Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 33 | Dia Sang Maha Pengatur Kehidupan


__ADS_3

...“Hati seseorang itu Allah yang mengaturnya, jadi mintalah kepadaNya sesuatu ketetapan yang terbaik.”...


...----------------...


Dari kejauhan, Khairil melihat adiknya keluar mengendarai motor dengan membonceng seorang wanita. Lalu tak lama motor Zurran melintas dihadapannya. Dilihatnya Zurran tampak asik berkendara sembari mengajak bicara orang yang di bonceng nya. Melihat itu Khairil tampak kesal dibuatnya. Dengan siapa adiknya itu berduaan? Asik sekali sepertinya.


"Bisa-bisanya dia naik motor kayak orang pacaran. Apa tadi beneran mereka pacaran?!" Tanpa sadar ia memukul-mukul setir mobilnya sendiri lalu menjalankan kembali mobilnya


Sesampainya di rumah, Khairil melihat Jizah yang sedang duduk seorang diri di ruang tengah sembari membaca buku yang tengah ia sukai. Memberikan salam lalu mencium kening ibundanya. Tanpa sepatah kata ia langsung masuk kedalam kamarnya. Jizah dibuat bingung dengan sikap putranya yang baru tiba itu.


"Kamu kenapa sih Bang? Kok tumben seperti itu sama Umma?" Tanya Jizah yang tak disahuti oleh Khairil


"Mungkin Abang Khairil lagi ada masalah di warung bakso Umma." Ucap Diana yang tak kalah heran melihat Khairil seperti Jizah. Ia datang dari dapur setelah membantu Bi Mumun. Dirinya tentu hafal betul dengan kebiasaan putra majikannya itu.


"Semoga dugaan kamu salah ya, Di, saya sedih jika Khairil terus ditimpa dengan keadaan yang tidak kita inginkan. Walaupun saya tahu itu semua sudah Allah tetapkan." Tutur Jizah bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk memasuki kamar putranya, Khairil.


Tok tok tok


Diketuknya pintu kamar itu dengan lembut, bermaksud agar sang penghuni tak marah karena merasa terusik. "Abang? Boleh Umma masuk nak?" Tanya Jizah dengan hati cemas


"Iya Umma", sahut Khairil yang nyaris hampir tak terdengar


Jizah membuka pintu kamar yang tak terkunci itu lagi-lagi dengan perlahan. Ia melihat putranya itu sedang berbaring diatas ranjang dan menutupi wajahnya dengan bantal. Entah apa yang telah terjadi pada Khairil.


Tak ingin berlebih dalam berpikir yang tidak-tidak, lebih baik Jizah bertanya langsung pada putranya itu. "Kamu kenapa, hhmm?" Ia duduk di sisi ranjang dan tangannya mengambil bantal yang menutupi wajah Khairil


"Hari ini pasti capek banget ya buat Abang? Nggak apa-apa kok, sesekali Abang boleh ngeluh. Itu wajar. Ya sudah, sekarang, kamu istirahat aja dulu." Ujar Jizah lalu berniat keluar dari kamar putranya


"Apa kak Naura sama Aa' Akbar masih ada disini Umma?" Tanya Khairil menghentikan langkah Jizah dan berbalik menatap putranya


"Iya, mereka masih ada disini dan sedang istirahat dikamar sebelah." Jawab Jizah yang di angguki Khairil. "Apa kamu keberatan kalau mereka masih ada disini?" Tanya Jizah lagi


Khairil menggelengkan kepalanya, "enggak sama sekali Umma. Justru Abang seneng kalau mereka nginap disini."


"Umma juga mau nya begitu. Nanti coba Umma tanyain ke mereka. Ya udah, kamu istirahat ya." Jizah tersenyum sembari menutup pintu kamar Khairil. Ada perasaan lega setelah putranya itu masih mau menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


...----------------...


Hari semakin larut, dengan berat hati Jizah melepaskan kepulangan Naura dan Akbar sore tadi. Dan mereka berjanji, setelah Naura melahirkan anak keduanya, mereka akan datang lagi ke rumah Jizah. Walaupun Jizah ingin sekali putri sulungnya itu melahirkan lagi di Bogor, namun keluarga besar Akbar telah meminta untuk melahirkan di Bandung saja.


Helaan nafas terdengar begitu berat dari Jizah. Ia termenung di atas sajadah sembari tangannya menggenggam Al-Qur'an yang baru saja ia baca. Pikirannya tertuju kepada putrinya yang lain. Kheiran Aisyah Ahmad. Apakah Aisyah juga sama akan memaafkan Naura seperti dirinya dan kedua adiknya, atau tidak sama sekali?


"Ya Rabbi, Engkau Sang pembolak-balikan hati manusia, buatlah hati Aisyah, putriku yang jauh disana juga bisa memaafkan Naura. Hamba ingin bila telah habis masa hamba di dunia ini, seluruh anak-anakku telah saling memaafkan dan melupakan semua kenangan yang tak terindah itu. Hanya dengan kuasa Engkau ya Rabb, semua itu bisa terjadi." lirih Jizah dalam hati


Sejak mengetahui Jizah sakit yang disebabkan oleh masa lalu, Aisyah memang menjaga jarak antara dirinya dengan Naura. Ditambah lagi dengan Khairil yang tak mengizinkan Naura menginjakkan kakinya lagi di rumah itu. Semakin bertambah jauhlah hubungan mereka.


