Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 27


__ADS_3

*****


Hari pun berlalu dengan cepat tak terasa waktu menunjukkan pukul 21.33 wib. Setelah menyiapkan keperluan yang di butuhkan selama perjalanan keluar kota besok Syifa beranjak istirahat. Ya memang tidak terlalu banyak barang yang dia bawa karena itu adalah Desa tempat tinggal nya tentu keluarganya juga, Syifa berharap punya waktu untuk sekedar mampir dan melepaskan rindu walau cuman sebentar.


Karena lelah setelah seharian bekerja, akhirnya sayup-sayup mata nya pun kian redup. Syifa sudah benar-benar terlelap dalam mimpi tidurnya entah bermimpi apa dia yang jelas sepertinya dia terlelap cukup damai.


Di kediaman keluarga Kusuma, kini tengah terjadi kehebohan, Siapa lagi biang keroknya kalau bukan Nyonya Widya.


Tentu saja dia heboh sendiri melihat beberapa orang pelayanan sedang membawa begitu banyaknya barang-barang mewah lengkap beserta perhiasan.


" Tunggu dulu bik Ina, ini siapa yang pesen? buat apa? Kok seperti seperangkat alat buat lamaran?" tanya bu Widya bingun dan terkejut.


" Anu nyonya ini barang di kirim Den Doni katanya perintah Den Ervan" jawabnya


" Saya nggak tau buat apa nyonya" tambahnya lagi.


" Loh begitu ya bi,? Ervan di mana bik? " Tanya nya lagi.


" Ada di depan Nya lagi ngobrol sama Dengan Doni buat apa gitu" jawabnya " Kalau gitu saya kedepan lagi Nya masih ada barang yang mesti di bawak masuk " tambahnya izin ke Nyonya nya tersebut.


" Iya bik silahkan, saya juga mau kedepan mau tanya anak itu semua ini buat apa".


" Mari Nyah" jawab bik Ina.


Sesampainya di depan keterkejutan Bu Widya makin menjadi dikala melihat bukan hanya begitu banyaknya parcel-parcel hantaran di mobil sang anak tetapi ada sebuah mobil yang bahkan sudah di hiasi dengan indah seperti khusus buat penganten,. Bukan buat lamaran malah Bu Widya tambah penasaran.


" Loh Ervan apa-apa an ini, maksudnya buat siapa ini? kok banyak sekali seperti mau lamaran saja siapa yang mau nikah? Doni mau nikah? "


Tanya nya beruntun.


" Tentu saja buat Ervan lah mah, emang mamah ada anak berapa? Masa buat Doni ini terlalu mewah " ucapnya sekalian mengerjai temannya tersebut.


" Sialan loe" ucap Doni sambil melempar kardus yang sedang dia pegang di tangan nya tepat mengenai kepala Ervan.

__ADS_1


"Hah,! Kamu serius Van? kok nggak bilang sama mamah dan papah?" tanya nya.


"Terus kamu mau nikah sama siapa? Bukan nya kemarin kamu bilang suka sama Syifa ya? Jangan bilang kalau kamu mau nikah sama nenek lampir Sitta itu! " tegas mama Widya memperingatkan dan memberi ultimatum nya.


" Enak aja ya enggak lah, masak mau nikah sama nenek lampir kan serem,! Tentu saja mau nikah sama Syifa mah kan mamah sendiri sudah tau kalau Ervan suka nya sama Syifa? " jawabnya


" Emang kamu sudah bilang sama dia, Emang Syifa mau nikah sama kamu? "


" Bukanya kamu belum pernah jadian sama Syifa ya? " tanya mamah memastikan karena dia tau baru 2 hari yang lalu dia bertemu Syifa dan membahas masalah pasangan nya dan jelas dia bilang kalau masih jomblo.


" Belum sih, tapi aku yakin kok dia bakal nerima kau, aku juga sudah menghubungi orang tua nya di Desa dan memberi tahu kalau kita sekeluarga akan datang melamar kalau perlu langsung nikah saja. " jawab Ervan percaya diri sekali.


" Kamu seriuss kan Nak?" tanya nya memastikan lagi


" Tentu saja mah, maaf kan Ervan ya selama ini nggak mengerti keinginan kalian" ucapnya dengan sepenuh hati dan penuh penyesalan.


