
Berbeda ketika beberapa hari kemudian perusahaan X kedatangan seorang wanita yang memaksa ingin bertemu CEO mereka dan mengancam akan memecat receptionist tersebut kalau tidak di izinkan masuk.
" Mohon maaf Bu disini tidak boleh bertemu CEO kalau belum membuat janji" ucap receptionist dengan sopan.
" Kamu tidak tau siapa saya ya, kamu mau di pecat, saya ini calon istrinya pak ervan CEO perusahaan ini calon nyonya muda kalian, mengerti? " ucapnya penuh intimidasi
Hal tersebut mengundang perhatian seluruh karyawan di kantor tersebut ada yang berbisik- bisik mengenai perempuan yang mengaku- ngaku sebagai calon nyonya muda mereka karena mereka tau kalau sang CEO terlihat sedang menaruh hati kepada sekretarisnya tersebut yang tak lain Syifa perempuan cantik natural serta penuh ke anggukan dan kelembutan dalam setiap bertindak sungguh seorang yang ideal menurut mereka, tidak seperti perempuan yang sekarang sedang berteriak-teriak mengaku sebagai calon istri dari bosnya tersebut sama sekali tidak ada attitude nya begitulah cibir- cibir para karyawan tersebut.
"Baik nona saya akan hubungi pak ervan terlebih dahulu, " ucap wanita itu lagi
" Cepat saya tidak punya banyak waktu " ucapnya dengan ketus.
Dengan terpaksa dan takut-takut recepsionist yang di ketahui bernama Lia itu menghubungi ruangan ervan tak menunggu waktu lama telpon tersebut di angkat akan tetapi yang mengangkat justru suara wanita sehingga Lia pun menyampaikan pesan tersebut untuk pak Ervan.
"Hallo, "
" Hallo, ma-maaf nona di bawah ada seorang wanita yang ingin bertemu pak Ervan katanya penting, " jawab lia takut-takut.
"Siapa,? " kini yang bersuara justru ervan langsung karena penasaran takut sang pujaan hati salah paham, sebab setahunya tidak ada janji temu dengan klien perempuan hari ini.
" Maaf tuan dia bilang calon istri tuan namanya nona Sitta" jawabnya lagi
__ADS_1
" Suruh dia naik "
Sebenarnya Ervan sangat malas menghadapi Sita tapi karena mengingat almarhumah istrinya yang dulu sempat berpesan bahwa bersedia mengangkat keluarga nya sama seperti keluarganya sendiri sama seperti waktu dia masih hidup. Hal itu membuat Ervan benar saja dia yang berpikir menganggap Sitta adik nya tetapi beda dengan Sitta dan ibunya itu yang bahkan secara terang-terangan menawarkan untuk menikahkan Sitta dengan Ervan sebagai pengganti mendiang istrinya itu.
"Gubrakk " terlihat seorang wanita memasuki ruangan Ervan dengan wajah dibuat sedemikian manja tetapi di mata er an malah terlihat menjijikkan saja.
" Sayangg, kok aku nggak di izinin masuk sih harus pakai janji temu dulu" dia tanpa malu langsung duduk tepat di depan meja Ervan sehingga berhadapan langsung.
"Ini kantor Sitta ada aturan nya termasuk buat kamu, " ucapnya
" Dan satu lagi sudah berapa kali saya bilang jangan berbicara seperti itu, aku sudah menganggap mu sebagai adik ku sendiri tidak ada sedikitpun perasaan yang lebih dari itu" ucap Ervan panjang lebar karena sudah jengah
"Maaf saya permisi dulu, berkasnya biar daya selesaikan di ruangan sekretaris saja pak, " ucap Syifa yang sebenarnya dari tadi ada di ruangan itu duduk di sofa kantor itu karena atas permintaan ervan sendiri dengan alibi untuk mempermudahkan Syifa dalam menyusun proposal yang bernilai pantastis tersebut.
