Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 29 | Marah Karena Masalah


__ADS_3

...“Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.”...


...----------------...


Khairil mengendarai mobilnya dengan tak tahu arah. Hati dan jiwanya sedang berantakan. Biasanya bila sedang seperti ini hanya ibundanya lah yang bisa menenangkan ia. Sekarang entah apa atau siapa yang bisa mengendalikan dirinya.


Mobil yang dikendarainya seolah dengan sendirinya berjalan. Terkadang ke kiri, ke kanan dan dalam keadaan kencang. Kendaraan yang berada disisinya terus membunyikan klakson agar mobilnya berhenti. Namun tak jua Khairil mendengarnya. Telinganya seakan disumpal dengan kapas yang begitu tebal. Benar-benar syaitan jahat sedang mengganggunya. Hingga, sebuah bisikan dan bayangan Mufid seolah melintas dihadapannya.


"Berhenti nak..., syaitan menguasai mu. Beristighfar lah."


Dengan cepat Khairil memberhentikan mobilnya secara mendadak.


"Astagfirullahaladzhiim..."


Matanya melebar, jantungnya berdegup kencang. Nafasnya tak beraturan. Ia merasa telah menabrak sesuatu. Namun kesadaran belum sepenuhnya ada padanya.


Tok tok tok


"Hei Pak? Keluar!"


"Keluar! Keluar! Keluar!"


Suara orang-orang berteriak akhirnya menyadarkannya. Dirinya beristighfar lagi dan tanpa sadar meneteskan air mata.


"Ya Rabb, apa yang telah aku lakukan?"


Bertanya pada Rabb Sang Maha Rahman dan menyesali perbuatan Khairil ucapkan. Diminta untuk segera keluar dari mobil pun tak kuasa Khairil lakukan. Tubuhnya mendadak kaku tak bisa digerakkan. Hingga seorang laki-laki dari luar mobil mengenalinya dengan segera ia mengetuk kencang kaca mobil dan memanggilnya.


"Khairil? Keluar, kamu nggak apa-apa didalam?" Tanyanya Khawatir


"A-abang Zain?"


Tangan Khairil perlahan membuka pintu mobil. Dan laki-laki itu langsung memeriksa keadaan sepupunya. Zain, yang baru saja pulang mengisi ceramah tak sengaja melihat kegaduhan beberapa orang. Ketika mencoba mendekati mobil yang dikerubungi orang-orang ramai, ia mengenali siapa pemilik sekaligus pengendara yang berada didalamnya. Ternyata Khairil lah orangnya.


"Kamu nggak apa-apa kan? Nggak ada yang luka kan?" Zain sangat khawatir, takut terjadi sesuatu pada saudara sepupunya itu.


"Bang? Khairil, ta-tadi nabrak sesuatu?"

__ADS_1


"Iya, kamu nabrak ayam milik warga yang lepas dan lagi berusaha ditangkap. Kamu tenang aja, ini bukan sepenuhnya salah kamu kok. Ayo sekarang keluar dari mobil dan bayar ganti rugi ke pemiliknya." Jelas Zain dan Khairil ikuti


Terlihat orang-orang yang tadi mengerubungi mobilnya kini fokus kepada sang pemilik ayam yang menangisi hewan pemeliharaannya. Ayamnya sudah mati. Jika tahu seperti ini mungkin dia tidak akan mengejar-ngejar ayamnya.


...----------------...


Setelah menyelesaikan permasalahannya dengan pemilik ayam, Khairil dibawa oleh Zain pergi menuju pesantren. Sebab Zain tahu Khairil sedang tidak baik-baik saja. Ia harus bisa menjaga sepupunya untuk sementara waktu. Jangan sampai pemuda itu melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya sendiri dan orang lain.


Di pesantren, Zain memanggil istrinya untuk memberikan Khairil minum terlebih dahulu. Namun, istrinya yang bingung dengan kedatangan Khairil pun akhirnya bertanya. "Khairil kenapa Bi?"


"Abi juga nggak tahu dia kenapa. Cuma tadi Abi ketemu dia, karena dia habis nabrak ayam milik warga."


Tanpa bertanya dan berpikir lagi, istrinya itu langsung masuk kedalam dapur.


Zain terus melihat Khairi yang hanya diam. Dirinya berinisiatif menelpon Jizah untuk memberitahu bahwa putranya ada bersamanya. Sebelum itu, ia keluar rumah terlebih dahulu untuk menjauh dari Khairil. "Assalamualaikum Ammah?"


"Waalaikumsalam warahmatullahi, Zain? Ada apa kamu telepon Ammah kamu?"


"Halo, maaf ini siapa ya? Bukan Ammah Jizah?" Zain terkejut karena yang mengangkat panggilannya adalah suara orang lain.


"Oh Tante? Ammah kemana memangnya? Kenapa Tante yang angkat?"


"Ammah kamu belum sadarkan diri. Beliau pingsan setelah menangis karena memikirkan kedua putranya. Kalau Tante boleh tahu, ada apa kamu telepon beliau?"


