Kesayangan Duda Tajir

Kesayangan Duda Tajir
Episode 24


__ADS_3

Brakkk


Doni membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu hal itu sudah biasa dikala keduanya sedang dalam mode kesal dan berdua saja. Melihat itu Ervan tau pasti tadi pas dia menelpon Doni sedang melakukan tugas yang lainnya dia tahu betul sifat sahabat serta asisten nya itu, pasti sedang kesal itu tentu saja atas perbuatan Ervan sendiri.


" Etsss santai bro, kamu bosan hidup ya" Ervan menegurnya dengan bahasa pertemanan mereka.


" Iya kenapa mau marah hah silahkan, lagian main telpon dan matiin sembarangan orang aku lagi di ujung pabrik lagi handle klien di sana pakek mendadak suruh kesini, sepenting apa sih sebenarnya sampai-sampai pak Ryan aku tinggalkan tau ntar kalo kena batunya di tinggal klien" cecar Doni panjang lebar.


Jelas saja dia marah orang tadi dia sedang menemani klien yang di wakilkan Ervan kepadanya meninjau proyek di pembangunan gedung Ervan tidak bisa terjun ke lapangan karena ada tander penting bernilai milyaran rupiah yang sekrang sedang diurus oleh Syifa dia harus memantau supaya tidak ada kesalahan dalam hal apapun itu dan sekecil apapun itu.


" Penting banget bro, ini masalah hidup dan masa depan saya mangkannya saya butuh pendapat dan ide cemerlang kamu" ucapnya membuat Doni jadi memusatkan pendengaran nya memastikan apakah ada masalah dengan tander atau masalah lainya yang berkaitan dengan perusahaan itu.


" Memangnya ada apa, terjadi kendala pada tendernya? atau masalah kerjasama perusahaan lainya? " tanya Doni penasaran dan dag dig dug takut-takut ada masalah serius pikirnya.


" Tadi Sitta datang dan membuat onar jadi pekerjaan ku nggak tersentuh sama sekali, mana dia mengusir Syifa dari ruangan ini, sudah susah-susah aku membuat alibi supaya syifa mengerjakan proposal tander diruangan ini supaya aku bisa membantu dan memantau nya eh malah di suruh pergi sama ulat keket. " ucapnya menggebu-gebu persis anak ABG baru SMA, yang merebutkan cinta anak anak-anak remaja.


"Lebih parahnya lagi Syifa pergi setelah di kata-kata in sama Sitta yang buruk-buruk, aku takut nih nanti dia jadi menjauhi aku karena tersinggung, menurutmu aku harus bagaimana ini"

__ADS_1


Panjang lebar Ervan menceritakan kejadian tadi sewaktu Sitta datang dan selama dia di dalam ruangan itu. Tanpa dia sadari Wajah Doni sudah merah padan dengan mulut mmenganga mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Ervan itu. Tanpa pikir panjang dia pun berkata tegas dan menekan kan kebucinan teman nya itu dengan rasa kesal sampai ke ubun ubun.


" Ohhh jadi dari tadi menelpon ku memaksa ku meninggalkan kunjungan dengan klien dan langsung kesini cuman mau mendengarkan curhatan kamu ini, iya? sumpah kamu benar-benar bucin akut nggak tertolong mending kamu segera ajak Syifa menikah dan nyatakan cinta mu aku sudah hampir gila mendengar semua ocehan mu yang nggak berfaedah ini, " umpat nya


" Loh kok marah aku kan mengatakan yang sebenarnya aku meminta pendapatmu ini penting dia calon nyonya muda mu kamu harus ingat itu, " ucapnya tak Terima di bilang urusan tak berfaedah


" Iya kamu benar tapi lihat situasi dan kondisi dong, masa aku harus meninggalkan klien di lapangan hanya untuk mendengarkan dan memberikan solusi tentang masalah cinta mu yang bercabang tiga ini, " balasnya sengit.


" Iya baiklah aku yang salah, jadi bagaimana sekarang aku tidak mau jika syifa menjauh dari ku dan bahkan lebih memilih si ryan tukang kunci itu" tegasnya lagi.


