
selamat siang semua Readers setia ku, , 😊 Terima kasih banyak untuk semua yang sudah setia dan menanti update karya kesayangan duda tajir,
mohon maaf sebelumnya karena sudah beberapa bulan ini nggak update terkendala sinyal karena author lagi ada kegiatan di kampung dan disini nggak ada sinyal, 😁😁😂
Beruntung Alhamdulillah sekarang sudah kembali lumayan normal, author akan usahakan update secara normal setiap hari,
sekali lagi mohon maaf buat semua nya, baik dari penulisan maupun update nya😊🙏🙏
"prangg byurr"
Sontak saja kejadian itu mengundang banyak perhatian bagi para tamu undangan dan situasi pesta pun mendadak menjadi sepi mencekam.
" Apa yang terjadi van? "
Tanya pak Angga yang mendekat di ikuti oleh sang istri dan besannya.
" Kita kecolongan pah, sepertinya ada yang berniat mencelakai Syifa "
Ucap Ervan sambil matanya tetap menatap nyalanng pada pelayanan yang tadi mengantarkan minuman kepada sang istri.
" Maksudmu, ? kenapa bisa begitu sedangkan penjagaan sudah dilakukan dengan ketat baik di bagian penyambutan tamu maupun di bagian gerbang dan tempat-tempat yangemungkinkan terjadinya tindakan kejahatan".
" Lihatlah perempuan ini pah, aku sampai tidak mampu memikirkan sepicik apa mereka"...
" Kau,,,, katakan siapa yang menyuruhmu, atau aku akan memenjarakanmu? "
Ancam Ervan dengan nyalang.
" Bu-bukan tuan saya benar-benar hanya ingin memberikan minum untuk nona muda karena saya pikir dia pasti kelelaha, sungguh"
Ucapnya lagi dengan gugup dan terbata karena ketakutan.
__ADS_1
" Baiklah kalau kamu tidak mau mengaku, Don tolong urus ini semua aku ingin pelakunya segera tertangkap dan awasi perempuan ini dan juga keluarganya jadikan Sandra agar dia tidak berani bermain-main dengan keluarga kusuma, "
Ervan berucap sambil menatap tajam perempuan itu tanpa mengalihkan pandangan nya barang sedikitpun.
" Baik tuan, akan saya laksanakan, dan akan saya pastikan mereka semua akan menerima konsekuensinya karena sudah berani bermain api di lingkungan keluarga kusuma" jawab Doni dengan tegas membuat perempuan yang menyamar menjadi pelayan itu bergetar takut.
" A-ampun tuan baiklah, saya hanya di suruh, tolong jangan menggangu dan libatkan keluarga saya, mereka tidak bersalah".
ucapnya
" Katakan siapa? "
Kini suara Ervan kian meninggi dan wajahnya nampak memerah menahan emosi, dengan pelan Syifa menggenggam tangannya untuk meredam emosi yang hampir meledak itu.
Sementara pak Angga dan yang lainnya membiarkan saja hal itu karena mereka yakin kalau Ervan mampu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi itu.
" Saya tidak tau tuan dia datang pada saya saat saya hendak berjualan gorengan dan dia memberikan saya uang yang besar sebagai imbalan, saya orang nggak mampu tuan saya sedang membutuhkan uang itu untuk biaya anak saya sekolah sudah menunggak 3 bulan dan terpaksa saya menerimanya".
" Bagaimana ciri-ciri nya? "
" Dia berbaju serba hitam berkacamata dan menggunakan topi, orangnya masih muda dan tampan tuan sepertinya dari orang kaya"
" Saya kira obat yang diberikan itu sekedar obat sakit perut biasa, saya tidak tau kalau efeknya akan membunuh orang, maafkan saya tuan hiks".
pengakuannya sambil terisak-isak.
" Sayang sudah donk, ya jangan segitunya kasian ibu nya, "
Itulah sifat Syifa karena semenjak kecil dia sudah di didik dengan keluarga yang mengerti akan cara berbicara jarang mendapat kekerasan dalam keluarga jadi hatinya lembut dan mudah memaafkan.
" Sayang dia mau mencelakai kamu, aku nggak akan membiarkannya siapapun orangnya akan ku buat perhitungan "
__ADS_1
berang nya.
Syifa tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena mau bagaimana pun juga yang di bilang suaminya itu benar adanya.
" Baiklah kamu saya maafkan tapi akan saya tahan sampai pelakunya benar-benar di temukan dan aku akan memberi pelajaran yang setimpal"
" Don, tolong cepat urus dia dan segera temukan pelakunya, aku tidak bisa tenang sebelum memberinya pelajaran"
lanjutnya lagi.
" Baiklah, mari bu ikut saya? "
Doni segera melaksanakan perintah Ervan dengan membawa pelaku tadi sebagai Sandra dan petunjuk dalam menyelidikinya.
"Baiklah semuanya saya mohon maaf atas kekacauan yang terjadi, sekarang silahkan dinikmati hidangan dan acara yang telah di sediakan ini"
Ucap pak Angga dengan tidak enak kepada para tamu undangan sebab sebagian besar adalah rekan bisnisnya.
*
*
*
Sementara di tempat lain terlihat seorang wanita yang sedang terlihat gusar memikirkan rencananya yang ternyata gagal, ya sebab tadi siang kekasih sempat menghubungi dan memberitahu kalau rencana mereka terbaca oleh Ervan sehingga mengalami kegagalan.
" Kurang ajar kenapa nasib perempuan itu sangat bagus, aku nggak akan membiarkan dia menikmati yang seharusnya milikku, aku akan memberinya pelajaran"
" Lihat saja aku akan melakukannya dengan tanganku sendiri"
tambahnya lagi dengan senyum yang menyeringai.
__ADS_1