Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 48


__ADS_3

Berbeda dengan tanggapan Andre yang merasa bahwa mereka berdua sangatlah serasi, baginya justru sosok yang seperti Amel inilah yang bisa mencairkan es batu di gunung salju ini. Sehingga dia pun berniat untuk menyatukan kedua nya baginya tak ada yang salah Amel gadis yang cantik, imut, periang dengan pribadi yang baik sedangkan Doni sendiri balok es yang lurus dan kaku seperti kanebo kering kalau tidak dengan orang seperti sosok Amel bisa di pastikan kalau lelaki itu akan menjadi bujang lapuk.


" Ehemm"


Andre pun sengaja mendekat dan berniat mengganggu pasangan yang tengah berdebat tapi terkesan romantis itu.


" wahh abang ganteng, nama ku Amel yang imut cantik paripurna, abang siapa nama nya? "


Amel yang mendengar deheman Andre pun lantas menoleh dan diluar ekspektasi dia seperti seorang yang sedang bertemu dengan idola. Gadis itu menggebu-gebu sontak saja ketika melihat sosok pria tampan yang sering huru hara di layar TV dan majalah itu, diapun lantas menanyakan nama padahal sudah tau sebenarnya, biasa gadis pecicilan itu ingin lebih lama berdekatan dengan pria tampan itu.


Matanya terus berbinar ketika Andre menyambut uluran tangannya dan juga membalas perkenalan nya dengan ramah, saking senang nya dia bahkan tanpa sadar berlari kearah Sindy, karena selain Syifa dia juga dekat sekali dengan Sindy.


" Nama ku Andre, wah kamu cantik sekali ya, senang berkenalan dengan mu, "


balas Andre lagi.


" Akhhh,, kak Sindy "


Amel berlari ke arah Sindy yang tengah memilah makanan.


" Apa sih, Amel kamu ini malu tau masak pakek sepatu high hils berlari teriak2 percuma dong di dandan anggun anggun kalau kelakuan kayak cowok gini"


Protes Sindy, Bagi Sindy Amel sudah seperti adiknya saja.


"udah deh kak diem dulu, lagianaku tu pakek sepatu bagian bawah gak jadi pakek hils sakit kakiku tadi jadi aku ganti, mending sekarang kak coba lihat ke arah buaya buntung sana, lihat "


Amel memutar kepala Sindy untuk menoleh ke arah Doni dan Andre.


" Apa, mana buaya buntung nya? "


tanya Sindy bingung karna dia nggak melihat apa-apa selain kedua teman sekaligus asisten atasan nya itu.


" Itu Cowok yang dingin kayak balok es itu buaya buntung, di sebelahnya ada cowo ganteng, dia itu sering masuk TV loh tdi aq kenalan sama dia"


Mendengar itu sontak Sindy terpingkal pingkal yang benar saja dia sudah serius nyari buaya eh tau nya si Asisten kanebo kering


" haha ya Ampun bener bener sekali itu es balok, wkwk "

__ADS_1


Sindy atidak bisa diam dia trus tertawa karena menurutnya sangat pas julukan yang di berikan oleh Amel kepada asisten bosnya itu.


" ih kak apaan sih bener kan, lagian itu orang kok selalu saja julid liat aq, lagian nih ya ngapain dari sekian bnyak tamu undangan dia selalu julid in aku, nggak suka aja lihat orang, kan kesel aku"


Amel pun mengeluarkan unek uneknya dengan mengerucutkan bibirnya.


" Iya iya, itu namanya pak Andre dia itu sepupunya pak Ervan, dia biasa ke kantor nya pak Ervan kalo lagi ada waktu senggang dari syuting nya, kalo pak Doni memang begitu orang nya, wahh jangan - jangan ada benih-benih cinta nih? haha"


Sindy pun mulai balik menggoda Amel. kebetulan saat menatap kearah Doni dia melihat tatapan pria itu penuhi intimidasi terhadap mereka entah terhadap keduanya atau cuman Amel saja.


" wleee wlee "


Amel menjuluri lidah nya ke arah Doni.


Sontak saja Doni yang di juluri begitu jadi kesal dia berniat untuk membalas Amel, tapi di urungkan lantaran di pegang tangannya oleh Andre. Andre takut nanti akan membuat heboh oleh tingkah kedua sejoli itu.