" Bagus deh kalau sadar diri, ini ruangan CEO hanya orang penting dan jika ada kepentingan gan kamu baru boleh kesini" jawabnya ketus
" Lagian kenapa pula kamu berada disini kan sudah ada ruangan sekretaris dasar ganjen" jawaban menohok itu dilontarkan oleh wanita 29 tahun itu lebih tua 4 tahun di bandingkan Syifa yang baru 25 tahun an.
" Sitta apa yang kamu katakan dia sekretaris ku mau di ruangan ini atau ruangan manapun itu tidak ada urusan nya dengan mu! " bentak Ervan tak terima hasilnya di kata-katai seperti itu.
" Tapi kak dia memang ganjen, aku tau trik wanita seperti itu yang berniat mendekati kakak, jangan sampai kakak lengah, " ucapnya sok manja malah membuat darah Ervan mendidih dibuatnya.
__ADS_1
"Sekali lagi kamu bicara yang buruk tentang Syifa jangan pernah kamu harap bisa menginjakkan kaki di ruangan ini lagi ataupun berniat menemui saya lagi, camkan itu ini peringatan terakhir ku! " ucap Ervan keras
Melihat perdebatan sengit itu Syifa jadi canggung, dengan tidak enak hati diapun menundukan kepala undur diri dia sadar tidak seharusnya berada di ruangan CEO sedangkan ruangan khusus sekretaris sudah ada dan cukup luas, hanya mengurus sebuah proposal sebagai sekretaris profesional dan bertalenta tentu bukan lah satu hal yang sulit.
" Maaf sebelumnya jika saya mengganggu, ini saya permisi, "
Perlahan bayangan tubuh Syifa menghilang dari balik pintu ruangan tersebut. Berbeda dengan Sitta yang tersenyum puas karena kepergian Syifa, wajah Ervan justru terlihat tampak cemas memikirkan kemungkinan Syifa berfikir macam-macam tentang dia dan Sitta.
Perlahan dia berpindah ke sudut kursi santai nya sebelumnya mengambil minuman dingin untuk sekedar mendinginkan hati dan pikiran nya yang seakan ingin meledak karena ulah Sitta barusan.
Jujur saja jika tidak mengingat pesan almarhumah istrinya dia pasti sudah mengusir Sitta dari kantor ini dengan tegas dia sungguh sudah muak dengan semua yang telah dilakukan oleh adik iparnya tersebut, ralat mantak adik iparnya tersebut.
" Kak aku melihat berita tentang kaka di televisi, itu cuman gosip kan kak, tidak benar? ucapnya penuh tanya dan berharap kalau semua itu hanya gosip netizen saja.
Dia bangkit ingin duduk di samping ervan namun ervan bergeser duduk di kursi single di sebrang nya membuat Sitta mengerucut kesal.
" Kamu bisa menilainya sendiri Sitta, kamu bukan anak kecil lagi" ucapnya santai
Dia berfikir bahwa ini adalah kesempatan untuk membuat Sitta mundur secara perlahan, sesungguhnya di hati terkecilnya dia berharap Sitta berubah dan bisa menjadi adiknya seperti semasa yuna hidup. Sebagai seorang anak tunggal tentu memiliki adik membuat ervan sangat senang tetapi sayang itu tidak Sitta lakukan.
Karena kesal Sitta tau betul kalau berita tersebut sampai menyebar itu artinya memang di harapkan oleh sang kaka ipar karena setau dia selama ini tidak ada satupun gosip tentang kehidupan ervan yang bisa menyebar ke media massa apalagi ini tentang hubungan dengan seorang wanita, sekretarisnya, sudah bisa dipastikan kalau berita tersebut benar. Hal tersebut tambah menyulut rasa dengki dan obsesi yang tinggi di jiwa Sitta.
__ADS_1
" Kakak kan tau kalau aku mencintaimu kak, wajahku bahkan sangat mirip dengan kak yuna, aku bisa kok berubah dan bersifat lembut seperti kak Yuna dulu, kakak cukup mencintai aku saja dan kita akan bahagia kak" ucapnya berusaha meyakinkan Ervan dengan merayunya.