Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 25


__ADS_3

Sesampainya Syifa di ruangan nya dia mulai membuka HP nya dan melihat-lihat foto keluarganya di kampung halaman, di sana nampak sorang lelaki paruh baya berumur kisaran 50 tahun itu menggunakan baju kemeja berwarna hijau, dan ibu-ibu yang berusia tak jauh dari sang bapak yaitu kisaran 48 tahun menggunakan baju kebaya juga senada dengan suaminya tersebut, serta terdapat dua orang remaja menggunakan pakaian berbahan kebaya sama persis seperti sang ibu, tak lupa seorang gadis berdandan menggunakan pakaian khas Universitas dengan di dalamnya diselipin kebaya yang sama pula dengan yang lainya.


Ya itu foto keluarga Syifa saat wisuda 3 tahun yang lalu.


Di tatapnya foto itu dalam-dalam di selipkan nya doa dan harapan sebagai penyemangat karena sebentar lagi mereka akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan besar untuk memperebutkan sebuah tander besar dengan nilai 10 Miliar.


Sebagai seorang sekretaris Syifa tentu gugup dan tidak percaya diri saat itu karena nasib perusahaan itu ada di tangan nya juga sebab yang akan mewakili perusahaan nya dalam menyampaikan proposal adalah dirinya sebagai pendamping CEO dari perusahaan X.


Aneh, ya memang sedikit kurang pas tapi memang sudah menjadi persyaratan dari pihak perusahaan nya seperti itu.


2 jam berlalu, kini Syifa dan Ervan sudah bersiap-siap untuk melakukan pertemuan di sebuah perusahaan Asing tersebut.


Sebagai seorang yang sudah ahli dalam berbisnis Ervan nampak santai dan percaya diri berbeda dengan Syifa yang terkadang nampak terlihat sedikit berkeringat.


Dia sangat takut mengecewakan perusahaan tetapi mendengar penawaran dari Ervan dan di tambah sebuah iming-iming bonus yang besar membuat Syifa seolah menemukan energi nya kembali.


Didalam sebuah mobil mewah bermerk terlihat Syifa kembali mem buka-buka file proposal yang tadi sudah dia buat guna mengantisipasi kesalahan walaupun sekecil apapun itu.


" Proposalnya sudah bagus aku sudah melihatnya, aku yakin kita akan memenangkan tander ini" ujar Ervan menenangkan Syifa karena dari tadi dia lihat gadis cantik itu tidak pernah terlihat tenang, selama menjadi sekretarisnya baru kali ini dia melihat Syifa seolah takut dan tidak percaya diri.


" Tidak usah di pikirkan terlalu berlebihan nanti kamu pusing aku percaya dengan kecerdasan mu"


" Iya kak tapi aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan kesempatan sebesar ini"

__ADS_1


" Lagian baru kali ini aku menghadapi klien yang rata-rata orang besar semua" ucapnya.


Memang benar yang di ucapkan Syifa tapi jangan sampai dia menjadi tekanan, karena bagi Ervan tidak mendapatkan kontrak ini pun dia akan tetap menjadi orang terkaya no 1 di Negara X ini.


" Andai kamu tau kalau tander yang mati-matian kamu takutkan akan lepas ini ada di bawah naungan Kusuma Corp, apakah kamu akan tetap setakut ini" Ervan bergumam dalam hati sambil memperhatikan wajah Syifa yang nampak serius tapi tetap terlihat cantik.


*****


Tibalah mereka di sebuah gedung yang sangat besar dan mewah perusahaan kelas Internasional mereka turun secara berdampingan bagi orang yang tidak mengenalnya mereka pasti berpikir mereka adalah sepasang kekasih. Tampaklah dekorasi yang super mewah dilengkapi pernak-pernik dan suasana yang riuh. Suatu perjalanan yang cukup menyita tenaga sampai pada waktunya mereka tiba di ruangan yang telah berkumpul pengusaha-pengusaha sukses.


Yah mereka mengadakan pertemuan di gedung elit di mana letaknya ada di lantai paling atas sehingga untuk sampai ke lantai itu harus melalui banyaknya gedung-gedung di lantai bawahnya.


" Selamat datang pak Ervan dan nona Syifa, senang kehadiran pengusaha sukses dan berbakat seperti anda" uluran tangan dari pemilik acara tersebut yang bernama pak Vederik dari Singapura.


