Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 30


__ADS_3

...****************...


Assalamualaikum readers author tersayang mohon maaf ya kemarin author tidak up cukup lama di karenakan ada pekerjaan yang level nya full time jadi baru ada waktu luang sekarang๐Ÿ™๐Ÿ™


Author harap readers setia tetap mendukung karya author ya bantu like komen dan share nya ya


kalau ada yang berkenan hadiah dan vote y


nya dong makasihh ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


...****************...


Di sebuah perbatasan kota terlihat seorang gadis dengan penuh kebingungan di sebuah mobil menepi karena menunggu mobil bosnya untuk datang, atas perintah bos nya pula. Sungguh sebuah teka teki yang tidak biasa dan fenomena yang baru bagi Syifa.


Bagaimana tidak sang bos memberi tahu kalau ada pekerjaan keluar kota dengan mendadak bahkan dia saja sebagai sekretaris tidak mengetahui tentang pekerjaan yang hendak mereka lakukan sekarang, ditambah berangkat yang tidak bersama yaitu bertemu di ujung kota yang mana biasanya mereka selalu berangkat bersama karena selain menghemat waktu juga keefisienan nya juga jelas.


" Pak, pak Ervan kenapa nggak barengan aja berangkat pas sama saya? kenapa harus janjian kayak gini pak, mana lama kan buang-buang waktu aja? "


Ucapnya lagi lagi gadis itu protes dak tak Terima lantaran di suruh menunggu dalam waktu yang cukup lama.


" Sabar nona kata tuan sebentar lagi mereka sampai"


" Mereka? maksud bapak pak Ervan sama siapa?" tanya nya penasaran


" Maksud saya tuan Ervan bersama pak Doni non" jawabnya lagi.


Tak jauh dari mobil itu nampak dari kejauhan sebuah mobil sport alphard dengan desain warna khusus putih di campur warna abu bermanik. Tepat di depan mobil mereka yang parkir perlahan mobil itu pun berhenti dan tak lama turunlah seorang pemuda yang nampak gagah ditambah setelan pakaian formal di bungkus rompi yang sangat pas di tubuh proposional nya itu menambah ketampanan nya.


Ya dia adalah Ervan tuan mudah putra tunggal keluarga kusuma. Tak lupa di belakang beliau disusul oleh seorang pemuda yang juga tampan hampir menyamai ketampanan tuan muda tersebut yaitu Doni asisten sekaligus sahabat Ervan.

__ADS_1


Tentu saja di pemuda tersebut juga tampil tak biasa dengan pakaian di lengkapi jaz yang pas berwarna abu-abu ditubuh nya yang sixpek itu, bentuk badan keduanya memang tidak terlalu jauh berbeda mulai dari tinggi hingga badan nya yang bagus.


Hanya saja Ervan lebih terlihat kewibawaan an sebagai seorang pemimpin di tambah wajah yang blasteran itu lebih menarik kaum hawa yang melihatnya. Berbeda dengan Doni yang memiliki warna kulit lebih ke hitam manis.


"Sudah siap pak,? kita pakai mobil Alphard saja ya, "


"Ayo kita berangkat nanti keburu malam "


ajak Ervan yang kini sudah membuka pintu mobil yang sebelumnya di tempati Syifa dan mengajaknya pindah ke mobil yang sudah di desain khusus untuk pujaan hati supaya di pejalanan yang cukup jauh mereka bisa beristirahat dengan nyaman.


" Kenapa pindah mobil pak,? dan tumben sekali bapak pakai baju seperti orang yang mau kondangan saja"


ucap Syifa.


" Oh ini biar lebih terlihat santai saja" jawabnya santai


" Oh begitu, baiklah "


Perlahan Ervan melirik kearah Syifa yang nampak santai dan tenang dalam perjalanan bisnis nya tanpa beban itu. Tangan nya terasa dingin dan nampak berkeringat sekali membayangkan kalau lamaran nya di tolak apa yang harus dia lakukan.


