Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 50


__ADS_3

tak tak tak


suara langkah kaki seseorang yang kian mendekat, Sitta pun mulai mengalihkan pandangannya kearah suara itu.


Tak lama kemudian muncul seorang wanita paruh baya ternyata ibunya sendiri.


" Ibu kenapa kesini? "


Tanya nya dengan heran karena tumben sang ibu menghampirinya di siang bolong tanpa angin dan hujan sekalipun.


" Sekarang apa rencana kamu, sebenarnya apa yang kamu lakukan sampai sampai wanita itu bisa bebas menikmati yang seharusnya punya kita".


" kamu itu harusnya bertindak dong jangan cuman diam aja".


Hardik nya dengan penuh intimidasi kepada sang anak yang di nilai tidak becus dalam menjalankan rencana dan berusaha.


"Ibu jangan cuman ngomong dong, bantuin gitu, aku sudah berusaha tapi memang dianya saja yang belum waktunya mati! ".


Kesal Sitta karena merasa di remehkan oleh ibunya sendiri.


" kenapa kamu jadi terlihat kesal sama ibu? mangkanya kamu itu harus pandai dalam menggaet hati Ervan, masa begitu saja nggak bisa".

__ADS_1


"Ibu diam lah aku lagi pusing, cepat bantu Sitta pilirkan bagaimana caranya menyingkirkan wanita sialan itu! "


Ucap Sitta dengan penuh kekesalan.


" Kamu ini memang payah, "


ibu nya pun ikut kesal sendiri


"Ayolah bu, jangan menambah beban dan membuat aku tambah pusing"


kesalnya level up


" Baiklah, kenapa kamu nggak kepikiran buat berperan jadi seseorang yang baik, kan kalau kamu kembali normal maka kamu akan dengan leluasa untuk mendekati seluruh keluarga kusuma termasuk wanita itu, dengan satu langkah kamu akan menyelesaikan semuanya, "


Tambah nya lagi, dengan panjang lebar kalau dalam hal kejahatan siasat makan jangan di ragukan lagi, dialah nomor satu.


Sementara Sitta yang seolah mendapat angin segar akan rencananya menyunggingkan senyum miring nya, pertanda bahwa semua itu sudah sangat sesuai dengan tujuannya tingga menunggu tanggal mainnya.


" Mama memang the best, tak terkalahkan. "


" Tentu saja mangkanya pakai otak jangan pakai kekerasan gunakan ilmu sekali mendayung dua pulau terlampaui, haha".

__ADS_1


" Haha Tunggu saja kehancuran mu wanita kampungan".


Tawa kedua ibu anak itu punenggema di kamar yang serba putih dominan campur pink pertanda sebuah rencana yang akan di jalankan berjalan dan menuai jalan yang mulus.


" Sekarang kamu hubungi Ervan dan ucapkan maaf karena nggak bisa datang di resepsi pernikahan dan akan mampir jika ada kesempatan, dengan begitu maka mereka akan menganggap kamu sudah berubah dan positif terhadap hubungan mereka".


" Baiklah bu, sebentar ".


Dengan segera Sitta merogoh HP di dalam tas nya dan mengubungi no HP Ervan yang tertera di layar paling atas karena begitu sering nya dia buka.


" tutut tuttt tuut"


Ketika sudah mengucapkan permintaan maaf serta memberikan ucapan selamat kepada mempelai pengantin via telpon Sitta pun mengakhiri panggilannya karena merasa rencana mereka akan segera berjalan dengan lancar.


mereka tidak menyadari jika justru perubahan yang mendadak itu malah mengundang tanya dan keraguan yang nampak mencolok bagi Ervan dan yang lainnya.


" kenapa Sitta tiba-tiba menjadi baik begitu seperti mendukung dan merestui kita? "


"Aku jadi meragukannya, aku curiga jangan jangan dia ada hubungan nya dengan rencana yang terjadi tadi,? "


"hush jangan suudzon, syukurin kalau Sitta sudah menerima kenyataan bahwa kalian itu sebagai adik kakak ipar saja nggak bisa lebih"

__ADS_1


Bu widya merasa perubahan Sitta bagus dan positif bagi hubungan pernikahan dan rumah tangga anaknya.


__ADS_2