" Sudah bro, lo kenapa sih, biarin aja lagian tu cewek cantik banget ya imut gitu ada kayak vibes nya tu positif aja gitu"


Andre berbicara sambil tersenyum ke arah Amel.


sambil geleng geleng kepala membayangkannya saja Doni nggak mau.


" Awas benci dan cinta hidup berdampingan loh hahaha"


Andre kembali mengompori.


" Amit amit, jangan sampai "


Akhirnya Doni mengakhiri perdebatan itu dan beranjak ke arah balkon taman yang nampak sangat menyegarkan mata dengan hiasan ala outdoor nampak asri dan segar sekali apalagi ingin mendinginkan otak dari hiruk pikuk keramaian pesta di dalam ruangan yang sangat ramai itu.


" Huuh sangat segar sekali, "


Dipinggir pagar sambil merentangkan tangan memejamkan mata sungguh jika dilihat oleh seorang wanita normal sosok pria itu sangat tampan dengan rahang tegas dan sedikit bulu-bulu di sekitar wajahnya.


*


*

__ADS_1


*


Ditempat pengantin baru, Ervan melihat Syifa seperti tengah lesu dan dengan tatapan mulai agak sayu, mungkin karena kelelahan sudah 2 hari ini mereka di sibukkan dengan persiapan resepsi sehingga waktu istirahatnya pun berkurang, melihat itu Ervan menjadi tidak tega.


" Sayang, apa kita ke dalam aja ya, kamu kayaknya sangat lelah biar acaranya di lanjutin sama papa dan mama, lagian ini sebentar lagi juga akan selesai? "


" Ehh nggak usah mas, nanti aja sebentar lagi juga nggak enak sama tamu-tamu juga, aku nggak apa-apa kok"


Syifa nggak mau mengecewakan semua orang tinggal sebentar lagi masak mau di tinggalkan, apalagi melihat tamu undangan yang kini ada yang masih menikmati hidangan dan ada yang masih menikmati pemandangan ada yang juga masih berduyun menaiki pelaminan dan ingin mengucapkan ucapan selamat kepada penganten baru.


Tetapi tak lama ada seorang pelayan datang menghampiri keduanya sambil membawa dua gelas jus jeruk yang mana itu kesukaan Syifa, memang agak aneh biasanya pihak keluarga lah yang akan mengantarkan makanan ke pengantin kok sekarang malah seorang pelayan, tapi karena sudah lelah Ervan menepis rasa curiganya.


" Permisi nona dan tuan ini saya di perintahkan tuan dan nyonya besar untuk mengantarkan minuman untuk nona Syifa karena dia terlihat lelah dan mengantuk"


Pelayan itu menyerahkan secangkir es jus jeruk ke tangan Syifa dan satu lagi di berikan ke Ervan. Saat jus jeruk itu sudah di tangan target nya pelayan itu masih mematung menunggu Syifa karena ingin memastikan kalau minuman itu benar-benar di minum oleh targetnya. Karena merasa aneh dengan tingkah pelayan muda itu Ervan pun memperkuat rasa curiganya dan menahan Syifa yang hendak meminum jus itu.


" Sebentar sayang?"cegahnya


" Kamu ngapain masih disini?, apa ada sesuatu di minuman ini? "


tebak Ervan mengintimidasi pelayan itu yang kini tengah terlihat gugup dan mulai memucat karena tatapan dari Ervan.


" Eh enggak tuan, saya hanya ingin membantu nona untuk segera meminum supaya dia bisa segar kembali"


jawabnya dengan terbata bata


" Siapa yang menyuruh mu? jawab"


Ervan pun semakin yakin dengan dugaan nya, ya semenjak kedatangan Sitta sebelumnya Ervan jadi semakin Taruma dan berhati-hati sekali dalam segala hal contohnya selama memjadi pengantin mereka meminta anggota keluarga yang mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka dan dia tidak mempercayai siapapun termasuk pelayan dari luar kediaman kusuma.


Prangg byurrr


Ervan melepaskan gelas yang di pegang istrinya lalu gelas itu hancur berkeping2 sedang airnya kemana-mana. Pelayan yang membawa minuman itu pun nampak bergetar dia tidak menyangka kalau rencana nya di cium oleh majikan nya.


" Shitt"


Umpat seseorang yang menatap kejadian itu dari ujung acara sambil memakai kembali kaca mata hitam nya dan berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2