
" Maafkan aku sebelumnya, " Ervan pun meraih tangan Syifa dengan lembut di genggam nya perlahan di tatap nya mata indah itu dengan teduh dan dalam seolah mengisyaratkan sebuah harapan dan perasaan yang sangat besar kini baru terucap olehnya.
" SyiErvankahlah dengan ku, jadilah pendamping ku jadilah teman hidupku, bantulah aku dan temani aku di sisa umurku di dunia ini, aku tau status ku bukanlah yang pertama tapi aku sungguh munafik dan egois aku menginginkan kamu untuk menemani ku mengisi kekosongan ini jadi ibu untuk anak ku jadi anak perempuan orang tua ku".
Ervan mengutarakan isi hati nya dengan lembut dan penuh perasaan, perlahan matanya pun basah terlihat air mata itu mulai meleleh terlihat jelas ketulusan yang diucapkan duda tampan itu sepenuh jiwa.
" Maafkan aku tidak memberitahu mu sebelumnya aku mencintai mu Syifa, tidak ada pekerjaan keluar kota hari ini bahkan minggu ini, semua ini aku lakukan karena aku terlalu takut kamu akan menolak ku sedangkan banyak lelaki tampan dan mapan serta berstatus bujangan di sekitarmu aku begitu takut kamu akan memilih merek aku takut melihat kenyataan jika kamu bersanding dengan salah satu dari mereka. Sungguh ini isi hati ku yang terdalam aku tidak pernah mencintai orang sampai sedalam ini"
Ucapnya panjang lebar penuh sesak dan harapan, Sementara Syifa terkejut luar biasa tidak bisa berkata-kata bukan karena ungkapan cinta dan kejutan lamaran yang di lakukan ervan, melainkan karena perasaan nya tidaklah bertepuk sebelah tangan.
" Syifa apa aku pantas bersaing dengan mereka aku melakukan kejutan ini khusus dari beberapa hari yang lalu, aku menyerahkan hati ini sepenuhnya aku berharap kamu mau menjadi bagian dalam hidup ku ini?! "
Melihat Syifa yang tak bergeming dan tak pula memberi respon membuat Ervan seolah putus asa.
" Jangan terpaksa menerima ku, kamu berhak bahagia jika kamu tidak mau makan jangan menyakiti dirimu sendiri, katakan saja dengan lapang aku akan memberi pengartian kepada papa dan mama, " .
Ucapnya lagi dengan perasaan keputus asaan dia pikir diam nya Syifa adalah sebuah bentuk penolakan namun dia salah besar justru itu sebuah perasaan yang tidak mampu dilupakan oleh Syifa.
" Aku mencintaimu kak" Ucapnya pelan.
" Apa? coba diulang apakah kamu benar-benar memiliki perasaan yang sama dengan ku? "
berondongan pertanyaan Ervan berikan mewakili rasa bahagianya.
" Iya kak, aku juga sayang sama kaka! " jawabnya dengan penuh keyakinan dan kebahagiaan.
" Alhamdulillah, aku berjanji akan membahagiakan kamu, Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari kekurangan ku ini" Ucapnya dengan haru
perlahan mereka turun dari mobil itu dilihatnya semua orang sudah menunggu di rumah tersebut nampak hiasan rumah sederhana tempat duduk khusus sebagai calon pengantin yang akan mengadakan acara pertunangan mendadak itu. Focus Syifa tertuju pada dua sosok pria dan wanita paruh baya dengan memakai kebaya dan kemeja batik seragam terlihat mahal pasti karena di pesan khusus oleh keluarga kusuma.
Dengan langkah cepat Syifa pun menggapai kedua orang tuanya memeluk mencium nya dengan derai air mata, tentu saja air mata bahagia. Semua kerinduan terkikis sudah dalam pelukan itu masih tidak menyangka keinginan nya untuk bertemu orang tuanya beserta saudaranya justru membawanya pada pertunangan yang penuh kejutan ini.
__ADS_1
Setelah puas melepas rindu Syifa beralih menatap bapak Angga dan ibu Widya dan mengalaminya dengan sedikit gugup disertai malu,.
" Sayang anak mama, alhamdulillah mama senang sekali kamu akhirnya jadi mantu mama, " ucap bu widya sambil memeluk dan mencium Syifa meluapkan kebahagiaan yang tengah dia rasakan.
