
Dug
Dug
Dug
Syifa terdiam seribu bahasa menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya rasa malu, gugup dan bimbang menguasai perasaan nya saat ini. Semua mata tertuju kepadanya namu diamnya Syifa membuat penasaran semua orang hingga akhirnya sang ibu pun menghampiri dan menyadarkan Syifa dari kebisuan nya itu.
" Nak, jawablah bagaimana menurutmu kalau kamu siap syukur dan apabila kamu sebaliknya butuh waktu maka katakan saja ini sebuah lamaran dan niat baik tidak ada unsur paksaan di dalam nya".
Dengan lembut sang ibu membisikkan kata itu Di telinga anak gadisnya. Keluarga sudah menyerahkan keputusan 100% di tangan empunya sendiri karena menurut mereka Syifa lah yang berhak memutuskan kRena dia yang akan menjalani dak keluarga hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik.
Mendengar ucapan ibunya di samping telinganya itu, Syifa pun memutuskan untuk menerima usulan Ervan untuk menikah secara langsung karena selain tidak tega melihat air muka keluarga dan orang terdekat yang penuh harap, Syifa juga sudah merasa yakin dengan pilihan nya itu.
Syifa pun mengangguk tanda setuju sebagai jawaban. " Alhamdulillah, subhanallah, Allahu akbar"
syukur tetua dan tamu undangan terutama keluarga yang ada disana terdengar jelas di telinga syifa. Jangan ditanyakan bagaimana kondisi hati Ervan sekarang, yang jelas sudah menggema-gema seakan ingin meledak saja karena tak sanggup menampung tumpukan rasa bahagia nya itu.
Dalam hati tak berhenti dia bersyukur atas karunia Nya dalam hidup ini.
...****************...
Setelah melewati persiapan yang panjang diputuskan untuk menikah di hari esoknya karena tidak memungkinkan jika melakukan ijab di hari itu mengingat hari sudah menunjukkan pukul 2 siang dan persiapan belum matang terutama dari pihak KUA yang belum bisa datang di siang itu.
" Baiklah karena ada kendala dalam melaksanakan ijab di hari ini, maka kita tunda di besok hari jam 8 pagi dilanjutkan dengan syukuran dan sedekah di siang harinya".
Ucapan tetua itupun di sambut setuju oleh pihak keluarga. Meskipun ijab blm di lanjutkan di hari yang sama dengan proses lamaran tetapi acara tetap berlangsung di mana di sana sudah tersaji berbagai menu makanan yang lengkap baik dari khas Padang, Sumatera, Jawa bahkan Medan sekalipun ada.
" Terima kasih semuanya bapak ibu sudah datang diacara pertunangan putri pertama kami ini. Seperti yang bapak dan ibu serta saudara semuanya tau bahwa tadi sudah di tentukan tanggal untuk proses ijab kabul nya di esok hari jam 8.00 pagi di mohon dan diharapkan kehadiran nya di hari bahagia anak kami tersebut, Tidak perlu sungkan dan tidak perlu bawa apa-apa karena kehadiran dan doa kalian semua sudah seperti suatu kebahagiaan bagi kami, Terima kasih ".
__ADS_1
Kata sambutan dari abah kepada tamu undangan secara panjang lebar.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pulak 4 sore dan tamu undangan sudah pulang kerumah masing-masing, meskipun tamu undangan sudah pulang tapi keluarga tersebut malah di buat makin sibuk terlihat beberapa EO datang untuk membuat perubahan dan perbaruan terhadap dekorasi ruangan dan rumah Syifa untuk proses akad di esok hari. Siapa lagi pelakunya kalau bukan si Ervan dia memesan banyak sekali pernak pernik dan menyuruh EO membuat konsep Modern mix dengan Intern.
Di sudut lain terlihat Ervan duduk mendekati Syifa yang tengah duduk sendiri di dekat teras rumah tersebut sambil matanya terus melihat pergerakan EO dalam menata dan menyulap ruangan rumahnya menjadi gedung yang sangat cantik dan super indah.
" Apa yang kamu lihat sayang", diselipkan kata sayang membuat Syifa menoleh dan tersenyum kikuk.
