
...****************...
Sayup-sayup terdengar suara orang mengaji dari masjid terdekat, karena kebetulan rumah Syifa terletak tak begitu jauh dari masjid sehingga saat menjelang waktu sholat sudah menjadi sebuah alarm bagi keluarga Syifa untuk menunaikan seruan ibadah tersebut.
Perlahan Ervan membuka matanya karena lelah sudah hampir 3 hari tidak mempunyai waktu istirahat yang cukup sebab mempersiapkan acara lamaran di sambung pernikahan dadakan itu membuat Ervan yang awalnya hanya menemani Syifa saja secara tanpa sadar juga ikut terlelap di atas ranjang yang cukup kecil jika di bandingkan dengan ranjang di kamarnya secara ukurannya king size itu, namun cukup untuk sekedar mereka tidur berdua.
Diapun menoleh kesmampimg terdapat Syifa yang masih terlelap di sebelahnya, gurat kelelahan itu terlihat dari wajah teduhnya yang sekarang tengah menjelajah di alam mimpi itu, karena sudah menjelang maghrib Ervan pun terpaksa membangunkannya. Diusap nya pelan wajah itu dan di bisiknya di samping telinga istrinya agar tidak tekejut saat terbangun.
" Sayang, bangun sudah hampir maghrib!,.
Akan tetapi seperti nya Syifa sangat betah terlelap hingga usaha Ervan untuk membangunkannya hanya di respon gerakan sedikit oleh syifa tanpa membuka matanya, sehingga Ervan dibuat gemas melihatnya.
Cup
cup
cup
" Bangun dong sudah mau maghrib mandi, kita di tunggu keluarga di bawah ucap Ervan lagi"
Karena merasa terganggu akhirnya Syifa terbangun dan mulai membuka matanya perlahan. Akan tetapi ekspektasi tak sesuai realita Syifa yang belum terbiasa dengan kehadiran Ervan nampak syok dan secara refleks melompat dan jatuh kebawah kasur dan membuat Ervan terkejut bukan kepalang.
" Akhhhh kamu siapa? "
Brughh "aduhhh "
" Hei sayang, ini aku kamu lupa ya,? "
Ervan pun mendekat hendak membantu Syifa berdiri. Sementara Syifa sendiri jangan dikata wajah bingung dan malu bercampur jadi satu karena baru sadar akan statusnya sekarang ketika melihat wajah suaminya barunya itu dari dekat.
" Heii kamu menggodaku sayang",
Goda Ervan, karena akibat dari keterkejutan Syifa hingga terjatuh ke lantai membuat baju yang dia pakai tadi tersingkap keatas pahanya. Karena baju tersebut berwarna putih sangat kontras dengan kulit putih mulus Syifa membuatnya nampak sangat seksi di mata Ervan. Secara naluri Ervan pun menelan salivanya dengan susah payah.
" Ehh eh enggak kok aku nggak sengaja, "
Syifa panik bercampur malu dengan segera mengambil selimutnya dan membungkus tubuh nya kembali dengan selimut itu.
__ADS_1
Wajahnya susah merah semerah tomat tentu hal itu membuat Ervan jadi tersenyum sendiri lucu menurutnya.
" Bener nggak sengaja, nihh"
Tambah Ervan lagi sengaja gencar ingin menggoda Syifa karena suka melihat raut wajah istri barunya itu saat tengah malu dan salah tingkah begini.
" Bener mas, udah ah aku mau mandi dulu ya, katanya di tunggu di depan sama yang lain. "
Dengan cepat-cepat Syifa melangkah ke kamar mandi dengan meraih kimono nya untuk membersihkan tubuhnya. sebenarnya lebih tepatnya menghindari Ervan dan rasa malunya.
Ervan yang sudah nampak segar karena mandi di kamar sebelah pun menemui ibu mertua dan mama nya untuk meminta baju tidur atau sekedar pakaian yang layak untuk di pakai istri nya itu, karena bagaimana mungkin istrinya itu akan keluar kamar tanpa baju yang layak atau hanya baju kurang dasar itu. Nggak mungkin Ervan tidak akan pernah rela.
" Mah, Ibu, dikamar Syifa kok nggak ada baju nya ya, boleh Ervan mentak satu stel aja baju tidur agak panjang untuk di pakai keluar soalnya kan mau makan dan kumoul juga di depan"
Jelasnya panjang lebar.
