Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 23


__ADS_3

"Kamu benar-benar sudah Gila sitta, aku nggak bisa menuruti keinginan mu aku sayang sama kamu seperti adik ku sendiri, tolong jangan memaksa aku untuk menjauhi mu karena keras kepala nya kamu ini, kamu masih muda kejarlah kebahagiaan mu ingatlah kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dan juga masih lajang juga dari orang terpandang"Errvan menolak Sitta dengan halus disertai bumbu-bumbu nasehat berharap Sitta sadar akan posisi nya sebagai kakak iparnya sendiri.


" Kamu tau kakak kamu dulu adalah orang yang paling menomor satukan keluarga aku tidak mau itu akan rusak oleh ke egoiskan mu beserta ibu yang sangat berambisi seperti ini" tambahnya lagi


Sitta yang di tolak dengan sedikit disertai dengan nasihat untuk kebaikan nya sedikit tersentuh, tetapi itu hanya beberapa saat saja setelahnya pikiran keegoisan dan ambisinya untuk menggantikan posisi sang kaka sebagai nyonya muda keluarga kususma lebih menguasai dirinya.


[" Aku nggak boleh menyerah, diluaran sana memang banyak yang lajang tapi tidak ada yang setajir kk Ervan ini, heh"] seringai nya dalam hati.


"Tapi aku sudah mencintai kakak dari dulu malah, apa kaka tidak bisa membuka hati kaka buat aku, aku akan sabar menunggu itu, "


" Apa jangan-jangan kaka menolak aku karena perempuan gatel yang jadi sekretaris kakak itu, iya kan kak, aku akan memberinya pelajaran pasti dia yang sudah merayu kaka untuk menggantungkan hidupnya kepada kaka" hardik nya menggebu-gebu.


" Lagian apa sih hebatnya dia, gadis kampung begitu, dimana- mana juga lebih bagusan aku kak, kaka kenapa sih nggak memberi kesempatan aku akan pastikan kaka akan mencintai aku sama seperti kak yuna dulu, " tambahnya lagi.


" Jaga bicara kamu Sitta, Jangan kamu bawa-bawa Syifa dia adalah gadis baik-baik dan berprestasi asal kamu tau, dia tidak pernah menggoda atau merayu aku seperti yang kamu lakukan ini, "


" Bahkan akulah yang mendekatinya, " ucapnya dengan penuh penekanan.


" Kenapa kak,? " ucapnya dengan air mata tentu saja hanya drama saja untuk menarik perhatian Ervan.


" Sudahlah tidak usah kamu menangis seperti itu, keputusan ku sudah bulat dan lebih baik kamu pergi dari ruangan ini sebelum aku berubah pikiran, "


" Jika kamu memaksa aku akan menghentikan penyaluran dana bulanan untuk kamu dan ibu" ancam nya lagi.

__ADS_1


Tentu saja yang di ucapkan ervan membuat Sitta kehabisan kata-kata, yah dia tentu tidak mau kalau Ervan sampai menghentikan nafkah yang memang tidak seharusnya di berikan tapi karena masih menganggap Sitta dan ibu mertuanya keluarga Ervan masih memberikan nafkah itu secara ikhlas setiap bulan nya.


Memikirkan tidak memiliki uang bulanan itu membuat Sitta merinding dan memilih meninggalkan ruangan ervan dengan hati yang terbakar itu.


" Lihat saja aku akan membuat perhitungan untuk gadis kampung itu, enak saja dia mau menggoda kak Ervan, emang dia pikir dia siapa, akulah yang pantas untuk kk Ervan bukan gadis kampung itu" dia terus saja melangkah dengan bersungut-sungut Karena kesal.


*****


Di ruangan Ervan nampak kembali tenang semenjak beberapa waktu di tinggal oleh Sitta yang membuat gaduh seisi kantor mulai dari datang sudah membuat ribut karyawan sampai di kantor Ervan pun tetap melakukan keributan. Nampak Ervan memijit-mijit kepala nya karena pusing menghadapi Sitta dan ibunya. " Ini baru Sitta yang datang bagaimana kalau sampai ibu Elly bisa pecah kepala ku ini" ucapnya sendiri.


