Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 34


__ADS_3

"Alhamdulillah "


Jawaban serentak dari para tamu undamgan. Kemudian pak pengulu melanjutkan dengan pembacaan doa.


Deg


Deg


Deg


Detak jantung Syifa bertalu-talu seakan ingin berlomba paling cepat berdetak betapa gugupnya dia saat ini.


Tak lama terlihat ibu mendatangi kamar pengantin memberitahu kalau pengantin wanita sudah waktunya keluar menemui suami nya yang sudah sah barusan setelah ijab kabul di ucapkan nya di hadapan penghulu, orang tua dan tamu undangan.


" Nak sudah siap, ayok suamimu sudah menunggu mu " ucap Ibu dengan senyum penuh haru.


" Iya bu, " jawabnya gugup


" Ayo fa, gue sama Amelia yang gandeng ya biar kami cepet nyusul, "


Mereka kemudian menggandeng Syifa dan di ikuti oleh ibu di belakang mereka. Semua tamu undangan terpana melihat kecantikan Syifa yang sangat nampak sempurna dengan balutan gaun pengantin rancangan khusus berwarna putih sangat pas di tubuh ramping dan proporsional nya itu,.


Tepat di cepat Ervan, mereka pun berlalu membiarkan Syifa duduk di samping suami baru nya itu karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani.


" Hemm"


Deheman pak penghulu sehingga menyadarkan Ervan dari lamunannya karena terpesona dengan penampilan Syifa menggunakan gaun pengantin ini. Sehingga membuatnya sedikit kikuk dan malu.


" Kayak nggak pernah nikah aja, perasaan kemarin pas nikah sama Yuna kagak begini lo deh".


Bisik Doni tepat di samping telinga Ervan.


" Berisik aja lo, mangkanya nikah sana, biar tau rasanya" jawabnya asal.


" Baiklah sebelum nya dipersilahkan mempelai pria membacakan doa diatas ubun-ubun mempelai wanita nya, dan mempelai wanita silahkan menyalami suami nya sebagai bakti pertama kepada sang suami.

__ADS_1


Baru setelah itu silahkan tanda tangani beberapa berkas mulai dari surat nikah dan lain-lain"


Nampak lah sekarang Syifa dan Ervan duduk berhadapan terlihat canggung tapi berbekal pengalaman nya dulu Ervan masih bisa menguasai diri, berbeda dengan Syifa yang nampak sangat gugup sekali di lihat dari tangannya yang sedikit gugup meraih tangan suaminya sebelum akhirnya diciumnya punggung tangan itu di barengi dengan Ervan mencium keningnya cukup lama.


Momen ini di abadikan oleh tugas fotografer yang di perintahkan Doni untuk mengambil Agel yang indah dan bagus-bagus baik candit maupun dengan sengaja.


Setelahnya Ervan dan Syifa tak lupa menyalami seluruh orang tua dan yang sepatutnya di hormati di sana sebagai sujud hormat dan syukurnya memohon doa atas diawalinya biduk rumah tangga mereka sehingga mencapai rumah tangga yang samawah aamiin.


" Ibu, abah maafkan semua kesalahan Syifa, selama jadi anak Syifa belum bisa memberikan yang terbaik. Dan Syifa sekarang malah meminta doa yang tulus serta keikhlasan dan keridhoan dalam menjalani rumah rumah tangga Syifa" tuturnya dengan tangis pilu setulus hati nya


" Sayang anak ibu sama abah, sekarang sudah dewasa, sudah membina rumah tangga. Jangan lupa sekarang baktimu utama pada suamimu, orang tua suami mu mereka juga orang tua mu sekarang. Ingatlah jangan sekali-kali kamu membuatnya melupakan orang tua nya karena bagaimana pun surga seorang suami ada pada orang tuanya"


Nasehat panjang lebar dari abah di telan dengan penuh hikmat dari Syifa.


" Sayang ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kamu dan rumah tangga kalian nanti selama disini dan seterusnya kamu telah melakukan yang terbaik sayang"


Ucapan bangga ibu membuat tangis Syifa semakin jadi. Kini gandmtian Ervan yang sungkem kepada abah dan ibu Syifa. Tak lupa pula mereka sungkem kepada mamah dan papah Ervan sebagai orang tua mereka.


