Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 15 | Sifat Anak Pertama


__ADS_3

...“Sebagai anak yang terlahir duluan, tentunya mereka punya banyak kebahagiaan yang kemudian berubah jadi tekanan.”...


... ...


...@momalula...


...****************...


Aisyah, Ali, Naura dan Akbar yang sedang berada di rumah peninggalan Abah sudah menduga jika mobil yang dikendarai Khairil tak mengikuti mereka, melainkan langsung pergi menuju pemakaman keluarga. Dalam hati mereka masing-masing pun bertanya, sebenarnya ada apa dengan Umma?


Rumah peninggalan Abah kini sudah tidak lagi ditempati oleh Shafiyyah dan suaminya. Mereka memutuskan untuk pindah dari rumah besar itu dan membiarkannya untuk kosong. Memang, hak waris rumah itu tak jatuh kepada siapapun. Melainkan, almarhum Abah telah berwasiat agar rumah itu selalu menjadi tempat para anak, menantu serta cucu-cucunya berkumpul dan terus menjaga silaturahmi.


Walaupun demikian, rumah itu tetap terawat dengan baik sama seperti puluhan tahun yang lalu. Hanya bedanya, sekarang jauh lebih terasa sepi.


...----------------...


Sedari tadi, Aisyah duduk dengan tidak tenang diruang keluarga. Sudah setengah jam Umma serta kedua adiknya belum tiba di rumah Abah.


Kemana mereka?


Apakah terjadi sesuatu dengan mereka? Itu tidak mungkin.


Atau, Jizah ibundanya itu begitu merindukan ayah serta kakak laki-lakinya yang tidak pernah Aisyah jumpai?


Sungguh, sifat asli sebagai anak pertama pada diri Aisyah memberontak memintanya untuk ada pada posisi yang sebenarnya.


Orang-orang mengenal Aisyah sebagai anak ketiga dari Jizah. Namun, apakah mereka benar-benar tidak mengetahui yang sebenarnya? Dimana kenyataannya, ia adalah anak pertama dari Mufid dan Jizah.


Takdir menempatkan dirinya berada diposisi yang sulit. Pertama, ia mengakui bahwa almarhum Tsaqif memanglah kakaknya. Anak dari Jizah dengan pernikahan sebelumnya. Kedua, ia harus menerima kenyataan bahwa Naura jugalah bagian dari keluarganya. Yang menempatkan dirinya harus turun tangga dari posisi yang sebenarnya.


Sifat asli anak pertama salah satunya ialah, sensitif. Selain suka marah dan keras kepala. Anak pertama sangatlah sensitif, terlebih jika perempuan, bertambah lah sifat sensitif nya itu. Aisyah sangat sensitif bila menyangkut tentang yang namanya posisi. Dimana sedari kecil, posisinya memang abu-abu. Tidak boleh seperti yang pertama dan tidak boleh seperti yang terakhir. Harus selalu—Mengalah. Mengalah untuk membuat dunianya sendiri.


...----------------...


Tak lama terdengar suara mobil Khairil memasuki garasi rumah Abah. Jizah masih memejamkan matanya untuk sedikit merilekskan pikiran yang ada dibenak nya.


"Bang, Umma nggak ke masukan arwah kuburan kan?" Tanya Zurran berbisik pada Khairil


"Hushh ngaco kalo ngomong. Mana mungkin, yang tadi kita datengin kan makam keluarga." Sahut Khairil membuat Zurran langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Dilihatnya lagi ibundanya apakah matanya masih terpejam atau tidak, dan betapa terkejutnya Zurran ternyata Jizah sedari tadi senyum terhadapnya.

__ADS_1


"Kalaupun Umma ke masukan? Paling Abba yang berani." Ucap Jizah lalu turun dari mobil disusul Khairil yang tertawa melihat ekspresi wajah adiknya


Saat ibu dan anak itu melangkahkan kakinya mendekati ruang semua orang yang berada disana langsung berdiri dan tiba-tiba saja Jizah langsung memeluk tubuh putrinya, Naura.


"Maafin sikap Umma pagi tadi ya sayang. Umma nggak ada niat sedikitpun untuk membuat kamu terkejut atau menyakiti hati kamu. Itu semua sungguh diluar kendali Umma." Ujar Jizah membuat Naura menangis


"Umma jangan berbicara seperti itu, Naura tau pagi tadi Umma hanya sedang lelah." Ucap Naura


"Dan ya, selamat atas kehamilan kedua kamu ya sayang. Jaga dia baik-baik." Jizah menyentuh perut Naura


"Terima kasih ya Umma, do'akan Naura agar terus sehat sampai persalinan."


Hal itu tak lepas dari penglihatan Aisyah. Apakah Jizah tak menyadari bahwa putrinya yang lain juga ingin diperlakukan seperti itu?


Jizah menatap Khairil dengan tersenyum.


