Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 18 | Bertemu lagi


__ADS_3

...“Meet again? Why not? God must have a plane”...


...----------------...


Cuaca Bogor siang ini sedikit hujan, seperti biasa, dan beberapa kali terlihat kilatan petir. Khairil mengendarai mobilnya dengan perlahan. Jalanan menuju cabang bakso cinta yang berada di daerah puncak, membuatnya harus menanjak dan harus berhati-hati. Tak lupa ia juga mendengarkan murrotal Al-Qur'an untuk menemani perjalanannya, sekaligus sembari ia me-muroja'ah hafalannya.


Sekalipun Khairil terkenal dengan kenakalannya, ia tidak pernah lupa dengan cita-cita kedua orangtuanya yang menginginkan anak-anaknya menjadi para penghafal Al-Qur'an.


Saat di persimpangan, mata Khairil tak sengaja menangkap seorang wanita yang pernah ia lihat. Wanita itu sedang duduk di sebuah pos ronda untuk berteduh karena hujan deras mulai turun. Karena macet pula mobil Khairil masih terdiam ditempatnya, dan ia bisa dengan leluasa melihat gadis itu dari kejauhan. Namun, tiba-tiba saja tangannya mengepal saat melihat wanita itu didekati dua orang yang ingin menyentuhnya.


"Si*l" Tanpa berpikir panjang, Khairil segera menepikan mobilnya dan keluar dari mobil lalu segera menghampiri dua orang yang menggoda wanita itu.


"Akang-akang berdua tolong ya jaga perilaku kalian dengan perempuan." Ucap si wanita tersebut


"Duh neng geulis pujaan hati akang. Jangan jual mahal atuh... sok bilang wae sabaraha harga eneng per jam?"¹


"Enya, urang pasti tiasa mayar eta."²


Perkataan-perkataan tak senonoh di layangkan kepada si wanita itu, yang sudah pasti didengar oleh Khairil tepat ketika ia berada dibelakang kedua orang itu.


"Punten, akang-akang? Permisi, ada perlu apa ya dekati calon istri saya?" Tanya Khairil dengan tenang. Namun mampu membuat si wanita dan kedua orang laki-laki dihadapannya terkejut.


Kedua laki-laki itu langsung takut seketika. Mereka tahu siapa Khairil, sebab dari Khairil lah mereka memiliki pekerjaan dan Khairil pula lah yang membantu menyekolahkan anak-anak mereka. Dan, tadi Khairil bilang apa? Wanita itu, calon istrinya? Tamatlah sudah...


"A'... Aa' Khairil?" Wajah keduanya berubah pucat


"Sayang, kamu nggak diapa-apain sama mereka kan? Coba kasih tahu Aa' mereka tadi sentuh kamu di bagian mana?" Tanya Khairil, wajah wanita itu bersemu merah seketika. Ia diam tak tahu harus berkata apa.


Sayang?... Apa dia salah dengar....


"Hei sayang, kok diam sih? Kamu pasti masih syok yah sama perbuatan mereka tadi? Tenang aja, mereka biar Aa' habisi tangannya sampai patah." Gertak Khairil menakuti kedua laki-laki itu


"Ya Allah.... gusti nu agung.... normalkeun jantung hamba..."³ Ingin rasanya wanita itu berteriak dan menghilang dari hadapan Khairil


"Aduh A' hapunten urang duaan. Abdi saleresna henteu terang yen si teteh ini calon pamajikan Aa' . Mohon ampun A'..."⁴ Ucap salah satu dari mereka


"Mau siapapun yang kalian ganggu? Itu tetap nggak baik. Kalian sudah melakukan pelecehan secara verbal dan harus mendapatkan hukuman." Ujar Khairil


"Aa' saya mohon jangan hukum kami berdua, kami benar-benar berjanji dan nggak akan mengulanginya lagi."


"Iya A' kami nggak mau dipenjara hanya karena ini. Kalau kami dipenjara bagaimana dengan anak istri kami dirumah." Keduanya memohon kepada Khairil dengan kedua tangannya disatukan

__ADS_1


Khairil menghela nafasnya, "Kalian sadar sudah berkeluarga, lalu bagaimana jika suatu saat istri atau anak kalian yang mendapatkan tindakan seperti tadi? Apa kalian akan diam? Enggak kan? Kalian memalukan kaum kita (laki-laki). Kalian dilahirkan dari seorang perempuan lalu yang melahirkan anak-anak kalian juga siapa? Perempuan. Jadi jangan kalian melakukan hal kotor seperti tadi. Jika saya tahu kalian melakukan seperti itu lagi? Saya nggak akan segan-segan memasukkan kalian kedalam penjara." Tegas Khairil dengan amarahnya


"Iya A' maafkan kami sekali lagi. Teteh? Kami sangat-sangat meminta maaf atas tindakan tadi." Ucapnya kepada perempuan yang tadi mereka goda


"Iya, saya maafkan. Tapi mohon jangan ulangi lagi perbuatan seperti tadi kepada siapapun."