" Oh iya ya mba, kejahilan kita nya saya kira mereka nggak aan boleh keluar kamar dulu, hehe lupa kalau masih sore hehe"
" Haha iya mba, yaudah ambil saja di kamar adikmu di sebelah kamar kalian itu" titah sang ibu mertua.
" Terima kasih bu, ma. "
...****************...
"Duh aku lupa kan nggak ada baju gimana ya keluar kamarnya mana bentar lagi maghrib,, mamah sama ibu duh bener-bener ya "
Syifa kebingungan sendiri apalagi melihat keberadaan suami nya juga nggak ada dia tambah bingung dikiranya suaminya itu sudah keluar kamar dan gabung di luar bersama yang lain.
Ditengah kebingungan nya itu terdengar suara pintu kamar di buka seseorang nampak lah wajah tampan suami barunya yang terlihat lebih tampan dari biasanya dengan setelan baju kokoh dan celana santai panjang nya itu.
" Eh mas aku kira sudah gabung di luar, aku bingung masa aku keluar kamar pakai kimono mas kan nggak lucu"
keluh nya pada Ervan, tanpa melihat apa yang di bawa oleh suaminya itu.
" Hei sayang ini bajunya, pakai baju tidur aja ya soalnya aku nggak tau kamu mau pakai baju apa, " Terang Ervan.
" Loh, mas dapat dari mana? "
__ADS_1
Tempat nya dengan segera mengambil pakaian itu yang berwarna pink bermotif bunga mawar.
" Ku memintanya ke mama dan ibu, barang-barang kamu ada di kamar Dewi di sebelah, aku sungkan lama-lama di kamar adikku nggak enak! "
terang nya lagi.
" Lah disana ya, kenapa nggak di bawa banyak-banyak atau bawa semuanya gitu mas? "
" Lah gimana mau ambil banyak orang satu stel aja di lihatin terus sama kedua kanjeng ratu dan jika aku ambil lebih bisa-bisa nggak di izinin ambil satu pun. "
Jelasnya ke Syifa, karena emang benar pas Ervan mengambil baju itu kedua ibu-ibu paruh baya tersebut terus mengintil di belakang nya takut jika Ervan mengambil lebih bahkan bisa saja dia mengambil semuanya seperti yang Syifa bilang tadi.
" Dasar CCTV berjalan"
Syifa menjawab sambil gelang-gelang kepala dengan tingkat ibu-ibu itu. Bukan tidak suka tapi bagi Syifa mereka berlebihan tanpa mereka paksa pun keinginan mereka akan tercapai juga menurut Syifa begitu.
Cuman demi menghargai niat kedua orang tua itu mereka tetap patuh dan mengikuti apa yang di rencanakab dan di siapkan untuk nya.
Tak lama dari itu Syifa keluar dari kamar mandi setelah mengganti bajunya dengan piyama tidur itu, nampak sangat pas dengan tubuh semampainya. Kemudian duduk di meja rias untuk menyisir rambut basahnya setelah tadi ganti baju dan mengambil wudhu sekalian.
Ervan yang terpana tak bergeming dari ujung ranjang itu menatap makhluk cantik ciptaan Tuhan itu yang kini menjadi belahan jiwanya.
" Mas, kamu sudah wudhu kan, kok bengong? "
Pertanyaan Syifa membuyarkan lamunan Ervan yang menerawang itu.
" Su sudah kok, kalau sudah siap kita keluar ya nggak enak Sama yang lain"
Ajaknya menutupi groginya yang meletup-letup itu.
" Oh iya mas, sebentar aku ambil mukenah dulu, "
Setelahnya keduanya keluar rumah beriringan, menuju mushola terdekat karena kebiasaan di desa memang begitu. Sudah turun temurun sebenarnya yang wajib ke masjid itu lelaki tetapi berhubung sekarang sedang berkumpul keluarga besar merek ingin semuanya ikut sebagai awal mula ke akraban kedua keluarga berbesanan itu.
Di belakang mereka kedua pengantin baru berjalan bersisihan dengan perasaan yang berbunga-bunga dan berdebar-debar satu sama lain, namun tidak sampai bersentuhan.
" MasyaAllah bidadariku, " Ucap Ervan pelan di dekat telinga Syifa sehingga membuat wajah gadis itu memerah kembali.
__ADS_1
" Ehemm" dehem seseorang di belakang mereka.