"Ammah pingsan? Ini nggak bisa dibiarin. Sekarang juga Khairil saya bawa kesana Tante. Saya titip Ammah ya? Wassalamu'alaikum."


Setelah selesai berbicara dengan Riska. Zain langsung masuk dan menarik tangan Khairil untuk membawa pemuda itu pulang kerumahnya. Istrinya yang tadi diminta membuatkan minuman pun lagi-lagi dibuat bingung. Melihat suaminya menarik tangan Khairil yang hanya diam.


"Apa yang udah kamu lakuin sama Zurran?! Abang kan sudah sering bilang sama kalian, jangan buat keributan yang berakibat fatal untuk kesehatan Umma kalian. Kalau ada masalah itu diselesaikan baik-baik. Bukan malah lari dan meninggalkan Ammah dirumah dalam keadaan pingsan." Ucap Zain marah, dan Khairil seketika sadar apa yang telah diperbuatnya.


"Umma Bang? Umma kenapa? Kenapa bisa pingsan?"


"Kamu itu yang kenapa?! Sedari tadi Abang perhatiin, raga dan jiwa kamu seolah lagi nggak nyatu tahu nggak? Udah, sekarang kita ke rumah kamu dan selesaikan semuanya."


Mereka langsung menuju rumah Jizah dengan mengendarai mobil Khairil.


...----------------...

__ADS_1


Dirumah, Jizah belum juga sadar dari pingsannya. Wanita itu pingsan setelah lelah menangis dalam pelukan Rendy. Beruntungnya, teman-temannya itu masih setia menemaninya. Bahkan Hasan pun tadi yang membujuk Zurran untuk menengok keadaan ibundanya. Sebab pemuda itu justru menyalahkan Rendy atas pingsannya Jizah.


Suara mobil Khairil memasuki halaman rumah. Dengan segera Khairil dan Zain masuk kedalam rumah yang membuat Zain terkejut.


"Kenapa dirumah ini ramai tapi justru tidak ada yang mencegah Khairil untuk pergi?" Batin Zain heran


Dirinya menyalami satu-persatu orang tua yang ada disana. Sementara Khairil, ia sudah berlari menuju kamar Jizah.


"Umma?, ini Abang. Kenapa Umma bisa pingsan sih?, apa Umma pingsan karena Abang pergi? Umma tenang aja, Abang sekarang pulang kok." Khairil berbisik di samping ibundanya dan terus menciumi kening wanita yang telah melahirkannya itu.


Riska dan Zulfah yang berada di sana memilih keluar dan membiarkan kedua anak Jizah menyadarkan ibunya itu.


"Abang? Umma udah dari tadi pingsannya. Zurran takut..." lirih Zurran menundukkan kepalanya


Khairil memeluknya, "udah... kamu nggak boleh berpikir negatif. Sebentar lagi Umma pasti sadar kok." ucap Khairil menarik tangan Zurran untuk sama-sama menggenggam tangan Jizah


Keduanya terus menerus berdo'a agar Jizah cepat sadar dari pingsannya. Dan berdo'a semoga mereka selalu dikuatkan dalam keadaan apapun. Tak lupa untuk terus berusaha ikhlas atas apapun yang telah dan akan terjadi. Bahwa semua ini pasti selalu ada hikmahnya.


"Abba? Bantu do'akan kami disini selalu ya. Maaf jika sudah banyak janji yang Khairil ingkari ataupun tak tepati. Khairil tahu, Abba pasti kecewa dengan apa yang Khairil lakukan. Maafin Khairil ya Ba?" Batin Khairil, dengan masih mata terpejam


Tak lama, ada pergerakan dari Jizah. Mereka diam memperhatikan dengan lengkungan di bibir. Tak boleh ada air mata yang menggenang. Cukup senyuman yang menenangkan.


"Sudah lebih baik?" Tanya keduanya


Zurran membantu Jizah untuk minum terlebih dahulu. Setelah itu, diraihnya kedua tangan putranya. "Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah. Mengalah juga bukan berarti harus pergi. Karena ketahuilah, setiap kita memiliki masalah? Kita juga pasti memiliki solusinya."


......................


...****************...


Bila kau merasa bersalah atau disalahkan, tak perlu lari menghindar. Selesaikan semuanya dengan tenang. Sebab, syaitan seringkali merasa senang dan menang jika manusia dalam keadaan marah karena merasa dikecewakan.


Ku mengerti, sudah se-dewasa bagaimanapun kita bila kecewa ya kecewa. Tapi bukan dengan cara seperti ini melampiaskannya. Membahayakan diri sendiri dan orang lain adalah sebuah dosa. Apalagi menghilangkan nyawa yang tak mengerti apa-apa.


Marilah mulai saat ini, kita kondisikan emosi kita, kita kontrol ia sebisa mungkin. Sebab, menahan amarah adalah kunci segala kebaikan.


Terima kasih, jangan lupa like, komen, vote dan berikan hadiah sebanyak-banyaknya ❤️

__ADS_1


__ADS_2