Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 41


__ADS_3

Disepanjang perjalanan menuju kita Syifa lebih banyak diam, bahkan sesekali butiran bening itu mengalir secara tak di sadarinya, ingatannya kembali menerawang disaat dia meninggal kan halaman rumahnya yang sederhana. Beberapa meter mobil melaju dia menoleh kebelakang dan nampak orang tuanya menggiring mobil itu hingga menghilang dari pandanganya.


Perlahan Ervan menggenggam tangan nya dan menenangkan Syifa yang saat ini tengah di landa sedih, dia meyakinkan kalau nanti akan sering pulang ke desa demi menemui kedua orang tua dan saudara nya bahkan jika hanya untuk sekedar melepaskan rindu.


" Sayang, sudah ya, nanti kita akan sering-sering kesini, kalau perlu kita ajak merek tinggal di kota aja biar dekat dengan kita bagaiman? "


Bujuk Ervan sambil mengelus dan mengusap air mata di pipi istri tercintanya itu.


" Iya mas, nggak apa-apa kok, Syifa cuman kayak belum nyangka aja kalau kemarin Syifa berangkat kan buat kerja gitu otomatis sementara dan akan kembali pulang, kalau sekarang kan nikah, ikut suami beda suasana aja, nanti terbiasa sendiri kok insyaAllah "


" Lagian abah sama ibu nggak akan mau pindah ke kota mas, mereka sudah kayak nyaman di desa katanya banyak sejarah lah, kenangan, dan juga suasana nya masih nampak asri dan jauh dari hiruk pikuk keramaian yang membuat bising".


" Yaudah, kalau gitu nanti kita akan sering kesini aja buat liburan ya biar nggak kangen lagi dan nggak sedih,?


" Senyum dong, masak suaminya di kasih wajah cemberut dan sedih kayak begitu".


Ervan berusaha membuat suasana jadi bersahabat, dan benar saja istrinya itu sudah mampu menampilkan senyum manisnya meskipun masih ada gurat kesedihan sedikit dan itu wajar di alami oleh orang-orang.


...****************...


Setelah melewati waktu berjam-jam lamanya hampir seharian mereka tiba di rumah yang lebih seperti sebuah istana. Sangat mewah dan luas, Ini bukan pertama kalinya Syifa menginjakkan kaki di rumah mewah ini, sebelumnya dia sering datang tetapi bedanya sebelumnya dia datang sebagai seorang sekretaris dan yang di bahas ya tentang pekerjaan. Tetapi sekarang dia datang dengan status yang berbeda, sebagai istri, menantu, menciptakan debaran tak menentu baginya.


" Sayang, hei bangun kita sudah sampai?"


Karena lelah dengan pikiran dan juga kegiatan selama proses pernikahan dadakan tersebut di tambah perjalanan yang cukup jauh membuat Syifa terlelap sepanjang perjalanan hingga dia tak sadar jika sudah tiba di rumah yang menjadi tujuan merek. Ketika di bangunkan juga tidak ada tanda- tanda jika gadis itu akan membuka matanya, sehingga Ervan berinisiatif untuk menggendong nya saja.


" Loh van, Syifa ketiduran?, "


Tanya mamah Widya yang terkejut melihat Ervan yang menggendong menantunya tersebut memasuki kediaman kusuma.

__ADS_1


" Iya ma, kayaknya kelelahan. Sebentar ya ma, Ervan bawa Syifa dulu".


Mobil tuan dan nyonya memang datang lebih dulu karena sebelumnya mobil yang sifat dan Ervan tumpangi sempat singgah di sebuah rumah makan yang ada masjidnya untuk menjalankan ibadah. Sehingga saat mereka sampai di kediaman kusuma nampak kedua orang tuanya tersebut sudah lebih segar dan santai.


" Yasudah buruan di antar ke kamar biar bisa istirahat dengan nyaman, kasian tidur di mobil pasti badannya sakit semua"


titah mama Widya.