" Karena semua yang di tunggu-tunggu sudah datang dan sudah lengkap mari kita mulai saja acara presentasi nya" seorang pemuda yang di yakini adalah asisten pribadi pak Vederik.


Baiklah selamat siang semuanya saya jelaskan secara singkat tentang tander yang sudah di ajukan sebelumnya, tander ini berisikan pembukaan sebuah Pabrik Ubi mulai dari Kitella, Ubi rambat, sampai Ubi racun sekalian yang akan di pasok menjadi bahan pangan dalam dan Luar Negeri. Jumlah tander yang di tawarkan adalah 10 Miliar rupiah.


Baiklah sebagai pembuka kami persilahkan perusahaan Federal Group untuk memaparkan isi dari proposal yang hendak di tawarkan.


Nampak seorang sekretaris berdiri maju kemudian memaparkan isi dari proposal nya mulai dari strategi sampai pada modal dan keuntungan nya. Semua bertepuk tangan luar biasa sebuah pengalaman yang luar biasa bagi Syifa bisa menjadi bagian dari orang-orang penting di ruangan ini.


Terima kasih kepada perwakilan dari perusahaan Federal Grup mari kita berikan tepuk tangan sekali lagi dengan meriah. (Prok pork prok) dengan kompak semuanya bertepuk tangan.

__ADS_1


Sekarang mari kita persilahkan kepada perwakilan dari perusahaan Kusuma Corp untuk menyampaikan pemaparan nya. Mendengar perusahaan mereka di sebut, Syifa pun berdiri dan menghadap ke layar presentasi. Semua mata mengarah kepadanya selain pembawa an yang lembut dan menarik juga wajahnya yang cantik tak ayal terkadang terdengar desas-desus para cowok di ruangan itu membahas tentang kecantikan yang di miliki oleh Syifa.


Tibalah pada saat Syifa menyampaikan presentasi dengan lihai, teliti, detil, mulai dari strategi yang di tawarkan, barang dan modal yang di butuhkan, hambatan yang mungkin terjadi serta target pasar dan keuntungan yang hendak di capai. Melihat cara penyampaian nya seperti itu, Syifa sudah seperti senior tingkat level tinggi dan patut di acungi jempol.


Tak lama dari itu secara refleks semua bertepuk tangan (Prok prok prok). Tidak hanya itu ada sebagian yang sampai berdiri saking apresiasi dengan ide-ide yang di tawarkan eh Syifa melalui presentasinya itu, Di sudut sana nampak Ervan tersenyum tipis menandakan bahwa dia bangga dengan apa yang telah Syifa lakukan barusan.


"Luar biasa memang tidak salah Nona bekerja di perusahaan terbesar di kota ini, kualitas dan kecerdasan mu sungguh patut di acungi jempol" ucap para pengusaha di sana.


" Terima kasih atas kesempatan nya dan terima kasih untuk semua pengalaman ini, " tak lama kemudian Syifa pun duduk kembali ke kursi yang terletak persis di samping Ervan.


" Good Job" perlahan dia mendengar ada yang memujinya. Pada saat dia menoleh benar saja Ervan berada tepat di sebelah wajahnya bergerak sedikit lagi maka wajah mereka dipastikan akan saling bersentuhan.


" Sepertinya aku akan memberikan mu bonus yang besar kali ini" tambahnya lagi dengan tersenyum tipis lebih tepat seperti menyeringai.


" Terima kasih pak" jawab Syifa gugup.


Tentu saja dia gugup berada sedekat itu dengan atasan yang belum pernah terjadi selama ini benar-benar membuatnya senam jantung.


Presentasi pun berlangsung hingga 2 jam berlalu keputusan pun di tetapkan bahwa Tander Pabrik Ubi ubian dengan nilai Pantastis itu jatuh ke perusahaan Kusuma Corp.


(Prok prok prok)


sorak sorai tepuk tangan dari semua pengusaha di ruangan itu. Seperti mimpi akhirnya dia bisa memenangkan Tander tersebut. Dalam hati Syifa bersyukur di berikan kesempatan memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempatnya bekerja tersebut.

__ADS_1


Berbondong-bondong rekan yang lain mengucapkan selamat atas keberhasilan Kusuma Corp dalam mengalahkan berbagai pengusaha yang terkenal termasuk dalam lingkup Raja Bisnis itu.


__ADS_2