
Hari ini Syifa ingin berangkat kekantor bersama Sindy tapi baru berniat memesan taksi online sebuah mobil sport tiba di depan rumah kost nya, tak lama terdengar suara klakson.
Tinn Tinnn Tinn
Karena penasaran aku pun kedepan untuk memeriksakan nya ternyata ervan lah pelakunya.
" Ayo masuk, " ucapnya.
Tanpa basa basi mengajak Syifa berangkat ternyata pesan yang dia kirimkan belum sempat di baca oleh Syifa sehingga apa yang di lakukan Ervan pagi ini membuatnya bingung.
" Kok kk datang kesini, memang nya ada rapat di pagi ini sampai-sampai kk rela putar jarak yang cukup jauh begini" tanya nya
Karena pokonya dia pun berfikir mungkin saja Ervan menjemputnya karena ada pekerjaan mendesak yang dia sebagai sekretaris dibutuhkan untuk menghadirinya.
" Saya sudah memutuskan bahwa kamu akan pulang pergi hanya bersama ku saja. Bukan nya aku sudah mengirimkan pesan semalam kalau pagi ini aku yang akan menjemputmu? " balas Ervan panjang kali lebar
" Ehh iya kah tapi aku belum buka pesan kk bahkan buka HP aja belum " jawabnya
" Sudah nggak usah banyak tanya ayok masuk, untuk teman mu nanti aku sudah suruh Doni untuk menjemputnya" jawabnya lagi.
" Iya sabar"
Syifa pun memutuskan untuk ikut ke mobil CEO muda tersebut dia bergerak mencari HP nya dan mengirim pesan kalau nanti akan ada mobil perusahaan yang menjemput teman nya tersebut, karena dia sudah pergi bersama dengan sang CEO dia beralasan ada rapat mendadak.
Sindy yang baru selesai bersiap siap pun mendengar dering HP nya menandakan ada pesan masuk pun penasaran dan beranjak melihat pesan tersebut, ternyata dari Syifa temannya.
" Baiklah" balas nya singkat.
Dia beranjak menuju ruang tamu untuk menunggu penjemputan yang di bilang oleh Syifa melalui pesan singkat nya. Sudah berjalan 20 menit tak kunjung juga ada seseorang yang menjemput dia pun berniat menghubungi Syifa, namun baru saja mengeluarkan HP nya terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang rumah kost tersebut dia pun keluar untuk memeriksanya.
__ADS_1
" Syukurlah sopirnya sudah datang, bisa tamat aku kalau sampai terlambat, mana tinggal sisa waktu 20 menit an lagi sampai kantor semoga saja nggak macet" ucapnya sendiri.
" Loh kok pak Doni yang jemput bukanya sopir ya yang jemput aku? " tanyanya heran
" Iya perintah dari bos langsung ni, buruan nanti kita terlambat kabarnya di perempatan ada macet" ucapnya
Ucapan Doni yang menyebutkan ada macet di perempatan membuat pikiran Sindy mulai khawatir takut terlambat sebagai karyawan yang teladan dengan jabatan cukup baik dia tidak mau memberikan citra buruk kepada bawahanya. Dengan buru-buru dia memasuki mobil bagian belakang dan meminta doni menjalan kan nya segera.
" Ayo pak jalan cepet nanti saya bisa terlambat bisa rusak ni citra karyawan teladan kalau terlambat " ucapnya
" Eh kok di belakang di depan dong, emang aku supir mu apa? " sewot Doni tak Terima melihat Sindy duduk di bagian belakang.
" Yehh bukan nya cepat malah protes kan hanya tempat duduk doang" kesal Sindy namun tetap bergerak berpindah duduk menjadi di samping kemudi.
Sikap Sindy membuat Doni diam-diam tersenyum tipis menurutnya alangkah lucu nya wanita ini.
" Iya ayok segera jalan dong nanti saya terlambat " jawabnya acuh.
*****
"Memang nya ada apa kk kok ada acara jemput menjemput begini" Syifa yang dari tadi heran dengan sikap ervan pun memulai membuka suara untuk bertanya setidak nya mengikis rasa penasaran nya itu.
"Tidak ada aku hanya ingin menghindarimu dari buaya dan kadal saja" jawabnya ketus ceplas ceplos.