" Iya ma, "


Dengan telaten Ervan menaiki tangga sambil menggendong istrinya tersebut, mungkin istrinya itu sedang bermimpi menaiki pesawat terbang atau helly sehingga tak terganggu sedikitpun saat di gendong bahkan dengan jarak yang cukup jauh menuju kamar mereka yang sudah di siapkan dengan sedemikian rupa oleh para asisten mereka.


" Pak tolong barang-barang nya di bawa keatas ya" Titahnya kepada pak sopir.


" Iya den"


Disebuah kamar yang nampak luas dengan ranjang king size dia meletakkan tubuh sang istri dengan hati-hati takut membangunkan tidur nya. Kemudian menyelimuti nya sampai ke atas perutnya kemudian mengatur suhu AC takut istrinya itu kepanasan dikarenakan cuaca memang sedang panas diluaran sana.


Satu kecupan di daratkan di kening sang istri dengan dalam, dipandangi nya wajah teduh sang istri ketika terlelap, terlihat sangat cantik dengan make up polosnya.


" Kenapa kamu terlihat sangat cantik ketika tidur sayang, aku susah move on dong ingin lihat kamu seperti ini terus, nggak mau turun ah rasanya "


Pria gagah itu terus menatap wajah istri nya dengan tangan terus mengelus rambutnya, senyum tak pernah lepas dari bibirnya hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya.


" Masuk"


Nampak seorang bapak-bapak mang Ujang tepatnya sedang membawa koper kekamar tersebut.


" Permisi den, ini barang-barang nya di tarok di mana "

__ADS_1


" Letakkan di dekat lemari ruang ganti aja mang"


Setelah meletakkan dua buah koper yang cukup besar itu Mang Ujang pun berlalu meninggalkan kamar pengantin tersebut.


Ervan pun turun dari ranjang dan memeriksa sekeliling kamarnya yang nampak berbeda, banyak yang bertambah mulai dari meja rias yang sudah lengkap dengan make up, kamar mandi yang bathup nya sudah lebih besar dari yang biasanya, serta lemari yang sudah bertambah jumlahnya. Dia beralih ke kamar nya lagi nampak juga seprei dan bantal yang sudah di buat couplean, selimut nya baru dan serba berbeda.


" Mamah memang terbaik, hehe tau aja anaknya bawak istri baru"


Ervan tak henti-henti tersenyum dia memutuskan untuk membersihkan diri karena hari sudah malam, sebenarnya dia tidak biasa mandi malam tetapi karena sekarang situasi berbeda, ada istrinya yang bersamanya jadi dia harus terlihat wangi dan segar terus.


(Haduhhh pengantin baru ya gitu pengennya terlihat rapi terus)


Setelah puas membersihkan diri dia keluar kamar mandi dengan hanya dililit handuk sebatas pinggangnya terlihat sangat tampan.


"Mas, kok nggak ganti baju di kamar mandi aja"


Ervan refleks menatap suara itu dan benar saja istri nya sudah bangun dapat dia lihat wajah istrinya itu nampak merona karena malu melihat nya bertelanjang dada seperti itu. Dengan jahilnya Ervan mulai menggoda sang istri.


" Eh sayang sudah bangun, hemm aku nggak biasa loh kalau di kamar pakai baju"


Nampak Syifa menutup mukanya karena takut terlihat semakin merona. Sedangkan Ervan sudah tersenyum dengan lebar melihat reaksi istrinya itu.


" kamu nggak mau mandi sayang, atau mau aku gendong aja gitu? " goda Ervan lagi.


" Eh eh nggak usah aku mandi sendiri aja"


Buru-buru Syifa turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi, tetapi dia lupa kalau sekarang nggak bawa baju ganti, setelah selesai mandi dia bingung saat mau keluar nggak ada baju nya, jadi dia memutuskan memakai kimono yang terletak di sampiran pintu khusus kamar mandi.


Dia takjub melihat isi kamar mandi itu yang serba couple mulai dari sikat gigi, handuk, Skincare semuanya serba dua. so sweet sekali pikirnya.

__ADS_1


Ceklek


__ADS_2