Khairil : Harapan & Cinta Sejati

Khairil : Harapan & Cinta Sejati
Bab 4 | Jatuh Cinta Tak Pernah Salah


__ADS_3

...“Jatuh cinta tak pernah salah....


...Hanya saja kita terlalu sering menjatuhkannya pada seseorang yang salah....


...Karena sejatinya, cinta adalah fitrah dari-Nya. Semua makhluk yang bernyawa, pasti Allah hadirkan cinta pada dirinya.”...


...****************...


Pagi itu, dirumah hanya ada Jizah dan Khairil. Sementara Zurran, pagi-pagi sekali setelah sholat subuh ia sudah pergi ke pesantren menemui Zain. Mengantarkan pesanan istrinya yang sedang hamil.


Jizah sedari tadi melihat ada kegelisahan pada diri putranya, Khairil. Anak itu terus berulang kali keluar-masuk rumah hanya untuk mengecek token listrik, yang sebenarnya tidak apa-apa, bahkan masih terisi normal.


"Kamu itu kenapa si bang? keluar-masuk rumah terus. Ada aturannya loh nak, jangan asal." Ucap Jizah sembari memasukkan payet kedalam jarum. Walaupun usianya telah senja, kebiasaan itu tidak bisa ia lepas begitu saja.


"Abang juga nggak tau kenapa Abang bolak-balik kayak gini, Umma." Jawab Khairil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan itu membuat Jizah semakin bingung dibuatnya


"Aneh kamu mah bang. Ya udah sini duduk di samping Umma," Ucap Jizah dan Khairil menurutinya. "Coba kamu istighfar, berhusnudzhon sama Allah, hilangin pikiran-pikiran buruknya coba." Lanjut Jizah


Khairil duduk di samping Jizah lalu ia sandarkan kepalanya dipangkuan Jizah. "Rasa-rasanya ini jauh lebih nyaman dibanding bantal mahal yang ada di mall-mall." Batin Khairil


"Kamu kenapa Hhmm? bukannya urusan yang kemarin sudah selesai kamu kan?" Jizah mengusap lembut kepala sang putra


"Alhamdulillah itu udah bisa ditangani dan insya Allah nggak akan terulang lagi. Tapi Abang tuh ngerasa, hati Abang berdebar banget setelah pulang dari sana, Umma." Ujar Khairil mengutarakan keresahan yang ada dalam dirinya


Jizah mengerutkan keningnya


"Apa Abang kemarin melihat atau bertemu dengan seorang perempuan yang Abang kenal?" Tanya Jizah


"Kok Umma tau kalo Abang lihat dan bertemu seorang perempuan?"


"Apa putra Umma yang satu ini nggak pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta?" Tanya Jizah lagi sedikit tersenyum


"Umma tau sendiri, dari dulu yang Abang lakuin kan hanya kenakalan dan kenakalan aja. Nggak tau tuh jatuh cinta gimana. Mungkin Abang pernah, tapi Abang sadar aja." Tutur Khairil


Jizah tersenyum mendengar penuturan Khairil. Rupa-rupanya, putranya itu tidak menyadari kalau ia sedang jatuh cinta. Entah Khairil memang polos atau bagaimana.


"Sekarang Abang tuh bener lagi nggak sadar, kalau Abang sedang merasakan yang namanya jatuh cinta." Ucap Jizah seketika Khairil langsung duduk tegap menatapnya


Khairil memandangi wajah dari cinta pertamanya itu. Wanita yang telah melahirkannya dengan penuh perjuangan. Seorang ibu yang selalu bisa membaca pikiran dan perasaan dari anak-anaknya. Ia selalu yakin, apa yang diucapkan dari bibir sang Umma selalu benar adanya.

__ADS_1


...----------------...


"Jatuh cinta? apa itu sebuah kesalahan?" Gumam Khairil


Perkataan sederhana dari bibir Umma nya, ternyata mampu membuat banyak pertanyaan-pertanyaan muncul dibenak Khairil. Kini ia butuh jawaban dari kata sederhana itu, dengan sesuatu yang istimewa.


Setelah beberapa kali mempertimbangkan, akhirnya ia mantapkan diri untuk pamit kepada Jizah pergi ke Tangerang menemui saudara-saudaranya yang lain, sekaligus ingin mencari jawaban dari apa yang ia pikirkan.


"Umma, Abang pamit ke Tangerang ya? mau ketemu Ammi Hadi, terus habis itu Abang juga mau ke Jakarta buat nemuin ayah (Rendy). Udah lama kan nggak silaturahmi kesana." Ucap Khairil hati-hati


Jizah yang semula sedang membaca buku itu langsung melepas kacamatanya dan menatap putranya.