" Siapa yang buaya, dan siapa yang kadal? "
tanya Syifa makin bingung.
" Bukannya kemarin kamu menghabiskan waktu bersama komodo tukang kunci itu ya jalan-jalan, jajan sampai sore hari" sindir nya
__ADS_1
" Oh pak Ryan kami hanya menghilangkan jenuh, kok kk tau ya kalau kemarin aku jalan sama pak Ryan? "
" Bertanya balik lagi, emng ya ini anak kelewatan polos atau bagaimana, dasar nggak peka" dia terus mengedumel saja kesal sekaligus karena Syifa tak peka akan kecemburuan nya itu.
"Sudah jangan di bahas lagi pokoknya kamu tidak beh berhubungan dengan laki-laki lain selain urusan pekerjaan, titik tidak pakai koma" tekan nya.
Syifa yang bingung hanya diam saja memperhatikan jalanan dan beralih melihat ke arah jendela tanpa ada niat untuk memperpanjang percakapan di antara keduanya, sepanjang jalan dia hanya melihat setiap ruas jalanan yang cukup padat dan terbilang lumayan cerah.
Keheningan yang terjadi membuat ervan mencuri pandang ke arah samping nya dimana Syifa selalu terlihat cantik di matanya bahkan dengan hanya memakai pakaian sederhana sekalipun tak sedikitpun mengurangi aura kecantikan yang dimilikinya.
["Aku tidak akan membiarkan siapa pun mendekati kamu, hanya aku yang akan mengisi hari-hari indah mu seterusnya"] bisik nya dalam hati.
Selang 30 menitan mereka sudah memasuki aula kantor dan kedatangan mereka secara bersamaan mengundang perhatian para karyawan kantor terutama kaum hawa, ada yang mulai berbisik- bisik membicarakan keduanya ada yang menilai positif dan mendukung dan ada pula yang memberikan kesan negatif dan berkata yang tidak- tidak tentang sekretaris yang menggoda atasannya tersebut.
Setiap yang mereka bicarakan di dengar oleh keduanya namun mereka tetap cool terutama Ervan menganggap itu hanya omongan yang tak berguna dan tidak perlu di tanggapi, Berbeda dengan Syifa dia berusaha menganggap itu tidak benar toh mereka hanya sebatas karyawan dan bos saja tetapi tetap saja bisik-bisik itu sedikit membuatnya tidak nyaman dan itu terbaca oleh ervan hingga dia pun memberikan teguran kepada bawahannya tersebut untuk tidak mengulanginya lagi.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan hah,? sudah bosan bekerja di perusahaan ini kalau kalian lebih sibuk membuat gosip lebih baik kalian kembali pulang saja?! " bentaknya membuat karyawan yang tadi bergosip pun bergetar ketakutan dan meminta maaf.
" Ma-maafkan saya tuan, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, tolong jangan pecat saya anak-anak saya masih kecil ucapnya meng iba? " di ikuti yang lainnya juga
" Kembalilah ke pekerjaan kalian saya tidak mau mendengar ada yang bergosip di kantor ini, saya butuh tenaga dan pikiran kalian karena saya menggaji kalian untuk bekerja bukan bergosip, mengerti? " lanjutnya
"Baik tuan kami mengerti, permisi " mereka pun pamit undur diri.
Namun sikap Ervan justru membuat Syifa bingung kenapa dia sampai segitunya marah dan berniat menggosip bahkan dia saja seakan tidak merasakan apa-apa karena baginya dia tidak bersalah jadi oke-oke saja selama tidak merugikan nya.
Mereka berdua meninggalkan lantai dasar dan memasuki lift dengan ervan yang terus menggenggam tangan Syifa seolah sedang memegang tangan anak kecil yang takut terjatuh saja.
Hal tersebut langsung tersebar di area kerja perusahaan X ini dan sejak kejadian itu tidak pernah terdengar lagi desas desus orang yang menggosip akan hubungan kedekatan kedua nya. Semua karyawan sudah tau kalau posisi sekretaris CEO mereka bukan hanya sebagai karyawan saja tetapi memiliki tempat khusus bagi CEO mereka jadi mereka tidak mau membuat masalah apalagi sampai mengganggunya.
__ADS_1