"haha masak seorang CEO jenius terkenal lulusan S3 luar negeri Universitas terbaik pun nggak punya solusi dan ciut bersaing cinta dengan direktur tekstile "


" Hehh kamu meremehkan aku, baiklah akan aku buktikan bahwa syifa hanya akan menoleh kearahku bukan ke pada siapa pun itu termasuk tukang kunci yang sok kegantengan itu" ucapnya mutlak.


Doni pun tersenyum saja sebenarnya dia tidak berniat memancing kemarahan teman sekaligus atasan nya itu namun bagi Doni sikap yang gantle sangat di butuhkan oleh Ervan pada saat ini, dia tidak mau teman nya tersebut selalu insecure saat ingin mendekati Syifa, dia tau ervan merasa belum layak memiliki Syifa karena saingan nya juga termasuk golongan elite dan bujangan pula.


*****

__ADS_1


Pov Syifa.


" Huhh Alhamdulillah akhirnya selesai juga aku berhasil membuat proposal ini dengan baik, aku sangat yakin akan memenangkan tander besar ini, " ucapnya lega dan penuh syukur karena meskipun sempat terkendala oleh kejadian siang hari diruangan sang bos tetapi tetap bisa dia selesaikan dengan hasil yang maksimal dia bangga bisa memberikan yang terbaik buat perusahaan.


Setelah selesai aku merenggangkan otot tubuhku di kursi kebanggaanku ini sudah hampir 4 tahun aku bekerja di perusahaan besar ini suka duka ku laluin banyak yang ku dapat dari sini pengetahuan, ilmu, dan segala macamnya yang berhubungan dengan bisnis. Kutatap hasil kerja ku dengan bangga, ku lihat kembali ku bolak balik isinya takut jika terjadi kesalahan atau kekurangan barang sedikit saja tetapi hasilnya sudah sempurna menurutku.


Aku memutuskan untuk meminum minuman dingin untuk mendinginkan memori ku yang hampir nge hang karena terperah untuk menyelesaikan tugas besarnya ini. Setelah cukup yakin dia memutuskan mengantarkan itu keruangan sang bos untuk di evaluasi kembali. Perlahan ku dengar percakapan di balik pintu samar-samar ku dengan namaku di sebut namun tidak begitu jelas karena ruangan tersebut cukup rapat beberapa saat kemudian kuputuskan untuk masuk keruangan tersebut dan ternyata benar ada pak Doni yang sedang bersama dengan pak ervan pantas saja tadi ada sedikit- sedikit percakapan yang menyangkut kan namanya mungkin masalah proposal tander yang sekarang dia bawa pikirnya. Pov and.


" Permisi pak saya ingin memberikan proposal ini silahkan di cek kembali saya takut kalau ada kesalahan dalam penulisan atau target yang di rencanakan" ucapnya canggung.


Kira-kira mereka tadi membicarakan tentang masalah apa ya?, hemm penasaran adek.


Sementara Ervan segera mengambil sporosal tersebut dan membacanya serta menganalisa setiap rencana dan isinya besar saja semuanya sudah nampak sempurna pilihannya tidak pernah salah selain cantik dan baik otak yang di miliki Syifa serta ide-ide yang cemerlang sungguh patut di acungi jempol.


" Ini sudah sempurna jika tander ini jatuh ke tangan kita maka kamu akan saya beri bonus besar nanti, " ucap Ervan memberikan iming-iming bonus supaya dia bisa mer kontak dan berinteraksi dengan intens bersama Syifa.


" Benarkah, saya akan bekerja keras kalau begitu" dengan gembira diapun menyambut tawaran dari atasannya itu.

__ADS_1


[" Uangku akan cukup untuk membelikan mereka sebuah motor dan sebidang tanah untuk kebutuhan ayah dalam bekerja jika aku mampu memenangkan tander ini, aku harus bisa " ].


Syifa berniat ingin membelikan orang tuanya sebidang tanah dan sepeda motor untuk keperluan orang tuanya sudah lama dia menabung disisihkan nya sebagian uang gajinya lebih dari mengirim keluarganya di kampung setiap bulannya akhirnya kesempatan itu sudah di depan mata dan Syifa tidak boleh melewatkan nya.


__ADS_2