"Sudah kan? Ayo sayang, kita pergi." Khairil melirik kearah si wanita itu


"Ta-tapi kita..."


"Ayo buruan keburu macet." Apa-apaan Khairil ini? Berbicara dan bertindak sesukanya. Dan tidak tahu harus apa, wanita itu tetap mengikuti ucapan Khairil.


Keduanya meninggalkan dua orang tadi yang menyesal menyadari kesalahannya.


...----------------...


Khairil masuk terlebih dahulu kedalam mobilnya dan diikuti wanita itu yang membuka pintu mobil bagian belakang.


"Saya bukan sopir kamu"


"Terus saya dimana?"


"Apa kamu nggak bisa lihat kalau di samping saya ini kosong?"


"Maaf kalau memang saya modus. Tapi saya nggak suka kalau terlihat seperti sopir. Dan maaf juga kalau saya tanpa sadar juga sudah melakukan hal yang nggak baik sama kamu tadi. Saya hanya berusaha melindungi kamu dengan cara saya." Ujar Khairil yang selalu berbicara formal dengan perempuan selain keluarganya


Gadis itu terdiam, saat tahu ternyata Khairil bisa menjadi dua orang yang berbeda dalam satu waktu.


"Zurran benar, Abangnya ini begitu berbeda." Batinnya


"Abang nggak perlu minta maaf, justru saya yang seharusnya meminta maaf karena sudah merepotkan Abang. Dan terima kasih, karena Abang sudah menolong saya tadi. Saya nggak tahu mungkin kalau nggak ada Abang, orang-orang tadi tetap menggoda saya." Ucap gadis itu tanpa memandang Khairil


"Hhmm tadi kamu bilang apa? Abang? Saya bukan Abang kamu." Ujar Khairil dan gadis itu hanya diam


"Terus harus manggil apa? Aa' kayak tadi? Enggak kan...?"


"Saya ada perlu di daerah dekat sini. Kamu sendiri mau kemana? Biar saya antar kamu dulu."


"Hhmm sa-saya mau ke jalan besar didepan sana, tapi tadi ojek yang saya tumpangi qodarullah ban nya bocor jadi nggak bisa lanjut jalan." Ucapnya


"Ya sudah, kita searah." Khairil langsung menyalakan mobilnya lalu pergi meninggalkan tempat itu. Beruntung, jalanan sudah tidak se-macet tadi.

__ADS_1


Beberapa saat terjadi keheningan diantara keduanya. Sesekali mata Khairil mengecek handphonenya untuk memastikan apakah ada notifikasi dari Umma nya dirumah. Sementara, gadis disampingnya terus menautkan kedua tangannya karena gugup.


"Oh ya, kamu temennya Zurran yang waktu itu di warung bakso kan?" Tanya Khairil


"I-Iyaa"


"Apa hari ini nggak kuliah? Atau sudah pulang?" Tanya Khairil


"Hari ini saya izin sehari" Jawab gadis itu dan Khairil hanya menganggukkan kepalanya


Tak lama mobil yang dikendarai Khairil berhenti tepat dipertigaan jalan besar. Ia ingin sekali mengantar gadis itu sampai ketempat yang dituju. Namun, ia harus cepat-cepat sampai menuju cabang bakso cinta agar segera kembali pulang menemani Umma tercintanya.


"Maaf, saya nggak bisa antar kamu sampai tempat tujuan karena saya juga ada kepentingan."


"Nggak apa-apa Bang, eh maksud saya A' ahh pokoknya terima kasih atas tumpangan dan bantuannya. Kalau begitu saya turun, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam warahmatullahi," pintu mobil sudah tertutup dengan kaca sedikit diturunkan. Gadis itu perlahan menjauh. "Maaf, nama kamu siapa!?"


Ia berbalik, "Khofifah!"


"Khofifah? Lucu." Batin Khairil tersenyum


...----------------...


...----------------...


Bila kita tahu, ada rencana besar dari Allah untuk sebuah pertemuan. Sudah pastilah kita tidak akan menyia-nyiakan pertemuan itu.


Namun, biarlah setiap kejadian dalam hidup mengalir begitu saja menuju takdir terbaik dariNya.


......................


Perhatian! Tidak Untuk Ditiru


¹ Duh gadis cantik pujaan hati. Jangan jual mahal dong... Ayo bilang aja berapa harga kamu perjam?


² Iya, kita pasti bisa bayar.


³ Ya Allah...Yang Maha Besar... Normal Kan jantung hamba.


⁴ Aduh Bang, maafkan kami berdua. Kami tidak tahu kalau kakak ini ternyata calon istri Abang. Mohon ampun bang...

__ADS_1


Maaf, bila ada kesalahan bahasa 🙏


Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih


__ADS_2