ruangan kebesaran Ervan, yang sekarang di isi oleh Doni karena sedang meng-handle selama Ervan cuti menikah.


" Dentuum, "


Terdengar jelas suara pintu tertutup dengan paksa membuat Doni tersingkat terkejut dan mengelus dada.

__ADS_1


" Semoga saja Ervan bisa mengatasi ini semua dan rumah tangga Ervan bisa bebas dari pelakor-pelakor dan wanita gila seperti Sitta ini"


Ucapnya tak habis pikir padahal Sitta memiliki wajah yang cantik badan semampai dan bodi lumayan walaupun memang lebih cantik Syifa kemana-mana sih.


__ADS_2