Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 47


__ADS_3

" Ah ya, baiklah terimakasih pak maaf ya merepotkan bapak" jawab pak Jali sungkan.


" Bapak nggak perlu sungkan, memang ini sudah menjadi tugas saya, mari ibu, dan keluarga"


Pak Ujang mengarahkan keluarga besan dari tuannya itu ke sebuah mobil minibus yang di sediakan khusus untuk menjemput keluarga besar itu sehingga masih terasa nyaman di tempati oleh puluhan orang.


Selama perjalanan kedua anak gadis pak Jali tak henti-henti menatap takjub akan gedung yang indah menjulang di tengah kota jakarta ini kalau sebelumnya mereka hanya melihat lewat layar TV tetangganya sekarang merek menginjakkan kaki di ibu kita tersebut.


Bukan hanya kedua gadis remaja itu saja yang berdecak mengitari kota melalui kaca jendela yang sengaja di buka sedikit dengan warna yang bening sehingga bisa memberikan wadah untuk yang sekedar melihat lihat selama perjalanan.


Ujang yang sudah mahir menjadi seorang sopir itu pun mengerti sehingga dia menjalankan mobil dengan sedikit santai dan sengaja meniti jalanan yang tidak begitu macet sehingga pemandangan yang di dapat lebih menarik untuk menghapus penat di sepanjang perjalanan tamu nya itu.


1 jam berlalu kini terlihat sebuah minibus itu sudah mulai memasuki area bagunan yang super megah bak istana ya mereka sudah memasuki kediaman keluarga Kusuma, keramaian yang nampak sangat memadatkan pandangan ada yang sibuk mendekor, menyusun hiasan, ucapan selamat serta sebagainya.


"Ehh mbak Dewi sudah datang mas Jali dan keluarga, ayok masuk-masuk semuanya nggak usah sungkan "


Terlihat sekali keramahan dari bu widya dalam menyambut kedatangan besannya itu beserta keluarga besarnya yang sebentar lagi menjadi keluarga besar nya juga.


" hehe iya mba, maaf ya kami merepotkan saja sampek nyater mobil bisa yang sangat mewah begitu pasti mahal" tempat bu Dewi tidak enak hati.


" Ah mbak Dewi bisa saja nggak merepotkan sama sekali kok, kita keluarga besar loh sekarang kalau lupa, lagian itu mobil perusahaan jadi nggak ada satar menyatar atau sewa menyewa" tambahnya lagi.


" Oh iya makasih ya, mbak"


" Iya nggak usah gitu deh mbak Dewi biasa saja, kan kita akan jadi keluarga, oiya mba- mbak dan mas-mas ayo duduk kok malah pada berdiri loh, " ucap bu widya kepada seluruh keluarga yang ikut menyaksikan resepsi pernikahan Syifa dan Ervan.


" Eh ada nak Amel, ayok sayang Syifa nya lagi fitting baju pengantin mungkin sebentar lagi pulang, wah kamu tambah cantik ya setelah kmren ketemu di nikahannya Syifa, "


Bu Widya memang menyukai Amelia yang menurutnya sangat unik dan baik, selain cantik dia juga orangnya penyayang juga humoris sehingga wajahnya selalu nampak cerah di pandang mata.

__ADS_1


" Hehe tante bisa saja, cantik an tante kok hehe"


" Kamu mah selalu begitu, BI, bibi, "


" Iya nya, ada apa? "


jawab bik liya yang datang dari dapur maklum sambil membuatkan minuman untuk tamunya, asisten yang lain pada sibuk membantu di gedung resepsi bahkan ada yang sibuk mengatur gathering yang menurut selera tuan dan nyonya nya.


" Bi, tolong bantu mereka tunjukkan kamar-kamar mereka bik ya, sekalian ajak mang irul buat bantu bawak in barang-barang mereka, "


" Terkhusus kedua besan aku, kamarnya di atas ya dekat kamar kami"


Jelas bu widya panjang lebar.


" Baik nya, ayok mbak, buk dek".


BI liya pun menemani mereka kekamar masing-masing untuk beristirahat minuman yang sebelumnya di buatkan untuk tamunya tersebut di antarkan ke kamar masing -masing oleh BI liya.


...Happy Wedding ...


...Ervan Arya Kusuma & Asyifa...