Memang sedari awal Jizah dalam masa penyembuhan, ia tidak bisa jika melihat Naura dihadapannya. Hal itu entah mengapa bisa memicu reaksi yang tidak diinginkan pada tubuhnya. Dan Aisyah serta Khairil berpikir memang lebih baik menjauhkan Umma nya dari Naura.


Tapi mau bagaimanapun jarak memisahkan mereka, hubungan yang telah lama dibangun dengan kasih sayang yang tulus akan tetap bersatu.


Sementara diruang tamu, Khairil sedang menunggu adik bungsunya yang tak kunjung pulang sedari siang, padahal sekarang jam sudah menunjukkan pukul 19:44


"Kemana sih tuh anak satu, mana pergi nggak izin mau kemana lagi." Ucap Khairil kesal, karena seharusnya Zurran sudah berada dirumah


Tak lama terdengar suara motor milik Zurran memasuki halaman rumah. Ditunggunya sang adik laki-laki satu-satunya itu sampai memasuki ruang tamu.


"Assalamualaikum"


"Yeehh enak aja dari pagi? Zurran udah pulang dari siang sebelum Abang pulang. Tapi Zurran tadi antar teman dulu karena habis ketemu Umma disini." Jawab Zurran dengan mengerutkan keningnya


"Temen apa temen?" Khairil bertanya lagi dengan nada kesalnya


"Hhmm gimana ya bang? Mau disebut temen tapi Zurran sayang. Mau bilang sayang tapi cuma temen. Abang ada saran gak kalo gitu enaknya dipanggil apa?" Tanya Zurran memancing


"Temen ya temen aja gak usah sayang-sayangan. Udah sana buruan mandi, temuin Umma dulu kalo udah mau tidur."


"Yaa yaa Abang ku.... tapi Zurran mau ketemu Umma dulu terus tidur sama Umma, bye...." Zurran berlalu pergi tanpa memperdulikan Khairil yang masih terlihat kesal dengannya.


"Dasar adik satu itu, gak ada sopan santunnya sama Abang sendiri!" Gerutu Khairil


...----------------...

__ADS_1


Di sepertiga malam Khairil terbangun dari tidurnya. Duduk sejenak lalu mengambil gelas berisi air minum dan meneguknya perlahan. Setelah itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat malam.


Dalam sunyi ia bertawadhu memohon ampun serta pengharapan yang tidak pernah putus ia pinta. Dengan keyakinan penuh pada Sang Pemilik Kehidupan ini.


"Ya Rabbi, tiada daya dan upaya selain itu karena Engkau. Dan hanya kepadaMu aku meminta." Khairil mengakhiri doanya dengan bersujud lalu didengarnya suara ketukan pintu mengalihkan atensinya dari gambar sajadah yang ia duduki.


Tok Tok Tok


"Abang sudah bangun kan?" Suara lembut sang ibunda dibalik pintu membuatnya tersenyum


Tanpa menjawab buru-buru ia merapihkan sajadahnya lalu segera membuka pintunya. "Iya Umma, Abang sudah bangun dan baru selesai sholat."


"Alhamdulillah. Ya sudah ayo bantu Umma siapkan masakan untuk sahur. Tadi Umma mau minta tolong Zurran, tapi Umma gak tega banguninnya. Kayaknya dia kecapekan banget sampai keningnya berkerut."


"Astagfirullah apa dia gak sholat malam Umma?" Tanya Khairil terkejut


"Udah gak apa, biarkan dia istirahat. Yang penting subuh nanti dia sudah harus bangun." Khairil menganggukkan kepalanya mendengar jawaban wanita yang sangat disayanginya tersebut.


Karena hari ini adalah hari Kamis dan mereka memang rutin melaksanakan puasa sunah.


...****************...


Mintalah sesuatu ketetapan yang baik pada Allah dengan perbanyak berdo'a


...“*Do'a adalah senjata orang beriman, tiangnya agama dan cahaya bagi langit dan bumi.”...


...- HR. Al-Hakim*...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum teman-teman, bagaimana kabar teman pembaca semua? Ku harap selalu dalam lindungan Allah Subhana wata'ala dimana pun berada Aamiin.


Teman-teman, sejatinya ku sedang menjalani fase yang tidak mudah dalam hidup (dan itu pasti semua orang mengalaminya) dan tidak bisa ku ceritakan pastinya. Tapi satu yang pasti teman-teman sudah tahu bahwa ku sudah Hiatus hampir dua tahun maybe?


Dibalik dua tahun ini semuanya apapun bisa terjadi. Dari yang ku berniat hanya berhenti satu/dua bulan tapi nyatanya sampai hampir dua tahun lamanya.

__ADS_1


Alhamdulillah kali ini ku hadir kembali hanya sekedar memberitahukan kepada teman-teman semua kalau akun ini masih ada pemiliknya hehehe. Dan bab ini ku up karena ternyata ini draft tahun lalu huuhuu. Dan sayangnya ternyata hanya ada satuuu. Dengan ini ku memohon restu jika teman-teman semua masih berkenan aku kembali. Akan ku usahakan untuk menghidupkan kembali suasana yang hampir atau bahkan sudah mati ini. Walau tidak mudah pastinya tapi berkat dukungan kalian nanti Insya Allah ku akan kembali lebih semangat lagi berkarya.


...~Tanda cinta J ✿...


__ADS_2