
Yah memang mereka tidak menghubungi Syifa karena sebelumnya pas Ervan memeberi tahu tujuan nya dia sudah me wanti-wanti agar keluarga tersebut tidak memberi tahu Syifa akan acara tersebut karena surprise menurutnya.
Orang tua Syifa percaya saja dan sependapat karena dia tahu betul keluarga Kusuma adalah orang baik dan dia bersyukur orang dari keluarga terpandang mau menerima putrinya yang berasal dari kluarga biasa saja.
Tidak terlalu lama bagi keluarga Syifa mempersiapkan acara lamaran yang secara mendadak itu, maklum saja selain rumah yang sederhana, rumah tersebut juga berukuran kecil jadi mereka hanya menyiapkan dekor dan peralatan seadanya yang kemungkinan akan di butuhkan di keesokan harinya. Mulai dari perlengkapan makan dan cangkir serta tikar dan sebuah hiasan yang bertuliskan.
"Happy Angangement"
Syifa dan Ervan
Beserta beberapa hiasan yang sederhana namun cukup cantik jika di gunakan untuk berfoto guna mengabadikan momen tersebut.
" Alhamdulillah yah Bah akhirnya anak sulung kita putri kecil kita dulu kini sudah mau dilamar orang" ucap sang mama seperti menahan rasa sesak.
" Iya mah Syukurlah sudah ada lelaki baik yang mau menggantikan posisi Abah sebagai walinya".
Pak Rojali menerawang dimana terakhir kebersamaan mereka di waktu itu dia menatap sang anak dengan bangga, dilihatnya dari kejauhan saat sang anak naik keatas podium menyampaikan sepatah dua kata sambutan sebagai mahasiswi lulusan tercepat dengan nilai terbaik. Sangat cantik perasaan hangat menyeruak di relung hatinya
Seketika air matanya meleleh ketika mendengar setiap untaian yang keluar dari bibir sang anak yang saat itu sedang menjadi topik dan pusat perhatian semua manusia yang ada di gedung yang bermuat ribuan orang itu.
" Syukur alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wata'alah, semua ini rejeki dari yang maha Kuasa saya hanya di titipkan amanah darinya yang mana itu untuk ku pertanggung jawabkan kelak di dunia dan akhirat. Saya bukanlah yang terbaik, Saya tidaklah istimewa, dan berdirinya saya disini pada hari ini semua karena rejeki dari doa-doa orang terbaik dalam hidup saya,. Abah, ibu, adik-adik serta kerabat-kerabat dan para sahabat semuanya ini wujud dari doa kalian."
"Oleh karena itu semua penghargaan ini kupersembahkan untuk mereka yang terbaik. Terima kasih Abah terbaik ku, Terima kasih ibu terbaik ku, saudara-saudara terbaik ku. Ini untuk kalian" di akhir pidatonya.
Prok prok prok
Tes, tes, tes,
Tetesan demi tetesan air mata tak mampu di bendung nya lagi seketika menyadarkan nya dari lamunan kenangan termanis dalam hidup mereka.
" Anakku Syifa, putri kecil Abah, Abah tidak tau siapa lelaki yang akan menjaga mu ini, tetapi naluri ku mengatakan ini adalah takdirMu nak. Abah tau orang tua dia, Abah tau latar belakang dia, semoga lelaki ini benar-benar orang yang amanah".
Seluruh isi hati pak Rojali seolah terkuak dengan sendirinya di tengah-tengah lamunannya itu.
__ADS_1
" Nak sekarang sudah malam istirahat lah besok kakak kalian mau datang persiapkan semua nya ya, dak kalian juga harus istirahat agar besok bisa terlihat fresh " ucap sang ibu.
" Baiklah bu, kami pamit istirahat terlebih dahulu, kalian jangan terlalu lelah ini sudah selesai semua tinggal menyiapkan makanan besok bisa" ucap sang anak kedua itu.
Dan di anggukan kepala oleh wanita paruh baya tersebut.
Karena lelah sepeninggal anak-anak nya tersebut kedua orang paruh baya tersebut pun memutuskan beristirahat ke kamar nya karena besok mereka akan bangun pagi mungkin sebelum subuh.
*****
Di sebuah kostan yang sederhana nampak seorang gadis sedang gelisah di kasurnya. bagaimana tidak dari jam 10.00 dia memutuskan untuk istirahat sekarang sudah jam 12.00 namun matanya tetap terlihat cling dan tak mau terpejam sama sekali.
Yah setelah tadi telah tertidur selama 1 jam gadis cantik itu pun terbangun karena mimpi yang aneh menurutnya. Yah aneh dimana di mimpi itu dia seperti sedang duduk di sebuah taman kota yang sangat indah di kelilingi ramai anak muda mudi yang sendang menghabiskan malam di taman itu, sepertinya memang selalu ramai pengunjung, selain nampak indah taman itu juga terdapat banyak penjual kaki lima jadi cocok sekali untuk sekedar melepas jenuh.