Pak Angga hanya tersenyum dan mengelus kepala calon menantu nya tersebut, rasa syukur dan bahagia dia rasakan dalam sekaligus hari ini.
Kemudian bu Widya memerintahkan MUA untuk mendandani Syifa selayaknya calon pasangan wanita agar terlihat pangling hari ini.
" Mbak tolong di bawa keatas ya calon mantu saya, dandani se perfect mungkin"
perintahnya kepada 2 orang MUA yang khusus dia sewa di acara lamaran ini.
" Baik Nyah" jawab perempuan yang tak lain MUA tersebut.
" Ayok mbak kita keatas "
" Baiklah, mah, bu Syifa keatas dulu ya" ucap gadis itu.
...****************...
Kebetulan Syifa adalah anak pertama jadi tetangga dan kerabat ingin membantu untuk pertama kali nya bagi keluarga Syifa setelah lama mereka tidak pernah melakukan hajatan namun selalu membantu setiap ada acara di sekutarnya jadi seluruh masyarakat nya turut membantu acara itu. Hanya sebuah pertunangan tetapi ramai melebihi acara hajatan besar-besaran.
Perlahan percakapan ibu-ibu itu mulai riuh karena pangling melihat penampilan Syifa yang baru terlihat dia memakai pakaian kebaya khusus di pesan dengan ukuran yang pas dan sama persis warnanya dengan pakaian yang Ervan pakai maklum pakaian pasangan itu di desain khusus dengan harga yang pantastis. Dari dalam kamar Syifa di gandeng oleh sang adik dan ibu nya untuk memasuki tempat pertunangan berlangsung semua mata takjub melihat kecantikan Syifa yang tidak biasa itu.
Tepat di samping Ervan berdiri Syifa pun menatap Ervan yang tidak berkedip sama sekali saking terpesona nya.
" Air liur hampir jatoh bro" ucap Doni di telinga Ervan dan refleks Ervan mengelap mulutnya dan tersadar jika dia sedang dikerjai teman nya itu.
'ampret lu ' tatapan matanya mengisyaratkan makian itu kepada asisten sekaligus teman nya itu.
Di jawab kekehan saja oleh Doni.
__ADS_1
" Kamu terlihat sangat cantik masya Allah " ucap Ervan tepat di depan wajah Syifa. Dan di jawab senyum malu oleh Syifa.
"Baiklah karena pasangan nya sudah siap semua bagaimana kalau kita langsungkan saja acara pertunangan ini,? "
ucap seseorang yang merupakan ketua adat di sana.
" iya betul silahkan dimulai saja pak acaranya " ucap abah Syifa memberi arahan dan persetujuan.
Acara pun dimulai dengan pertukaran cincin, terlihat sangat serasi cincin dengan ukuran yang indah bermata berlian itu seperti memang di desain khusus untuk nya.
" Permisi bapak dan ibu semuanya, Apakah tidak bisa kalau acara pertunangan nya di ganti jadi acara pernikahan saja pak? "
Tiba-tiba suara seorang lelaki mengagetkan dan mengalihkan tatapan para tamu dan keluarga besar yang ada disana. Terkejut? tentu saja siapa lagi biang keladinya kalau bukan si duda karatan.
" Hahaha bisa saja dasar anak muda nggak sabaran ya? " tawa menggelegar ketua adat memutus keterkejutan semua orang tak terkecuali Syifa sendiri.
" Kak, jangan bercanda dong ini lagi mellow begini juga lagi menghayati momen malah di buat kikuk" Ucap Syifa.
" Loh siapa yang bercanda aku serius. Bagaimana kalau dilangsungkan pernikahan sekarang? resepsi akan diadakan bulan depan? ".
Ucapan Ervan yang kedua kali ini benar-benar mengalihkan focus semua orang dan mereka berubah ke mode serius kembali.
" Apakah kamu serius nak? " pertanyaan itu bukan dari papah Ervan, melainkan dari abah Syifa sendiri.
" Iya abah kebaikan bukanya lebih cepat dilakukan lebih baik juga" jawabnya mantap.
" Bagaimana menurutmu nak? "
pertanyaan kali ini di tujukan ke Syifa.
Dug
__ADS_1
Dug
Dug