" Aku lagi melihat mereka menata ruangan nya terlihat sangat lincah dan terkwsan buru-buru karena dilakukan dengan sangat cepat sekali" jawabnya.
" Iya mereka aku sewa dengan harga yang mahal karena kerja nya express dan cepet dan harus perfeck " jawab lelaki itu.
" Oh iya kak, kaka yakin mau langsung nikah sama aku,? " Nggak mau pikir-pikir lagi gitu kak nanti kaka menyesal. Kakak tau kan kondisi keluargaku,? banyak Tanggungan, banyak orang yang aku sayang apa kaka mau ikut mengambil beban itu? ".
Pertanyaan Syifa membuat Ervanb diam dengan tatapan yang tajam memandang kearah Syifa seakan memberikan dan menggambarkan atas kekecewaan nya kepada Syifa karena masih meragukan nya.
" Tatap mataku apa aku terlihat seperti orang yang peritungan, jangan kan menerima keluarga mu, mereka hidup bersama kita untuk selamanya juga aku tidak keberatan, aku mencintai kamu, aku mencintai segala tentangmu! kamu percaya aku kan? ".
" Sayang tolong dengarkan aku, Keluargamu adalah keluargaku, begitupun sebaliknya, keluargaku adalah keluargamu, kamu jangan berfikir yang jauh ya"
bujuknya penuh dengan kelembutan meskipun di awali dengan tatapan yang tajam.
Mendengar penuturan Ervan secara tanpa di sadari air mata menetes di pipinya yang mulus itu.
" Maafkan aku sempat meragukan itu, aku takut kaka tidak bisa menerima itu"
Syifa pun menyesali pertanyaan nya itu.
" Tenang ya aku janji hanya akan ada kebahagiaan di antara kita, Aamiin ".
__ADS_1
Ditangkapnya wajah itu dengan kedua tangan nya dan di tatap nya dengan penuh cinta dan kelembutan.
Mereka pun tersenyum dengan di hati di penuhi syukur yang mendalam atas rahmad yang di dapatkan hari ini.
' MasyaAllah '
...****************...
Malam pun tiba di kediaman Syifa nampak sudah kembali kondusif karena semua keluarga sudah pada istirahat mungkin karena pengaruh lelah seharian ditambah cuaca yang gerimis menambah kenyamanan dalam memeluk mimpi di malam itu.
Disebuah hotel di desa sebelah nampaklah satu keluarga sedang berkumpul membahas tentang pernikahan sang putra tercinta esok hari. Perlahan bu Widya menghampiri para laki-laki di ruang TV sambil bercengkrama denganembawa sebuah kotak berwarna merah hati itu. Diserahkan nya kepada Ervan untuk di berikan kepada menantu keluarga kusuma, yang tak lain Syifa. Dibuka oleh Ervan, dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat isinya beberapa set perhiasan keluaran luar negeri dengan bentuk yang indah berkilauan itu.
" Apa ini mah? untuk apa? "
Karena bingung Ervan pun bertanya kepada mama nya itu.
" Nak ini perhiasan turun temurun keluarga kita, kasih berikan kepada pendamping hidupmu karena ini simbol suatu keluarga dari zaman ke zaman."
" Kenapa kemarin nggak kasih ke Yuna mah? " tanya nya lagi karena memang ke. arin waktu Ervan menikah dengan yuna tidak ada perhiasan seindah ini di berikan apalagi perhiasan simbol dari keluarga kusuma tersebut.
" Kemarin waktu mamah ingin memberikan nya kepada mu untuk Yuna, mama mendengar ibunya Yuna berkata bahwa semua yang Yuna miliki berikan saja kepadanya jadi mama memutuskan untuk tidak memberikan ini dulu sebelum waktu yang tepat, Sebenarnya mama ingin memberikan nya saat universary kalian tetapi Allah berkata lain".
Jelas bu Widya panjang lebar penuh sesak dan sesal juga karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk menantunya dulu.
Ervan pun tersadar dan memeluk sang ibu dengan hangat dia sadar dari keluarga mana perempuan yang dulu pernah mengisi hatinya itu dengan sepenuh jiwa.
Bantu like, komen dan share ya readers ku semua😁😁
Terima kasih buat yang suka dengan alur cerita author ini, Terima kasih juga buat suport nya🙏
__ADS_1