' Apa kamu akan menerimaku Syifa, aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu. Tidak akan ada sakit hati dalam hidupmu karena aku akan meratukan kamu'


'Aku berharap kamu menjadi pendamping ku dan teman hidup ku hingga akhir nanti'


Gumamnya dalam hati sambil terus menatap kearah Syifa tak henti-hentinya. Dan ketika syifa menoleh dia pun terkejut melihat tatapan Ervan yang nampak sayu dan dalam itu sedangkan Ervan masih larut dalam lamunan nya tanpa sadar kalau kegiatan nya tersebut di lirik oleh sang empunya.


" Kak, maaf kaka melihat apa? " pertanyaan Syifa sambil melambai kan tangan di depan wajah Ervan membuat nya tersadar dari lamunan nya tersebut dan menjadi kikuk sendiri.


" Eh eh enggak tadi aku lagi mikirin kerjaan buat besok, gimana apa kamu siap? "

__ADS_1


pertanyaan ambigu Ervan mengalihkan netra penglihatan gadis ayu tersebut.


" Maksudnya,? InsyaAllah saya siyap kalau pekerjaan kan sudah menjadi tanggung jawab saya untuk perusahaan ini" jawabnya mantap.


" Bagaimana kalau ada seseorang yang ingin menikahi kamu? "


Pertanyaan Ervan bertambah aneh menurut Syifa.


" Yah tergantung lah kak, kalau aku tau sama orang nya dan dia juga baik serius Till Jannah yah apa salahnya kan memang rejeki maut dan jodoh itu rahasia, bagaimana prosesnya, lewat jalan apa dan dengan siapa kita berjodoh nggak ada yang tau, bismillah saja dan yakin"


Jawabkan bijak Syifa sedikit menenangkan kegundahan Ervan, setidaknya masih besar harapan dia untuk di Terima sebagai pendamping hidup sang pujaan hati.


...****************...


Tak terasa perjalanan mereka sudah berjam-jam lamanya dan sekarang sudah memasuki kota semarang, tepatnya Desa tempat tinggal Syifa. Perlahan perasaan dihati Syifa pun menghangat entah kenapa dia seakan mengurai kerinduan yang terpendam beberapa tahun terakhir ini. Disepanjang jalan tak henti-henti Syifa melihat pemandangan yang indah dan nampak asri itu.


Semakin dilihat nya pinggiran jalan yang di lewatin nya itu Syifa dibuat semakin bingung bukan nya mengarah ke penginapan yang berada di tengah kota tapi mobil yang mereka tumpangi itu malah menuju ke sebuah Desa yang nampak tak asing bagis gadis itu. Ya itu jalanan menuju ke desanya arah kerumahnya semakin lama semakin dekat dengan tempat tinggal kedua orang tuanya Syifa masih ingat lorong-lorong kecil di pinggiran jalan yang jika di lewati jalan kaki hanya 15 an menit saja sudah sampai oe rumahnya itu.


" Loh kak, ini kenapa jalan nya nggak ke hotel atau penginapan? "


jawabnya bingung, namun bukan nya menjawab Ervan malah menatapnya dengan lembut dan tersenyum hangat menambah kebingungan Syifa perasaan nya semakin membuncah antar bahagia, rindu, dan bingung menjadi satu.


" Kak jawab aku ini jalan kerumah ku kak, darimana kaka tau? dan mau apa ke sini? "


" Boleh aku bertanya sesuatu ke kamu fa? " alih-alih menjawab Ervan malah memberi pertanyaan baru lagi


" Tolong jelaskan kak? "


ucap Syifa yang kini telah menahan air mata karena mobil yang dia naikin sudah berhenti tepat di sebuah rumah sederhana yang nampak ramai serta di penuhi banyak tamu terutama keluarga dilihat ya beberapa mobil mewah terparkir di halaman tetangga yang tak jauh dari halaman rumahnya itu.

__ADS_1


Selain rumah yang nampak ramai terlihat juga dari jauh kedua orang tua nya yang berpakaian kebaya lengkap seragam seperti sedang mengadakan hajatan.


" Kak tolong jawab aku ini maksudnya apa? " tanya nya untuk kedua kali nya sekarang nampak air mata nya sudah meleleh tak mampu dia bendung lagi, selain keterkejutan juga meluapnya kerinduan itu menjadi satu bahkan melebihi level 100.


__ADS_2