Diraihnya gagang telpon dan menghubungi no sekretaris nya untuk meminta di buatkan kopi atau sekedar di ambilkan minuman dingin untuk menenangkan pikirannya. ya hanya dengan melihat kekasih pujaan nya itu sudah membuat suasana hati ervan cukup membaik.


Tok tok tok


kreeeettt,


" Teh ini mengandung relaksasi yang cukup baik, dan bisa membuat pikiran jadi tenang silahkan bapak coba dulu, " Syifa pun meletakkan secangkir teh yang sudah di racik dengan sedikit madu asli dari kalimantan jelas tercium dari aromanya yang harus khas ada madunya.


" Terima kasih ya"


perlahan dia meminum teh tersebut, dan memang benar rasanya yang segar dan manis yang pas cukup memberikan rasa nyaman dan tenang


[" Memang benar ya ternyata kalau galau tu obatnya adalah pujaan hati, hehe"] Ervan geli sendiri dengan pikiran nya itu.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu saya kembali ke ruangan dulu pak ya, ingin menyelesaikan proposal yang tadi tinggal sedikit lagi" pamitnya


" Baiklah, kalau kamu memiliki kesulitan tanyakan saja pada ku " Ervan menawarkan diri.


" Ah ya baiklah pak Terima kasih saya permisi dulu"


Ervan diam memandang kepergian Syifa hingga bayangan nya benar-benar lenyap di balik pintu itu.


Ervan kembali ke berkas-berkas yang bertumpuk di meja kerja nya itu " Perasaan tadi sudah banyak yang aku kerjakan kenapa masih banyak saja menumpuk setinggi ini" kesal nya sambil memperagakan seberapa banyak nya kertas yang menumpuk di meja nya itu,


Iyalah banyak orang dari tadi di lihatin baru selesai satu kembali menghayal tentang Syifa, baru selesai beberapa berkas mulai memikirkan pekerjaan Syifa padahal dia tau kalau Syifa adalah gadis yang cerdas pekerjaan yang seperti apa pun pasti mampu dia babat habis dasar Ervan nya saja yang berlebihan menghawatirkan sampai berkas dia sendiri yang terbengkalai.


Memang benar kata orang kalau sedang jatuh cinta semua terasa milik berdua nggak ada yang lainya apalagi berkas-berkas kerja anggap aja serpihan ranting yang beterbangan sebagai pelengkap nya saja. Benar-benar sesuatu yang cukup fatal juga ternyata ditambah Ervan yang jatuh cinta secara akut membuat situasi semakin terlewatkan.


"Argghhh aku harus menghubungi Doni hanya dia yang bisa membantu ku mendapatkan Syifa" kemudian mengambil HP di saku celananya itu.


" Secara aku kan tampan dia pasti akan syok jika aku tiba-tiba bilang mencintai dia, dan dia akan langsung bilang sayang ku, kamu adalah pujaan ku, kenapa tidak dari kemarin-kemarin kamu mengatakan ini, " tambahnya lagi sambil membayangkan reaksi Syifa terhadap pengakuan cinta nya itu.


tuuuttt tuuuttt tttuuut


" Halo Doni, keruangan saya sekarang" titahnya dan langsung memutuskan panggilan telpon sepihak tanpa menunggu jawaban dari Doni di seberang sana.


" Dasar bos edan, selalu saja begini main tutup telpon sembarangan saja, pengen ku pites kepalamu" kesal Doni.

__ADS_1


Namun dengan perasaan kesal itu Doni tetap menjalankan tugas yang di perintahkan Ervan meski dalam keadaan darurat sekalipun.


Tak lama kemudian dia telah sampai di lobi perusahaan besar itu, tanpa banyak banget ba bi bu dia segera ke ruangan paling atas yaitu ruangan utama sang tuan muda sekaligus sahabatnya itu.


__ADS_2