" Selamat sayang, akhirnya harapan mama terkabul, sekarang kamu sudah beristri. Bahagiakan lah dia nak jaga, hormati sebagai perempuan mama selalu berdoa supaya ini adalah biduk rumah tangga kalian yang terakhir dan menuju Jannah bersama-sama. aamiin".


Setelah selesai acara sungkeman pak penghulu menyuruh mereka untuk menanda tangani beberapa berkas yang sempat dilewatkan karena mereka lebih dulu melakukan acara sungkeman yang pilu dan penuh kebahagiaan itu.


" Kalian berdua silahkan kembali duduk dulu tanda tangani ini, ini dan ini" perintah pak penghulu dari catatan sipil itu.


" Baik Pak"


Jawaban serempak itu pun dilakukan oleh mereka dan berjalan menuju tempat dimana tdi Ervan melakukan proses ijab.


Tak lama pun mereka dengan mudah sudah menyelesaikan proses tanda tangan itu dan resmilah mereka menjadi pasangan suami istri di mata hukum dan agama. Rasa bahagia itu menyeruak begitu saja seakan-akan memenuhi rongga-rongga harti kedua mempelai. Lama mereka bertatapan penuh kebahagiaan tanpa mempedulikan Tanu undangan dan keluarga yang ada di sana.


Hingga suara Doni memecahkan tatapan keduanya karena sesi foto akan di lakukan.


" Sekarang waktunya foto pengantin dan juga bersama keluarga dan kerabat"


Ucap Doni sengaja di keraskan supaya keduanya tersadar.

__ADS_1


"Eh eh hehe" Syifa menjawab sangat gugup dan malu.


" Kenapa sayang hemm"


" Malu kak" jawabnya sambil memutar badan membelakangi para orang tua yang sudah ter senyum-senyum melihat kelakuan keduanya.


" Kenapa malu sih sayang kan sudah halal. Atau mau aku cium dulu biar tau ni pengantin baru hemm"


Goda Ervan mencairkan suasana agar Syifa mau menghadap tamu lagi.


Benar saja Syifa pun segera berbalik dan menuruti pose yang di perintahkan oleh fotografer untuk mendapatkan hasil gambar yang memuaskan.


Setelah acara prosesi pemotretan pembawa acara menpersilahkan para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan. Sementara pengantin sudah di pindahkan ke atas pelaminan yang di siapkan khusus dan sangat cantik.


" Sayang kamu lapar nggak? " pertanyaan Ervan.


" Iya kak lumayan aku nggak makan dari pagi, "


" Mau aku ambilin makan nggak atau kita aja yang kesana biar bisa milih ucap Ervan? "


" Boleh kak aku mau makan sate lilit dan rendang juga salad buahnya"


" Jadi makan nya dimna sayang apa mau di sini aja, atau jadi kesana? Tapi nanti kamu capek kalau kita kesana gaun kamu cukup buat nyapu lantai soalnya aku baru ingat"


Ucap Ervan dengan memandang kasian istri baru kesayangan nya ini.


" Nggak apa-apa kak aku mau kesana mau makan yang kulihat di sana mau pilih sendiri"


Jawabnya


" Lagian kan ada kakak yang pegangin ujung gaun aku hehe"


Melihat keceriaan istrinya dan senyum manisnya membuat Ervan tak tega jika menolaknya. Dan beberapa tamu undangan serta kerabat nampak memicingkan mata melihat mempelai berjalan kearah prasmanan makanan. Maklum biasanya kan pengantin itu di antar makan nya bukan ambil sendiri karena semua tau repotnya pakaian mempelai wanita tapi berbeda dengan penganten ini.


Bukan terlihat aneh malah kelakukan keduanya menyita perhatian semua orang lantaran Ervan dengan romantisnya mengambil dan memegang ujung gaun istrinya sambil berusaha menjaganya dengan hati-hati agar tidak jatuh. Terlihat sangat sosweet sekali.

__ADS_1


__ADS_2