"Khairil? panggil adik kamu Zurran, ajak dia ke perpustakaan rumah ini." Ucap Jizah dan berlalu menaiki tangga menuju kamarnya terdahulu


"Iya Umma." Khairil langsung keluar memanggil adiknya


Sungguh, mereka semua yang sedari tadi berada di ruang keluarga dibuat bingung dengan Jizah.


Aisyah melepaskan pelukannya dan menatap suaminya, "Umi mau susul Umma ke kamarnya dulu Abi?"


"Umi mau ngapain?" Tanya Ali


"Ada sesuatu yang mau Umi tanya." Ucap Aisyah


"Ya sudah, Abi disini temani Alif. Dan Umi harus janji, bertanya dengan hati, insya Allah Umma pasti akan menjawabnya juga dengan hati." Ujar Ali dan istrinya itu mengangguk paham


...----------------...


Jizah memandang sekeliling kamarnya terdahulu. Sudah banyak perubahan didalamnya. Kamar ini telah menjadi saksi segala kenangan manis dan pahit dimasa lalunya. Tempat dirinya tersenyum dan menangis dalam satu waktu.


"Tidak akan ku biarkan anak-anakku merasakan apa yang pernah aku rasakan, jikapun itu terjadi? Allah pasti selalu punya rencana yang terbaik untuk itu semua." Batin Jizah


Matanya menangkap foto kecil yang diselipkan di rak buku dan segera diambilnya.



"Sekalipun kalian berdua bukanlah saudara kandung, tapi Umma harap hubungan kalian akan tetap harmonis." Batin Jizah

__ADS_1


Saat Jizah menyimpan kembali foto itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan suara Aisyah meminta izin untuk masuk.


"Masuklah sayang, pintunya nggak Umma kunci." Sahut Jizah


"Ada apa sayang? Sini duduk di samping Umma." Jizah menepuk sisi disebelahnya dan Aisyah langsung mengikutinya


"Umma? boleh kah Aisyah bertanya sesuatu?" Tanya Aisyah menyandarkan kepalanya di bahu Jizah


"Bertanyalah, jika Umma bisa menjawab? akan Umma jelaskan." Digenggamnya tangan putrinya itu yang terasa dingin


"Menurut Umma, apa itu perceraian? dan kenapa perceraian bisa terjadi jika memang berjodoh?" Tanya Aisyah mengejutkan Jizah


Ditatapnya lekat-lekat wajah putri tercintanya, "Kenapa kamu bertanya seperti itu, Apa Ali menyakitimu?" Tanya Jizah. Sungguh, semoga tebakannya salah.


"Tidak Umma, Aisyah bersumpah Abang Ali tidak menyakiti Aisyah." Jawabnya


"Lalu untuk apa kamu menanyakan hal itu?" Tanya Jizah lagi dengan sorot mata tajam


"Aisyah hanya ingin..."


"Tidak ada yang perlu kamu ketahui tentang itu. Dan ingat perkataan Umma ini, tidak boleh ada lagi yang namanya perceraian dalam keluarga kita. Biarlah hanya Umma saja yang merasakan hal itu, jangan ada lagi. Dan kamu harus tau Aisyah? Umma bercerai karena memang dahulu Umma dan... dia sudah tidak lagi Allah tetapkan untuk bersama." Ujar Jizah yang enggan menyebut nama mantan suaminya


"Dan, satu lagi. Umma tidak pernah menyebut itu sebagai perceraian, melainkan perpisahan. Sebab Umma rasa kata itu jauh lebih bisa diterima oleh hati." Lanjut Jizah


"Dan Umma bisa dengan rela nya menerima alasan dari perpisahan Umma itu kedalam keluarga kita?" Akhirnya, pertanyaan puluhan tahun yang ia simpan itu terucapkan.


Sedari dahulu setelah Jizah dan almarhum Mufid memberitahu kepada ia dan adik-adiknya mengenai tidak ada hubungan darah antara mereka dengan Aisyah, dia ingin selalu menanyakan hal ini.


Air mata lolos begitu saja tanpa disadari oleh Jizah. Tak pernah terbayangkan jika salah seorang anaknya akan menanyakan hal yang demikian. Hal yang jika ia ingat lagi, sangatlah amat menyakitkan.


......................


Ku ingin mengucapkan beribu-ribu maaf ke kalian ya, maaf jika aku begitu mengecewakan sebab membuat kalian harus menunggu lama. Jujur, aku juga nggak mau hal ini terjadi. Tapi ingat lagi, jika menulis bukanlah perkara mudah. Sebab, harus banyak yang dipikirkan untuk sebuah tulisan.


Dan ku beritahu kepada para pembaca semua kenapa hari ini aku update, karena seharusnya masih besok pagi baru ku update. Alasannya kenapa? Karena hari ini adalah tepat satu tahun aku menulis di noveltoon. Dan hari ini pula adalah hari bisa dibilang... hari patah hatinya diriku :(


Mohon doanya ya teman-teman, agar ku bisa tetap semangat untuk menulis, ku tak akan membiarkan sesuatu yang tumbuh karena sakit hati? berakhir dengan patah hati lagi.


Terima kasih, jangan lupa like, komen dan vote


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2