"Kenapa nggak bilang sama Umma dari tadi? kan Umma bisa siap-siap dari tadi bang." Ucap Jizah yang langsung bangkit dari duduknya berjalan menuju ke kamarnya


"Memangnya Umma mau ngapain?" Tanya Khairil


"Ya Umma mau siap-siap ikut kamu bang. Udah lama juga Umma nggak kesana." Jawab Jizah


"Kalo Umma ikut, ku nggak bisa tanya banyak hal ke Ammi donk." Batin Khairil


...----------------...


Pada akhirnya, Khairil pergi bersama Jizah. Sementara, Zurran tidak ikut karena ada kelas di pesantren yang wajib ia ikuti.


Sesampainya di kediaman Hadi, ternyata laki-laki paruh baya itu sedang bersantai di teras rumah seorang diri.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam warahmatullahi. Masya Allah, ternyata kalian? kirain siapa, kok ada mobil berhenti didepan rumah." Ucap Hadi yang masih duduk di kursinya


"Iya bang, maaf kita nggak kabarin dulu kalau mau kesini." Ucap Jizah mencium punggung tangan Hadi lalu memeluknya


Kakak adik selisih dua tahun itu menepiskan rindu yang cukup lama hadir. Setelah kepergian Mufid, Jizah dan anak-anaknya memang jarang sekali datang ke Tangerang.


Tak lupa Khairil juga mencium punggung tangan pamannya itu, mengingatkan ia akan sosok Mufid yang umurnya tak jauh dari Hadi.


"Ayo kita masuk, Rifka lagi sakit dikamar." Ujar Hadi membuat Jizah langsung masuk begitu saja mencari kakak iparnya


"Ammah Rifka sakit apa Ammi?" Tanya Khairil khawatir

__ADS_1


"Sudah tua, jadi cepet kecapean nya." Jawab Hadi


Kini kedua laki-laki beda generasi itu duduk diruang tamu. Ditemani dua cangkir teh hangat dan sepiring makanan ringan yang tadi Jizah bawa. Hadi bisa melihat ada kegelisahan pada diri keponakannya itu.


"Kalau ada yang mau ditanyain? sok atuh, Ammi dengerin terus Ammi jawab kalau tau Insya Allah." Ucap Hadi membuat Khairil tersenyum


"Ammi, kayak Umma. Udah tau duluan sebelum dikasih tau." Khairil terkekeh


"Cuma nebak aja." Elak Hadi


Keduanya sama-sama terdiam sampai akhirnya Khairil memberanikan diri untuk menanyakan tentang isi hatinya.


"Ammi?" Panggil Khairil pelan


"Ya? kamu tenang aja, insya Allah aman."


Dengan ragu Khairil bertanya. "Apa jatuh cinta itu sebuah kesalahan?"


Hadi terkekeh mendengarnya, ia tau betul keponakannya itu terlalu sering membuat banyak kesalahan sampai bertanya apakah jatuh cinta juga sebuah kesalahan?


"Jatuh cinta itu nggak pernah salah, selama kita menempatkannya dengan tepat. Karena sejatinya cinta itu adalah fitrah terindah dari Allah untuk semua makhluk ciptaan-Nya. Tapi, kamu harus ingat! banyak manusia membuat kesalahan besar itu berawal dari yang namanya cinta. Nah, mumpung kamu bertanya tentang cinta dan kayaknya baru pertamakali jatuh cinta? Ammi mau kasih tau sesuatu ke kamu tentang cinta yang nggak akan membuat kamu merasakan sakit hati pada akhirnya. Kamu bisa tebak?" Tutur Hadi lalu bertanya


"Apa itu, cinta orang tua kepada anaknya atau sebaliknya?" Tebak Khairil


"Kurang tepat. Orang tua dan seorang anak sudah tentu saling memberikan cinta. Tapi, seringkali pula mereka membuat sakit hati yang tanpa disadari." Kata Hadi


"Terus apa Ammi?" Tanya Khairil penasaran


"Yaitu, rasa cinta seorang hamba kepada Allah ta'ala. Cinta kepada Allah adalah cinta yang hakiki setiap insan pada Sang Maha Cinta. Karena ketika seorang Muslim mencintai Allah, maka ia akan mendapatkan perlindungan dan pengampunan dari-Nya. Dan sudah tentu, Allah tidak akan membuat hamba-hamba Nya itu merasakan sakit hati karena mencintai-Nya." Ujar Hadi


"Lain halnya bila kita cinta kepada makhluk, apalagi yang belum halal untuk kita. Itu bisa jadi awal munculnya sebuah dosa, jika itu berlebihan tapi. Kamu pinter bertanya, jatuh cinta salah atau enggak? nggak kayak Umma kamu dulu, yang dipendam sendiri tanpa bertanya itu benar atau enggak." Lanjut Hadi yang kini memelankan suaranya


"Emangnya, dulu Umma awal jatuh cinta sama siapa?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Q.S. Al Baqarah ayat 165...


...وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ...

__ADS_1


...Artinya: Orang-orang yang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah....


Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya agar J bisa upload dengan segera, Terimakasih 🙏


__ADS_2