Hari yang di tunggu- tunggu pun telah tiba dimana di sebuah gedung yang sangat megah nak mewah telah di sulap bagaikan negeri pangeran, dihiasi beragam jenis bunga dan manik-manik yang cantik sangat elegan, bagian atas di hiasan berbagai hiasan bunga yang melambai sangat indah memanjakan mata.


Terlihat di pintu masuk penyambutan tamu dan di dekat pelaminan serta di atas atas bertuliskan ucapan happy wedding yang di ukir dengan sentuhan Seniman yang langat. benar benar sejarah baru, padahal sebelumnya di pernikahan pertama Ervan bahkan hanya mengadakan pesta pernikahan yang mewah tetapi tidak se spektakuler ini semua mata para tamu undangan menatap kagum dan berbinar. Disetiap sudut ruangan sudah di sediakan awak media yang sudah mulai merekam kegiatan itu dari awal dimulainya hingga acara mewah dan bersejarah itu berakhir.


Alunan musik romantis mengantarkan sepasang pengantin baru memasuki ruangan pelaminan dan menduduki singgasana yang di sediakan diikuti kilat flash dan kamera yang menyilaukan mata, benar-benar seperti sepasang raja dan ratu.


" Ckk aku tidak menyangka dan sangat terharu menyaksikan kebahagiaan ini terulang bahkan melebihi yang pernah di laluinya, rasanya penderitaan yang kemarin sempat membekukan hatinya sudah tidak pernah ada"

__ADS_1


Perlahan tatapan mata harus itu berkaca-kaca tak kala mengingat keterpurukan sang sahabat sekaligus atasannya itu ketika di tinggal istrinya untuk selamanya.


" Iya bro aku juga nggak nyangka, akhirnya momen ini tercapai juga, aku turut bahagia"


Andre menepuk bahu Doni sambil menatap luruh kedepan melihat sepasang pengantin yang di dampingi kedua keluarga besar sedang mepakukan proses salam pengantin itu terlihat sangat ramai mulai dari kalangan artis pengusaha bahkan keluarga panti juga turut meramaikan dan mendoakan kebahagiaan pasangan pengantin itu.


Tanpa mereka sadari tak jauh dari tempat duduk mereka terlihat seorang gadis cantik ditemani kedua remaja juga menatap haru kebahagiaan yang sedang menyelimuti saudara sepupunya itu.


Dengan di balut kebaya berwarna Salem di hiasi dengan manik-manik brukat yang film desain khusus seragam keluarga kusuma membuat nya terlihat sangat cantik selain memang telah dari sana nya cantik alami di tambah hiasan natural make up artis, di sana dia terlihat bukan sebagai gadis yang baru lulus SMA tetapi sudah seperti artis-artis atau bahkan pengusaha muda karena terlihat elegan.


" Siapa gadis itu, aku baru melihatnya, apakah rekan bisnis Ervan ya kok aku baru tau? "


pertanyaan Andre mengalihkan fokus Doni yang dari tadi menatap kearah sepasang pengantin itu


" Yang mana? "


" Itu yang pakai baju kebaya, duduk bareng adek ipar nya bang Ervan ".


Tunjuk nya, pandangannya mengarah ke telunjuk Andre sontak saja kedua bola mata Doni membola sempurna terkejut bukan karena penampilan Amel yang nampak bukan seperti gadis bau kencur tetapi kecantikan yang natural itu tidak bisa di pungkiri oleh Doni memang benar dan diam-diam dia juga memuji itu, namun mana mau sifat gengsi itu mengurang sedikit saja.


Setelah tersadar dengan apa yang di pikirkan nya dia bahkan langsung melangkah mendekati Amel tanpa menjawab pertanyaan Andre, entah kenapa dia merasa kesal karena Andre memuji Amel karena setaunya Andre adalah seorang yang menilai dengan kualitas tinggi dan itu membuat hatinya sedikit terusik.


" Heii gadis bau kencur, loe datang juga kesini, Ngapain kesini,? "


Pertanyaan tak masuk akal itu berhasil membuat kening gadis cantik itu mengkerut karena bingung dan sebel sekaligus.


Karena kaget Amel menoleh dan sontak matanya bersitatap dengan Doni dan membelalak secara sempurna.


" Ihh bujang lapuk, tua mulut ember pedas bagaikan cabe mercon level 100, ngapain loe nanya-nanya masalah buat loe, kan gue datang kesini ke nikahan sepupu gue, "

__ADS_1


" bikin sebel ya kadal buntung"


Omelan Amel yang di dengar oleh Andre itu sontak saja membuat nya tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2