Tiba-tiba di saat dia sedang asyik memperhatikan keindahan pemandangan itu dia melihat sesuatu yang lebih indah di langit sana. Terang, bersinar dan kerlip.
" Ini beneran bulan ya, kok kerlip-kerlip seperti bintang tapi bentuknya beneran bulan wah sangat indah" ucapnya
" Aku harus mengabadikan nya, ini momen langka aku belum pernah melihat bulan seindah ini! " tambahnya lagi, kemudian dia mengeluarkan HP di dalam tasnya itu lalu mengambil beberapa gambar nya yang indah tentu saja dengan selfi.
" Ah mungkin efek nya kali yang bagus" ucapnya lagi.
Saat dia Berniat kembali ke kost nya dia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang menatap bulan yang sama sepertinya tapi dia mebelakangi Syifa.
" Maaf saya nggak sengaja" ucap nya tidak enak.
Anehnya orang itu tak bergeming. Hingga tiba-tiba orang itu berbalik secara tiba-tiba tanpa mengucapkan sepatah kata pun dia mengendong Syifa, karena terkejut Syifa menutup mata secara refleks tanpa semoat melihat wajah lelaki tersebut yang jelas berperawakan tinggi putih dengan surai rambut rapi dan badan yang atletis.
Karena lelah meronta-ronta Syifa pun terbangun dan mengucap syukur berkali-kali karena cuman mimpi.
" Hahhhh, yaAllah, astaga, kenapa mimpi ku seperti itu," ucapnya dengan terus engah- engah.
"Apa arti mimpiku itu, bulan sabit bercahaya seperti bintang, lelaki yang mau menculik ku, siapa ya kok aku nggak bisa lihat wajahnya? "
__ADS_1
Cukup lama dia berperang dengan pemikiran nya tentang apa sebenarnya arti mimpi nya itu. Aneh sekali seumur-umur baru kali ini dia memimpikan hal yang seperti ini.
Tampa dia sadari bergelut dalam pikiran sendiri penuh taka teki membuatnya seperti terserang penyakit susah tidur terbukti dari jam 10.00 sampai jam 12 malam pun matanya tetap tak mau terpejam sama sekali.
" Mungkin ini pertanda kalau aku harus bangun malam mending sholat malam aja biar tenang" monolognya sambil berjalan menuju wc nya dan mengambil wudhu.
Benar saja setelah selesai menjalankan sunah 2 rakaat sebanyak 2 kali itu Syifa pun secara tak di sadari mulai terlelap dengan sendirinya entah karena memang sudah terlalu larut malam atau karena suatu beban yang secara tidak langsung sudah berkurang.
*****
Pagi pun menjelang. Perlahan menembus celah-celah gorden kamar seorang gadis yang nampak sangat pulas dalam tidurnya itu. Yah setelah sholat Subuh Syifa memutuskan tidur kembali karena merasa sangat mengantuk disebabkan susah tidur semalam itu.
Perlahan dia mengerjapkan matanya karena merasa terganggu dengan silaunya cahaya matahari tersebut.
" Erghh, aku mengantuk sekali. Kalau tidak memikirkan ada perjalanan keluar kota aku akan meminta izin untuk tidak berangkat bekerja hari ini. Sudah lama aku tidak libur harusnya aku mengambil cuti ku minggu ini dan pulang ke Desa".
Gumamnya sambil beranjak menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Setelah selesai dengan acara dandan pun Syifa memutuskan untuk menghubungi Ervan untuk menanyakan jam berapa berangkat ke bandara. Namun dia menerima balasan kalau mereka akan naik mobil pribadi dan sebentar lagi seorang sopir akan menjemputnya.
Diapun cukup terkejut saat sebuah mobil mendekat dan nampak lah seorang lelaki paruh baya keluar dari mobil dan memberi instruksi untuk masuk.
" Permisi nona saya Sopir yang di tugaskan pak Ervan untukenjemput nona" ucap bapak tersebut.
" Pak Ervan kemana emang pak? " tanya nya
" Dia akan menyusul dan kita akan bertemu di perbatasan kota dia sedang memperaiapkan keperluan beliau katanya" jawabnya lagi.
" Dasar bos satu ini, kalau tidak bisa mengurus diri kenapa tidak menikah saja" gerutunya.
" Kan aku jadi lama nunggu keberangkatan nya" tambahnya lagi.
Sang sopir yang mendengar celetukan calon Nona mudanya hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"(Benar Nona tuan memang mau menikah hihihihi) " celetuk bapak sopir itu dalam hati sambil membayangkan keterkejutan sang Nona muda tersebut saat tau kenyataan nya.