" MasyaAllah, SubhanAllah, Alhamdulillah, mamah sangat senang sekali mendengarnya nak yang lalu biarlah berlalu sekarang kamu fokus ke tujuan kamu ya, " jawabnya penuh syukur


Mendengar penuturan sangat putra nya itu selain terkejut tentu kebahagiaan terpancar nyata di raut wajah perubahan tersebut tak henti-henti nya dia mengucap syukur bahkan dia sempat memerintahkan Mang ujang untuk mengantarkan beberapa uang untuk di sumbang kan ke Panti Asuhan di dekat kediaman Kusuma tersebut.


" Mang, mang Ujang. Kesini sebentar Mang buruan! " terus bu Widya memenuhi seluruh ruangan itu.


" Mamah kenapa lagi sih teriak-teriak? " tanya Ervan karena suara mamahnya tersebut sangat nyaring sekali memekak kan telinga nya itu.


" Ish kamu diam aja, ini semua salah kamu kenapa tidak bilang-bilang, mana acaranya besok lagi kan mamah nggak sempat bikin baju baru! " Ucapnya ngambek dan kesal kepada anaknya itu karena mendadak sekali.


" Iya Nyah ada apa memanggil saya? " tanya Mang Ujang.


" Ini kamu antarkan ke panti asuhan di seberang jalan sana bilang aja mohon doa nya Anak saya mau kawin dh nemu pawang nya dia " ucap mamah Widya tanpa filter sambil menyerahkan beberapa tepok uang ratusan ribu rupiah itu.


" Baik Nya laksanakan" ucap Mang Ujang kemudian berlalu dari hadapan sang Nyonya.


" Mamah apaan sih, bilang gitu aku kan malu, " protes duda tampan tersebut papa bu Widya.

__ADS_1


" Udah kamu diem, ini urusan mamah! " balasnya.


" Duh senengnya mau punya mantu, apa ya yang mau aku kasih ke calon mantu ku " Tambahnya dan berlalu menemui sang suami di dalam kamarnya.


Yah pak Angga sedang istirahat maklum saja ini sudah jan 10.12 menit sudah jadwalnya pria itu beristirahat. Semenjak pensiun dia sudah tidak pernah lagi begadang kecuali urusan ranjang😅😅.


" Pah papah, sudah tau belom kabar terbaru


" cerocos mama Widya langsung masuk mengagetkan Pak Angga yang sedang rebahan sambil memang sebuah buku itu.


Kaget, ya tentu saja,.


" Mamah apaan sih ngagetin aja tau? " protes nya dengan memegang dadanya itu.


" Pah coba deh lihat si Ervan katanya mau nikah dia mau melamar Syifa di kampung nya besok di Semarang" jelas nya


" Dan lagi nih pah ya, di bawah tu sudah lengkap barang hantaran bahkan perhiasan dan lain-lain nya, huhuhu pah mamah seneng banget pah?" tambahnya panjang lebar.


" Kok mendadak mah? "


" Biasa tuh si Ervan anak kamu lagi kebelet kali tapi mamah seneng seperti dapat cahaya" jawabnya lebay.


" ck mamah ni lebay deh, tapi papah seneng juga dengar nya" jawabnya


" Tapi besok kita pakek apa kan nggak sempat beli seragam? " tanya Pak Angga.


" Oh iya, bagaimana kalau pakai baju seragam buat perjamuan perusahaan kan masih 2 bulan lagi tuh perusahaan Universary, gimana kalau kita pakek aja dulu trus seragam perusahaan kita ganti motif dan warna baru aja, gimana?" tanya nya memberi ide.


" Boleh mana bagus nya aja" jawabnya bijak dan menurut.


*****


Sementara di kediaman keluarga pak Rojali abahnya Syifa nampak keluarga kecil itu sedang duduk bersama di depan TV sambil meminum dan memakan cemilan karena sehabis mempersiapkan berbagai keperluan yang di butuhkan untuk acara lamaran anak kesayangan nya itu. Mulai dari makanan dan kebersihan serta sedikit di dekor rumah sederhana tersebut seluruh keluarga dekat sudah di beri tahu menegenI hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2